Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Bertemu Cinta Pertamanya


__ADS_3

Manda menikmati perjalananya kali ini ia ingin pergi ke desa, di mana tempat ia tinggal. Ia hanya berdiam tanpa berbicara seuntai kata pun pada sopir. Ia takut jika sopir itu sudah kompromi dengan Aron dan menceritakan kemana ia pergi nanti.


"Pak berhenti di depan sana dan jangan ikuti aku" Manda menepuk pundak sopir di depannya.


" baik non"


Sopir mengehentikan laju mobilnya tepat di depan,lalu Manda bergegas turun.


" Kamu sekarang boleh pergi" Ucap Manda beranjak pergi menuju ke rumahnya yang memang lumayan jauh. Sekitar 3 km dari tempat ia berdiri sekarang.


Dengan perasaan senang ia berjalan santainya menikmati udara sejuk di desa yang membuatnya selalu rindu. Kampung halaman yang sangat indah dengan pemandang sawah dan pepohonan rindang yang terpajang di pinggir jalan.


Kali ini ia ingin menyejukkan hati dan pikirannya yang terasa sangat penat. Karena penderitaan yang membuat ia sangat menguras emosi jiwanya. Kali ini ia ingin berdiam diri di rumah mengenang semua kenangan bersama orang yang ia cintai yaitu orang tuanya dulu. Tetapi entahlah apa dia bisa.


Hingga hampir 30 menit perjalanan ia sampai juga di rumah kecilnya


Yang sudah berdebu dengan sarang laba-laba menjalar kemana-mana. Sejak Manda pergi ke rumah itu tak ada lagi yang menempati.


Ia berdiri di depan rumahnya menatap pintu rumah yang sudah terlihat mengelupas yang seakan menakutkan. Ia berjalan mendekat perlahan dengan perasaan takut. Tubuhnya mulai pucat pasi. Entah dirinya akan sanggup untuk menatap kembali ke dalam rumah itu atau tidak.


Manda menyeret kakinya yang terasa sangat berat menuju ke depan pintu. Ia mengangkat tangannya yang terasa bergetar memegang gagang pintu yang terlihat sudah lapuk. Wanita itu menarik nafas panjang mengeluarkan perlahan. Dengan berat hati ia mengumpulkan semua keberaniannya untuk membuka pintu yang sudah di penuhi dengan sarang laba-laba.


Pintu mulai terbuka perlahan ia kejadian lalu terbayang di pikirannya. Seolah matanya samar-samar melihat banyak simbahan darah di lantai putih di depannya.


Wanita itu menutup matanya mencoba menenangkan hatinya berjalan masuk perlahan. " manda itu cuma bayangan jangan terbawa suasana" Gumamnya mencoba mengontrol emosinya yang perlahan sudah mulai bengkit.


Namun dirinya sudah kalah dengan emosinya. Ia tak sanggup lagi berjalan. Kakinya terasa kaku dengan tubuh seakan bergetar. Dengan mata tertutup ia menggelengkan kepalanya mencoba menolak apa yang ada di pikirannya.


" Ibu! Ayah!" Gumam Manda dengan mata terlihat sudah berkaca-kaca

__ADS_1


Tubuhnya jatuh ke lantai ia duduk meratapi semua yang terjadi. Hatinya tak bisa di kontrol tangisannya mulai memenuhi suara hening di rumahnya berubah jadi sebuah tangisan.


" Arggg..... " Manda menjerit sangat keras dengan tangan terus memukul ke lantai.


" Aku akan membalas semuanya. Siapapun dia telah menghancurkan hidupku dan keluargaku" Dengan suara serak karena tangisan yang terus keluar membanjiri pipinya.


Manda yang tak sadar terus memukul lantai di bawah. Hingga darah segar keluar dari tangannya. Tanpa merasa sakit ia menatap tajam ke depan dengan pandangan kosong beranjak berdiri. Ia melihat pandangan di kaca itu wajah seorang pengawal yang membunuh orang tuanya.


Dengan segera Wanita itu mengambil sebuah balok kayu dan memukul kaca yang ada di depan pandangnnya. " aku akan membunuhmu" Teriak Manda dengan memukul kaca membabi buta. Dengan tetesan air mata yang jatuh ke lantai putih di bawahnya.


" Manda!!" Panggil seseorang di belakangnya. Membuat ia sontak terkejut. Sosok lelaki yang sangat familiar di matanya membuat aksinya terhenti seketika.


