
“Sha, kamu jadi fitting baju?” tanya Manda.
“Iya da, lagian juga aku mau secepatnya menikah. Biar itu gak terlalu manja lagi nantinya,” sindir Kesha, melirik ke arah Vino.
“Manja bagaimana emangnya?” tanya Vino.
“Gak usah pura-pura gak tahu deh, sudah sekaran jadi pergi gak. Ajak Duke dan Lia juga.” Ucap Kesha beranjk berdiri.
“kalain yang akur, jangan saling berantem terus.” Ucap Manda mengingatkan.
“Iya da, tapi kalau dia bisa di ajak kompromi.” Ucap Kesha.
Vino tersenyum mencubit pipi Kesha. “Sudah deh, kalau kamu masih bicara lagi aku cium kamu.” Ucap Vino menekatkan tubuhnya.
Kesha mendorong tubuh Vino, “Malu tahu di lihat manda,” ucap Kesha.
Manda tersenyum, melihat mereka berdua. “Sudah sekarang kalain cepat pergi, anak-anak biar sama mama kamu nanti, Sha.” Ucap Manda.
“Baiklah!” ucap Vina, beranjak berdiri, di susul dengan Vino memegang tangan Kesha pergi.
“Aku pergi dulu,” ucap Kesha mengisbaskan tangan pada Manda.
---------
Kesha dan Vino segera menuju ke sebuah butik yang terkenal dengan desainnya yang elegan dan bagus di pusat kota. Mereka tak sabar untuk bisa mendapatkan gaun yang indah di pernikahan yang indah juga.
Dan Manda tidak perbolehkan mereka untuk ajak anaknya. Ya, mungkin Manda memang ingin membiarkan Vino dan Kesha berdua dulu, biar bisa bermanja berdua.
"Syang," panggil Vino, menatap Kesha yang terdiam, dengan tangan menyangga dagunya, seakan sedang memikirkan sesuatu.
"Eh.. iya," ucap Kesha gugup.
Vino memegang dagu Kesha, mendekatkan wajahnya, mencium lembut bibir merah muda alami milik gadis itu. kesha yabg semula terkejut, ia perlahan menikmati kecupan Vino, membalas saling *******. Membuat gairah mereka mulai memuncak.
Vino melepaskan kecupannya. "Kenapa kamus ekarang beda," ucap Vino, mengusap bibir Kesha.
Kesha mengerutkan keningnya, "Beda gimana?" tanya Kesha.
"Kamu sekarang ciuman kamu jauh lebih panas, membuat aku tertarik. Tapi mau melakukan lebih juga masih di sini, nanggung banget." ucap Vino, mengusap pipi Kesha yang masih memerah.
"Bukannya aku istri kamu, jadi hal ini wajar kan. Jika aku membuat kamu puas juga." ucap kesha, menarik sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman manis untuk suaminya.
Entah setan apa yang membaut dia jadi berubah. Kesha yabg awalnya selalu menolak. Dan selalu nunggu nikah jika menginginkan. Sekarang seakan dia mulai memancingnya, untuk melakukannya pada gadis itu.
Vino membalas senyumannya, dan beranjak membuka mobilnya. Ia keluar lebih dulu, lalu membuka pintu mobil untuk Kesha. mengulurkan tangannya.
"Ayo keluar, kita akan lanjutkan itu lagi nantinya." ucap Vino.
__ADS_1
kesha segera menerima uluran tangan Vino dan keluar dari mibilnya. Melangkahkan kakinya. Berjalan masuk ke dalam butik, dengan tangan memeluk erat tangan Vino.
"Wah.. Gaunnya bagus-bagus," ucap Kesha, melepaskan tangan Vino, menuju ke sebuah gaun yang terpajang di depannya. Gaun yang berbeda dari yang lainya.
"Gaun ini bagus gak?" tanya Kesha, menatap gaun berwarna putih dengan panjang menjulang ke lantai, yang sangat indah di depannya.
Vino menimang-nimang ucapan kesha, ia mencoba mengamati detail baju itu. "Bagus juga kalau patung yang pakai," goda Vino, membuat gadis itu langsung menghentakkan kekinya kesal. Dengan raut wajah berubah cemberut.
"Jadi kalau aku yang pakai jelek gitu," umpat Kesha kesal.
Vino mendekatkan tubuhnya, menyentuh dagu Salsa.
Bagi wanita cantik seperti kamu, apa saja akan terlihat sangat bagus." ucap Vino, membuat wajah Kesha merah muda seketika.
"Udah sekarang kamu coba pakai, aku yakin pas di tubuh kamu," ucap Vino, menggoda.
"Emangnya aku gendut," pekik Kesha kesal.
"Udah jangan cemberut terus, aku hanya bercanda syang." goda Vino, mencolek dagu Kesha.
"Tolong ambilkan gaun itu," pinta Vino pada pegawai di sampingnya.
"Baik tuan," pegawai itu segera mengambil baju yang terpajang di patung.
Kesha meraih baju itu, "Aku bia pakai sendiri," ucap Kesha. Berjalan masuk ke dalam ruang ganti.
Merasa tertarik, Vino beranjak mengikuti Kesha, masuk ke dalam ruang ganti.
"Kamu kenapa ada di sini?" tanya Kesha, terkejut kedatangan Vino tiba-tiba.
