Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
sebuah prasangka


__ADS_3

Satu hari berlalu Manda terus merawahlt Aron di rumah sakit. Meski lelaki itu belum bisa mandi seperti biasa saat ia sehat, bahkan kini Manda yang membasuh tubuh Aron dengan handuk kecil. Ia tak hentinya memanjakan Aron di rumah sakit maupun di rumahnya.


Mulai dari suapin dia saat makan, bahkan menuruti apa kata dia, seolah hubungan mereka kembali seperti semula. Manda juga dengan tulus merawat Aron tanpa menyesali semuanya. Hatinya merasa sangat senang bisa menuruti apa kata suaminya itu. Meskipun terkadang dia juga menyakitinya.


Karena berkat dialah, perlahan Manda bisa mengontrol emosinya. Sejak Aron berubah lembut padanya. Kepribadian gandanya tak sering muncul menghantui hatinya. Kelembutan hati Aron merubah segalanya. Mulai dari cinta dan perasaan Manda padanya.


Kini Aron sudah berada di rumah. ia sekarang duduk bersandar di ranjangnya. Kemarin Vino meminta pada dokter untuk memperbolehkan merawat aron di rumah. Dan ia menyewa dokter serta suster untuk merawat Aron dengan khusus di rumahnya.


Manda yang tak tahu kondisi Aron sebenarnya. Ia terus merawatnya penuh kasih sayang. Tidak seperti Fany yang tiba-tiba menghilang belum juga kembali, saat kejadian kemarin. Entah kemana perginya Fany sekarang.


" Manda makasih" Ucap Aron lembut, dengan tangan membelai rambut panjang Manda.


" makasih untuk apa?" Manda nampak bingung, kenapa Aron berterima kasih padanya.


" Makasih kamu telah merawatku" suara lembut Aron mengalihkan pandangan Manda. Ia tiba-tiba mengecup kening Manda lembut.


" Tetaplah bersamaku apapun yang terjadi nanti" Gumam Aron lirih.


Manda hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan Aron. Mata mereka saling memandang dan terkunci dalam satu perasaan yang sama.


"Kak!!"


Vino berjalan Masuk ke dalam kamar Aron.


" ada apa vin?"


" minggu depan acara kelulusan di sekolah aku, aku harap kak Aron bisa datang" Ucap Vino nampak ragu. Entah ia bisa datang atau tidak namun meskipun belum begitu pulih. Tetapi Vino berharap kakanya menemaninya saat kelulisan sekolah nanti. Karena hanya dia satu-satunya keluarga yang ia punya.


" Baiklah kakak akan datang bersama Manda" Ucap Aron tersenyum lebar pada adiknya.


Manda terdiam, bagaimana saat nanti semua tahu jika ia menikah dengan Aron dan sekarang putus sekolah gara-gara hal ini. Apa mereka akan menghinanya nanti saat mereka bertemu dengannya sebagai kakak ipar Vino.

__ADS_1


" Baiklah. Kalian lanjutkan dulu aku mau mencaru kesha dulu." Vino berlari keluar dari kaamr Aron untuk mencari kesha.


" Tapi kamu gak papa datang, apalagi tubuhmu masih lemas" Ucap Manda terlihat sangat khawatir dengan keadaan Aron.


" Syang sudahlah, dia pasti berharap aku datang. Karena ini acara kelulusan dia kan. Banyak keluarga temannya juga pasti datang" Aron memegang lembut tangan Manda


" Ya sudah baiklah terserah kamu, tapi kamu sekarang harus makan yang lebih banyak, setelah itu minum obat. Aku gak mau kamu sakit lagi" Cerocos manda, perhatiannya membuat Aron sangat gemas. Ia tak hentinya bawel banget jika urusan makan dan minum obat. Bahkan ia selalu tepat waktu menyuruhnya minum obat.


" Baiklah syangku" Aron tersenyum mencubit pipi menggemaskan Manda yang mulai memerah.


"Humm sakit" Manda mengerutkan bibirnya, dan tangan memegang pipinya yang terasa sakit bekas cubitan aron.


" Sini biar gak sakit, Mendekatlah" Manda terdiam mendekatkan wajahnya ke arah Aron. Kecupan mendarat di bekas cubitan aron di pipinya. Wanita itu mengedipkan matanya, seketika terbelalak terkejut ciuman lembut Aron membuat ia tak bisa marah lagi dengannya.