Nafasnya masih terasa sangat berat dengan pandangan tertuju pada lelaki di depannya. Balok kayu di tangannya seolah perlahan terjatuh dari cengkramannya.


" Arta !!" Ucapnya dengan mata berkaca-kaca ia berlari memeluknya meluapkan semua perasaannya yang sangat menyiksa hatinya.



Arta dengan perasaan ragu ia membalas pelukan Manda mengusap lembut rambut manda dengan tangannya.


"Aku tahu semuanya kamu pasti menderita sekarang" Ucap Arta dengan mata berkeca-kaca tak kuasa melihat oenderitaan Manda.


Ia tak tahan jika mengingat penderitaan Manda. Waktu itu dan apalagi sekarang ia tahu semua jika Manda sudah menikah dengan seorang pengusaha kaya. Namun bagi dia Manda masih tetap sama, Masih tetap miliknya.


Lelaki itu melepas pelukan Manda dan mengusap air matanya dengan jemari tangannya. " Jangan nangis aku yakin kamu pasti kuat" Ucap Arta. Ia menahan air matanya yang sudah terbendung di kelopak matanya.


" Dari pada kamu mengingat kejadian di sini. Lebih baik kita pergi ke suatu tempat. Gimana?" Ucap arta dengan senyuk menggoda.


Manda tersenyum lebar seketika. Bagaimana tidak lelaki yang ia cintai dulu datang seakan hatinya mulai tenang seketika. Emosi yang terjadi tadi seolah sudah hilang. Manda mencoba tersenyum tipis menatap Arta.

__ADS_1


" Baiklah" Ucap Manda dengan senyum manisnya dan punggung tangan menyeka air matanya.


Arta memegang tangan Manda ke suatu tempat. Ya di sebuah ladang milik ayahnya. Di sana dia pernah bertemu Arta pertama kali. Dan di situ juga dia sering bersama dengannya bermain hingga membantu ayahnya. Namun tak membantu ia malah sering mengganggu ayahnya di ladang.


" Hati-hati" ucap Arta memegang tangan Manda berjalan di pinggir ladang menuju ke gubuk di sawah.


" Arta makasih" Ucap Manda dengan senyum tipis.


" Sudahlah. Mumpung kamu di sini aku mau kamu temani aku sebelum kamu pergi lagi menemui suamimu" Ucap Arta tanpa memandang ke arah Manda. Ia takut jika Manda tahu kalau matanya mulai berkaca-kaca.


Meski tak terima Manda jadi milik orang lain. Tetapi apa boleh buwat ia hanya anak SMA seumuran Manda bukan orang kaya seperti dia yang bisa berbuwat seenaknya.


Meski kini dirinya sudah mulai terjun dalam dunia Model.


Setiap langkah mereka penuh dengan canda dan tawa. Mencoba menghapus semua masa lalu yang menyakitkan. Kini seolah terbawa dalam sebuah perasaan bahagia berdua.


" Oya kenapa kamu bisa tahu kalau aku sudah menikah" Tanya Manda meloncat duduk di atas gubuk kecil.


" Aku terkadang ke kota untuk urusan kerjaan. Apa kamu tahu aku sekarang sudah jadi model. Jadi harus bolak balik ke kita hanya untuk pekerjaan. Di sana aku tahu semua berita tentang kamu dan suami kamu" Ucap Arta memandang Manda dengan tangan memegang pipi kanannya.


" Kamu jangan nyerah. Ingat kamu harus kuat Manda" Lanjut Arta mencoba menyemangati Manda.


Manda mencoba tersenyum lebar meskipun ia harus mengubur dalam-dalam derita menyakitkan yang ia alami sekarang.


" Oya gimana apa kamu sudah jadian dengan alexa bukanya dia dulunsering mengejarmu" Ucap Manda memenadang Arta di sampingnya.


" Entahlah tapi aku tak bisa melupakanmu" Ucapan Arta membuat Manda terdiam seketika. Ia yang tadinya tersenyum. Mulai luntur perlahan senyuman di wajahnya.


Kali ini ia benar-benar membuat semua orang sakit hati. Bahkan sahabat barunya juga pergi gara-gara Vino dekat dengannya.

__ADS_1


" Sepertinya sudah siang aku pulang dulu" Ucap Manda beranjak pergi meninggalkan Arta. Ia tidak sanggup lagi jika bertemu dengan Arta apalagi menyakiti hatinya. Arta adalah cinta pertamanya yang masih melekat di hatinya.


__ADS_2