Vino melihat pantulan tubuh Kesha yang terlihat masih polos itu, melangkahkan kakinya mendekati Kesha. Dengan tatapan menggoda miliknya.
"Aku bantu kamu syang," Vino memeluk tubuh Kesha dari belakang, menciumi lembut pundak gadis itu menjular ke lehernya.
"Vino jangan di sini," ucap Kesha, merasakan desiran napas berat Vino menjelajahi tubuhnya. Membuat gadis itu, bergidik geli.
Vino meraih baju yang nenutupi tubuhnya, membaungnya asal. Hingga terlihat hanya bra yang masih gadis itu kenakan.
"Vino hentikan!!" rintih Kesha, merasa tubuhnya mulai menikmati kecupan gairah Vino.
Vino merengkuh semakin erat, menciumi pipi Kesha dari samping. Tanpa perdulikan penolakan dari Kesha, seakan dia menulikan telinganya.
"Jadi kalau di rumah mau ya?" tanya Vino, memegang dada Kesha, membuat gadis itu mendesah pelan. Dan salah satu tangannya, memegang milik Kesha yang paling berharga. bahkan Vino belum membobolnya sama sekali.
"Emm.. Vino jangan teruskan, ini di butik. Malu kalau mereka dengar." ucap Kesha, dengan napas terpatah-patah, di iringi desahan kecil dari mulutnya.
Vino tak perdulikan itu, ia memainkan apa yang ia inginkan, membuat gadis di dekapannya mendesah, membuat ia sangat tertarik dan tertantang.
__ADS_1
"Aku akan memberi tahumu sebuah kenikmatan yang terlupakan. Dan kamu pernah merasakannya dulu tanpa malu seperti ini," bisik Vino.
"Vino, Tolong Vino. Hentikan!! Jangan nelakukan di sini," ucap Kesha, dengan ke dua tangan menyangga tubuhnya ke depan. Dan Vino semakin memainkan mikinya penuh nafsu. Tanpa perdulikan rintihan, dan desahan Kesha.
"Jangan lakukan di sini!!" ucap Kesha. dengan napas terpatah-patah.
"Kalau kamu gak mau di sini. Kita lanjut di rumah," bisik Vino, menempelkan tubuhnya semakin erat.
"Lepaskan dulu!!" ucap Kesha, mencoba melepaskan lengan Vino yang memeluknya erat.
"Aku akan lepaskan, jika kamu mau jawab, Iya." ucap Vino.
Tangan Vino semakin bertindak nakal di daerah intim Kesha, membuatnya semakin tak bisa menahan desahan yang terus keluar dari mulutnya.
Kesha menarik napasnya, dalam satu tarikan napas, ia mencoba untuk mengeluarkan suaranya.
"Baiklah!!" ucap Kesha tegas. Membuat Vino menghentikan laju tangannya, ia menarik tangannya, melepaskan pelukannya.
Kesha terdiam, melipat tangannya menutupi dadanya. Ia terlihat sangat malu. Harus melakukan hal gila di sebuah kamar ganti di butik.
"Sekarang aku bantu kamu pakai baju dulu," ucap Vino, segera memakikan gaun itu membalut tubuh Kesha. Ia seketika berbinar, terpanah melihat wajah cantik Kesha di balut dengan gaun putih.
"Kamu cantik," bisik Vino.
"Ini sangat pas dengan tubuhku, aku ambil ini ya syanh." ucap Kesha.
"Boleh, tapi nanti aku mau kamu puakan aku." ucap Vino.
Kesha menautkan alisnya. "Besok sudah menikah, kenapa kamu gak sabar gitu syang." ucap Kesha. Melingkarkan tanganya di leher Vino.
Kenapa dia sekarang jauh lebih berani denganku. Apa dia sadar dengan apa yang dia lakukan?
Berbagai pertanyaan muncul di otak Vino, membaut ia semakin bingung dengan perubahan Kesha yang tiba-tiba. Baru mau membuka mulut, Vina mengecup bibirnya lembut beberapa detik.
"Besok lusa kita menikah, jadi selama selama satu hari kita tidak boleh vertemu. Aku mau kamu jangan menemui aku dulu," ucap Kesha.
Vino, menarik tubuh Kesha, menempel pada tubuhnya. "Kenapa?"
"Karena aku ingin membaut akmu merasakan gimana rasnaya gak sabar menunggu hari kebahagiaan kita." ucap Kesha.
Vino ******* kasar bibir Vina, membaut gadis itu terdiam seketika. Dengan tangan memegang bahu Kesha, melepas gaun yang di kenakan hadis itu hingga jatuh ke lantai.
"Uppsss.." Kesha mendorong tubuh Vino.
"Kenapa syang, nangggung banget ngasihnya." umpat kesal Vino.
"Nanti saja!! Sekarang kita bayar ini dulu." ucap Kesha.
__ADS_1
Vino tersenyum, dan segera mengambil gaun yang Kesha kenakan tadi. Memakaikan di tubuh gadisnya, tanpa harus menunggu aba-aba dari Kesha.
"Sekarang ayo kita pergi, aku mauu ajak kamu beli perhiasan sekalian. Aku sudha mengumpulakn uang ini bertahun-tahun, untuk bisa menikah dengan kamu. Memanjakan kamu, syang" ucap Vino, memegang tanganya, dengan salah satu tangannya menari kepala belakang Kesha, mendekat ke arahnya. Lalu mengecup kening Kesha lembut.