Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
ngambek


__ADS_3

Manda masih menatap detail sayuran itu, kenapa derita orang hamil disuruh makan dedaunan seperti ini, gumamnya sambil merengek dalam hati.


"Kenapa syang terus di lihatin seperti itu, cepat makan" Ucap Aron.


Manda mengeluarkan napas kesalnya. "Baiklah" ucap Manda lemas.


"Nah gitu dong nurut sama suami" Gumam Aron, bukannya ia makan, eh Aron hanya melihat wajah cantik istrinya itu saat mau menikmati makanan. Aron melipat ke dua tangannya di atas meja. Dengan tatapan tertuju pada Manda di depanya.


Bahkan lagi menikmati hidangan yang sudah Aron pesankan untuknya. Manda melirik ke arah Aron. "Kamu tidak makan?" Tanya Manda.


"Gak aku sudah kenyang" Aron tersenyum tipis.


"Haakk... "


Mata Aron terbelelak seketika, saat Manda tiba-tiba menyuapinya dengan sayuran. Lelaki itu menepis tangan Manda di depannya mencoba menolaknya. Namun Manda tetap memaksanya.


"Makan!!" Ucap Manda.


"Gak mau syang" blas Aron. Ia merasa sangat kesal hari ini.


"Cepat makan!!" Gumam Manda beranjak berdiri kali ini. Ia sekarang tak perdulikan tatapan orang-orang di restauran itu. Manda kini lebih percaya diri.


Aron menjauhkan tangan Manda lagi. "Aku gak mau syang, jauhkan tanganmu dariku" gumam Aron. Terua menepis tangan Manda.


Manda melirik Aron dengan tatapan menggodanya.


"Gak akan, aku mau Kamu makan ini" ucap Manda melebarkan bola matanya.


Kali ini istrinya itu benar-benar nyeselin, gak mau masih saja di paksa. Tapi meskipun begitu ia cinta dengannya.


"Kenapa diam??. Cepat makan atau aku ngambek sekarang, dan gak akan mau makan 1 hari" Umpat Manda dengan tangan bersendekap, ia melemparkan pandangannya berlawanan Arah.


Aron berdengus kesal, "Baiklah sini, aku bisa makan sendiri" Aron meraih satu piring makanan itu di depan Manda.


Manda tersenyum, ia melakukan itu juga karena tak mau makan sendiri. Lagian Aron sepertinya dari tadi juga belum makan. Ia yang perduli dengan kesehatan Aron tak mau dia sakit. Kalau sakit kan dia juga yang susah. Nanti siapa yang merawatnya saat ia hamil tua.


"Tapi kenapa kamu mau makan sendiri?" Tanya Manda, ia menarik piringnya dari hadapan Aron. Baru saja ia mau makan, bahkan mulut Aron sudah menganga, Manda menarik lagi sendok dan piringnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu ambil lagi?" tanya Aron, menatap bingung dengan tingkah istrinya itu. Tadi dia malu-malu tapi seakarang kenapa jadi malu-maluin sih ulahnya, gumam Aron.


Tapi gak apa-apalah, gitu-gitu juga dia istriku. Aku tetap cinta dengannya. Bahkan kini sangat sangat cinta dengannya.


"Aku mau suapin suami aku yang dinginnya minta ampun ini" Gumam Manda dengan tatapan menggodanya. Kini ia berani menggoda suaminya. Beda banget dengan Manda yang pertama kali ia kenal dulu, yang lebih suka diam, msmbantah emosi dan jarang sekali tersenyum. Atau mungkin sifat kerasnya dulu yang tak bisa di hilangin membuat Manda tersiksa di dekatnya. Tapi kepribadian gandanya itu seakan mulai pudar saat bersama Manda.


"Baiklah cepat suapin suami kamu yang tampan ini dengan bibirmu" Gumam Aron dengan nada menggoda, membuat semua orang yang mendengarnya menatap mereka.


Manda menepuk bibir Aron dengan tangannya, ia meringis menatap Aron. "Mau di suapin pakai bibir ya, baiklah aku akan mencari kambing untuk menyuapinmu sekarang" gumam manda dengan mata melotot, dan bibir senyum meringis tak hentinya. Ia benar-benar malu karena Aron. Gara-gara ucapan Aron tadi, semua orang di restauran menatapnya.


"Kambing betinanya kan kamu, cepat suapin"gumam Aron semakin menggoda istrinya itu.


Dengan perasaan kesal dan betenya. Manda menyendok makanan dan langung memasukan ke dalam mulut Aron tanpa menunggu ia selesai bicara. Manda tak henti terus suapin tu mulut Aron hingga menjadi gumpalan makanan di dalam mulutnya.


Aron menepis tangan Manda.


"Uuk...ukk.." seolah ingin mengucapkan kata udah berhenti Manda, ia tak bisa hanya kata itu keluar dari mulutnya.


Haduh istri apaan ini, kenapa jadi aku yang di siksa gini sih, gumam Aron.


