Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Bertemu lagi


__ADS_3

Aron sudah mengantarkan Manda sampai depan kampus, dan dia segera kembali ke kantornya. Ya, seperti biasa sebelum berpisah, Manda selalu mencium tangan suaminya dan mengecup kening ke dua anaknya. Sebagai ibu rumah tangga, tak menghalangi niatnya untuk tetap meneruskan oendidikan pebih tinggi lagi. Selagi Aron selalu mengijinkan apa yang dia inginkan.


Manda begitu beruntung sekarang, Aron tidak oernah melarang kemanapun dua pergi. Malahan suaminya itu selalu ingin mrnemaninya. Tapi saat kuliah saja Aron tidak bisa menemani. Karena harus terbebani dengan pekerjaan yang menumpuk. Karena perusahaan baru, ia harus bekerja ektra. Kecuali perusahaannya yang lama, meski ia tidak ke kantor-pun semua masih jalan dengan mestinya.


"Syang, jaga mereka berdua ya, hari ini aku agak pulang telat, banyak tugas. Nanti aku langsung ke kantor kamu setelah pulang" ucap Manda melambaikan tangan di balik kaca mobil, yang terbuka.


"Iya, syang. Itu pasti aku akan selalu jaga dia" gumam Aron.


"Ya, udah sekarang aku pergi, bye..." ucap Manda. "Bye syang, kalian gak boleh nakal ya." lanjut Manda pada ke dua anaknya.


"Siap ma" ucap Duke dan Lia bersamaan.


Manda berjalan melewati halaman luas kampus.


"Ssstt" panggil seseorang yang sangat asing dari belakangnya. Membuat langkah Manda terhenti, menoleh ke belakang.


"Boleh tanya, di mana fakultas manajemen" Mendengar suara berat itu, Manda menoleh seketika. Di tatapnya lelaki dengan tubuh tinggi yang sangat familiar di matanya.


"Kamu?" tucap Manda dan lelaki itu kompak.


"Kamu kuliah di sini?" tanya Manda.


Lelaki itu teresenyum. "Iya, aku kuliah di sini, tapi batu pindah"


"Oo.. Baiklah, ayo aku antar. aku tahu fakultas manajemen di sini." ucap Manda. Berajaln lebih dulu menunjukan jalan pada lelaki itu.


"Oya, jangan pikir macem-macem ya, aku bantu kamu hanya untuk balas budi. " ucap Manda.


"Emm siapa yang berpikiran macem-macem. lagian aku tidak ada hubungan sama sekali sama kamu." ucap lelaki itu. "Oya kenalin, aku Albert, kamu bisa panggil aku Al" ia mengulurkan tangan ke arah Manda.


"Aku Manda" tersenyum samar.


"Kamu ambil jurusan apa?" tanya Manda.


"Manajemen bisnis, aku di mutasi ke sini sama orang tua aku. Agar aku bisa kuliah dan belajar bekertja di perusahaan kakak aku" ucap Al.


"Oo.. udah di depan kelas kamu, aku pergi dulu" ucap Manda, membalikkan badanya melangkahkan kakinya pergi.


"Tunggu!" ucap Al, memegang pergelangan tangan Manda.


"Tolong jauhkan tangan kamu dariku" ucap Manda tegas, membuat Al seketika melepaskan tangannya.


"Aku sudah punya suami, jadi yolong jangan seenaknya megang tanganku" lanjutnha.


" Oo. jadi kamu sudah punya suami.. Maaf kalau gitu" ucap Al, tersenyum tipis dsn membalikkan badannya. Ia beranjak pergi masuk ke kelas meninggalkan Manda yang terlihat masih berdiam dengan rasa kesal.

__ADS_1


"Aku hanya berbaik hati drngannya untuk menolong, tidak untuk saling bersentuhan" gumam Manda. Yang mulai melanjutkan langkahnya.


Kelas Manda tak jauh dari Al, memang sangat dekat hanya berjarak 2 ruangan. Namun lelaki itu tidak tahu, lagian Manda juga tidak perduli. Ia benar-venar menjaga amanat suaminya. Agar tidak curiga dengannya, apalagis suami kesayangannya itu sangat cemburuan.


---000----


Jam kampus Manda sudah selesai, ia sudah menghubungi Aron, dia mau menjemputnya atau dia suruh jemput sopir. Dan jawabannya..