" Sudah gak sakit kan" Aron memegang tangang manda. Menariknya dan meletakkan ke dada Aron.


" Manda! Coba rasakan detak jantungku" Ucap Aron lirih.


" Memangnya kenapa"


" Jantung ini masih berdetak kan meskipun kadang saat bersamamu berdetak tak beraturan. Dan jika nanti tak berdetak lagi apa kamu akan masih setia denganku" Gumam Aron, seketika Manda terkejut mendengar ucapan Aron.


Matanya melebar seketika, seakan Aron ingin membicarakan sesuatu dengannya.


" Apa yang kamu katakan" Tanya Manda dengan wajah terkejutnya.


" jantung ini akan terus berdetak jika selamanya ada di sisiku" ucap Manda. Ia menyandarkan kepalanya di dada Aron. Dan wanita itu seolah merasakan apa yang ada dalam jantung Aron. Dan hatinya pun terasa juga ikut berbisik di telinga Manda.


Manda memejamkan matanya sejenak, memahami apa yang ada dalam hati Aron. Perasaan apa yang membuat Aron terlihat sangat sedih.


Aron tetaplah bersamaku, selamanya bersamaku, menjagaku, melindungiku. Meski suatu hati jantung ini tak berdetak aku akan selaku setia denganmu sampai kapanpun. Tak kan ada hati yang bisa menggantikanmu. Sampai aku bisa bersanding bersamamu lagi di atas nanti.

__ADS_1


Butiran air mata Manda menetes di dada bidang Aron. Saat teringat gimana Aron telanjang dada di apartemen milik fany. Dan ia melihat Fany hanya memakai selimut untuk menutupi tubuhnya. Hal itu membuat hatinya merasa sangat sakit seolah di iris-iris jika terus mengingatnya. Meskipun tahu itu tidak salah, karena Fany juga istrinya, bahkan dia istri pertama, sekaligus istri sahnya.


Tapi entah itu rencana licik Fany atau mereka atas dasar saling suka berhubungan badan. Manda berusaha keras menghilangkan pikiran itu dari pikirannya. Namun terasa sangat susah. Dan kemarin ada foto di kamarnya, entah siapa yang mengirimnya saat Aron memeluk Fani bahkan menciuminya. Melihat hatinya tambah sakit seakan sudah perlahan rapuh dan rontok.


Tapi di depan aron ia memasang wajah bahagianya, seraya tak terjadi apa-apa dengannya. Mungkin jika Aron sudah pulih, ia ingin membicarakan hal itu dengannya dan mencoba menanyakan apa yang mereka lakukan.


" Manda" panggil Aron membelai rambut Manda.


" iya syang" jawab Manda tersadar dari lamunannya, dan beranjak duduk.


" kenapa kamu menangis" Aron mengusap lembut air mata di bawah matanya.


" gak papa, aku hanya senang kamu sudah ada di sini, aku berharap akan terus seperti ini tanpa ada cobaan lagi dalam hubungan kita" Gumam manda menundukkan kepalanya.


" oya aku akan ambilkan makanan untukmu" Manda melepaskan tangan Aron dan beranjak berdiri melangkahkan kakinya pergi dari kamar Aron menuju ke dapur.


Manda berjalan dengan tatapan kosong menatap ke depan, ia terbayang jika Fany tiba-tiba datang lagi dan merebut Aron darinya. Mengingat itu tubuhnya kini semakin bergetar. Dan kakinya terasa berat untuk melangkah. Ia tak ingin kehilangan Aron. Rasa takutnya membuat ia melupakan segalanya tentang statusnya siapa.


Semoga semua yang aku khawatirkan tidak akan terjadi. Gumamnya dalam hati.


Ia mencoba menenangkan hatinya segera mengambil makanan didapur.


" Bi gimana buburnya sudah jadi" Tanya manda .


" sudah non, ini" bibi mengulurkan semangkuk bubur pada Manda.


" Makasih bi, oya nanti aku ingin belajar masak dengan bibi" Ucap manda tersenyum lembut. Ia erlihat sangat ramah dengan pelayan di rumah aron.


" Baik non, tapi apa gak papa non Manda belajar masak?" Tanya bibi menundukkan kepala.


" Gak papa bi" Manda tersenyum dan bernajak pergi. Ia ingin memberikan semangkuk bubur itu untuk Aron. Dan menyuapinya seperti biasa.

__ADS_1


__ADS_2