Manda tertawa terbahak-bahak melihat Aron, mulutnya penuh dengan makanan. Ia tak berhanti tertawa, dengan ke dua tangan menyentuh perutnya. Bahkan semua pengunjung menatap aneh pada mereka.


"Benar-benar pasangan yang aneh mereka" Saut salah satu pengunjung di sana.


"Kenapa tuan Aron memilih gadis kampungan seperti dia sih" sambung pengunjung lainnya, yang memang kenal dengan Aron.


Meskipun manda mendengarkan hinaan, ataupun celaan mereka padanya, Manda tak perdulikan ucapan mereka. Yang penting ia merasa bahagia dengan apa yang ia lakukan sekarang. Ya anggap saja di restaurant itu hanya mereka berdua.


Aron yang sudah selesai menelan makanan di mulutnya, ia langsung meraih minumannya diatas meja. Tenggorokkannya rasanya sangat serat. Benar-benar membuatnya tak bisa napas gara-gara ulah Manda.


"Enak gak?" Tanya Manda


"Hmmzzz..bentar" ucap Aron, yang masih menunduk ke bawah meja. Ia mencoba menelan makanan yang masih nyangkut di tenggorokannya.


"Ha..ha.. kamu lucu" gumam Manda tak henti menertawakan Aron.


Tak terasa saling bercanda mereka akhirnya selesai juga menikmati makan yang ada di meja. Namun bagi Manda ada yang kurang. Belum sempat bilang mau makanan penutup. Seorang pelayan datang membawa 2 makanan penutup untuk mereka.

__ADS_1


"Permisi tuan!!" Sapa waiters yang membawa makanan itu.


"Iya" jawab Aron singkat.


"Ini tuan makanan penutupnya, ini di sajikan gratis untuk tuan Aron, sebagai hadian dari kami atas hamilnya istri tuan" ucap pelayan itu menunduk ke depan. Sembari menaruh dua piring kecil makanan penutup ya bisa di bilang si seperti roti tapi entah campuran apa di atasnya.


Air liur manda terasa mau menetes menatap makanan itu yang sepertinya sangat lezat. "Hummmzz yami.." gumam Manda mengusap-usap ke dua tangannya. Ia tak tahan mau menyantap makanan itu.


"Maaf bisa tolong di kasih kotak untuk di bawa pulang" Ucap Aron.


Manda yang semula ingin meraih makan itu, bahkan tangannya sudah menjulur ke depan sebentar lagi bisa meraih roti itu. Tapi Aron mengembalikannya.


"Baik tuan" Ucap waiters itu, beranjak pergi.


Tak butuh waktu lama Waiter itu datang membawa 2 kotak makanan tadi. Dan menyerahkan pada Aron. "Terima kasih tuan kunjungannya, selamat menikmati" gumam waiters itu sembari menundukkan badannya.


Manda masih duduk dengan memasang wajah cemberutnya. Ia benar-benar kesal padahal mau makan tapi di ambil gitu aja. "Ngapain cemberut terus, nih makan di rumah" gumam Aron, mengulurkan kotak makanan itu tepat di depan Manda.


Manda yang menginginkannya tak bisa menolak, ia meraih kotak itu dan beranjak berdiri dengan perasaan kesalnya. Aron terus tersenyum melihat kelucuan istrinya itu, benar-benar menggemaskan.


Aron berlari lebih dulu menuju ke mobil, untuk membukakan pintu mobil buwat Manda. "Silahkan masuk tuan putri Manda"gumamnya sembari menunduk menekuk tangan kiri ke belakang dan dan tangan kanan mengibaskan seraya mempersilahkan tuan putri untuk masuk ke dalam kereta.


"Kenapa jadi romantis gini?" Batin Manda. Menatap aneh pada suaminya itu.


Aron segera masuk dan mulai menjalankan mobilnya pergi dari restauran itu. Dalam perjalanan Manda yang masih ngambek dengan Aron hanya diam manatap ke depan. Ia terus mengusap lembut perutnya. Yang masih terasa lapar. Makan dedaunan itu tak bisa membuatnya kenyang sama sekali.


"Kenapa kamu diam saja?" Ucap aron mengusap lembur rambut Manda.


"Lagi ngambek" jawab Manda jutek, ia memalingkan pandangannya ke kiri.


"Yah gitu saja ngambek, nanti kamu gak cantik lagi lo" ucap Aron mencubit hidung mancung Manda, yang begitu menggoda.


"Biarin gak cantik, tapi kenapa kamu suka" ucapnya dengan nada kesal kali ini.


"Gak tau, mungkin takdir" ucap Aron singkat.


Lama berdebat di dalam mobil gak ada habisnya, mereka sampai juga di halaman rumahnya. Manda tak mau di bukakan pintu lagi oleh Aron, ia lebih memilih turun sendiri dan masuk ke dalam rumah. Tanpa perdulikan Aron yang masih duduk di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2