Ternayata dia lagi sibuk dan sibuk.


"Non, sialahkan masuk" ucap sopir Aron, membukakan pintu belakang untuk Manda.


Meski kesal Manda masuk ke dalam mobil, dan mulai menuju ke kantor Aron.


"Oo. dia ternyata menikah dengan orang kaya juga" ucap Al, yang melihat Manda masuk ke dalam mibil mewah, dari kejauhan.


---000----


"Syang, mama pulang" ucap Manda membuka pintu ruangan Aron, melihat hanya ada dua anaknya dan baby sisternya.


"Kemana papa?" tanya Manda.


"Papa lagi sibuk meeting ma" ucap Duke.


"Oo.. ya sudah, kalian ikut mama yuk." ucap Manda.


"Belanja, buat kebutuhan rumah, sekalian beli bahan pokok syang" ucap Manda.


"Ayo sus, bawa anak-anak masuk ke mobil" Manda menyuruh baby sisternya.


"Nanti kalau tuan Aron nyariin gimana nyonya?" tanya Baby sister Duke.


"Tenang saja, aku akan hubungi dia nanti" ucap Manda.


"Baiklah"


Mereka segera masuk ke dalam mobil, tak lupa Manda juga tidak mau jika Aron khawatir nanti mencarinya. Kalau menunggu dia nanti kelamaan, lebih baik jika berangkat sendiri.


Dengan lihai jemari Manda mengetik pesan, "Syang aku mau ke supermarket bentar ya, kamu lagi sibuk meeting aku gak mau ganggu kamu"


Manda jalan sendiri dengan baby sister anaknya. Mereka beranjak pergi masuk ke dalam supermarket, mencoba memilih beberapa bahan yang akan di beli.


Bukk..


tubuhnya menbrak seoramg lelaki dengan jam hitam, kaca mata hitam dan rabutnya yang terlihat sangat pekat.

__ADS_1


Manda menoleh, "Maaf!" ucap Manda.


"Kamu lagi" gumam lelaki itu, suara yang tidak asing bagi Manda. membuatnya langsung mendongakkan kepalanya menatap wajah lelaki itu.


"KAMU?" ucap Manda terkejut.


"Ada apa? Kenapa kita selalu bertemu lagi ya, tau kamu ngikuti aku ya" gumam Al menggoda.


"Siapa yang mengikutimu, gak tu" ucap Manda. "Aku kesini sama ke dua anakku mau belanja" ucap Manda.


"Oo. mana anak kamu aku mau lihat, mereka pasti tampan dan cantik, jika wanita atau laki-laki" ucap Al.


"Ya, pasti dia cantik. tapi etahlah di luar sana, pakah dia sudah malam belum." ucap Al.


"Gak penting lai kali saja, aku keburu suami aku menungguku di luar" ucap manda, memberi alasan.


"Ou, ada suami kamu, ya sudah maaf kalau gitu" ucap Albert berjalan menjauh dengan senyum manis menyungging dari bibirnya.


"Aneh tu orang" ucap Manda.


-----000----


Selesai belanja Manda balik ke kantor untuk jemput Aron, lagian ia ingin pulang bersama suaminya seperti biasa. Dan hari ini suaminya pulang larut malam. membuat Duke dan Lia ketiduran di mobil.


Tak mau banyak tanya lagi, saat melihat suaminya yang terlihat sangat kelelahan, ia segera mengantar Duke dan lia ke kamarnya.


"Syang" panggil Aron.


"Iya syang" ucap Manda.


"Kita langsung tidur ya"


"Iya, emangnya mau ngapain kalau gak langsung tidur syang"


"Gak tau, siapa tahu kamu mau menggodaku, aku lagi capek sekarang syang" gumam Aron.


"Apa perlu aku pijiti" ucap Manda.


"Gak perlu syang" gumam Aron


"Ya, sudah sekarang kita tidur" ucap Manda.


Manarik selimut tebal menutupi tubuhnya.


"Selamat malam" Aron mengecup kening istrinya, sebagai pengantar tidurnya.

__ADS_1


----00----


Keesokan harinya semua berjalan seperti biasa, Aron sekarang lebih sering anterin Manda ke kampus, agar dia bisa lihat juga siapa yang dekati istrinya nanti di kampus.


__ADS_2