Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kenyataan yang terungkap


__ADS_3

Manda beranjak berdiri, memegang bahu Vino, mendorong dorongnya. "Cepat jelaskan semuanya"ucap Manda yang sudah mulai tenang.


"Manda kamu tenanglah, Vino pasti akan jelaskan semuanya"Ucap Kesha memegang bahu Manda menyuruhnya untuk duduk kembali.


Vino hanya terdiam, ia merasa bersalah dengan Manda dan kak Aron, karena telah menyembunyikan suatu hal yang akhirnya jadi masalah besar. Ia dulu tidak tahu jika yang di bunuh adalah orang tua Manda. Dan Manda sekarang sudah jadi istri Aron. Hal yang paling menyakitkan pastinya jika mengetahuai semuanya. Tapi belum tahu kenyataan sebenarnya. Vino menjadi bingung apa maksud sebenarnya dengan rencana licik yang di tujukan dengan kak Aron.


Vino merasa berat untuk cerita semuanya. Namun bukannya hal yang mudah menceritakan hal itu pada mereka. Tapi mereka juga harus tahu kenyataan sebenarnya.


"Baiklah"ucap Vino terpaksa, ia menghela napasnya dan mulai untuk bicara pada Manda. Meski ia takut mengungkap semuanya, jika Aron tahu pasti dia lebih marah dengannya.


"Cepatlah bicara." ucap Manda yang sudah tak sbaar nendengar cerita Vino.


"Awalnya hanya sebuah berita pembunuhan yang heboh di televisi. Aku tidak tahu kalau itu orang tua kamu. Tapi semenjak polisi menyelidiki dan membuat kak Aron terpojok. Polisi tak berani berkutik jika benar itu kak Aron, dan sebelum kak Aron tahu semua berita itu. Aku meminta bantuan untuk menghapus semua berita pembunuhan itu di berbagai berita televisi dan internet. Semua situs yang memberitakan tentang kak Aron aku blokir semuanya. Dalam waktu setengah jam semua sudah hilang. Aku bertindak menghubungi pihak manajer Kak Aron untuk membantuku. Sampai sekarang juga dia tidak mau mengatakan semuanya pada kak Aron. Karena aku yang tidak mengizinkan manjernya cerita, kondisi kak Aron saat itu masih labil. Ia masih terus terbanyang dan teringat dengan mantannya yang bunuh diri dan mama yang meninggal di bunuh. Bahkan dia sering minum dan menginggau menyebut nama pacarnya dulu, terkadang juga dia marah-marah gak jelas, kasar pada orang dan bertindak seperti orang haus darah ingin balas dendam. Aku mengira jika apa yang aku lakukan terbaik untuk kak Aron. Aku tidak mau membuat berita itu jadi beban pikirannya."ucap Vino, ia menundukkan kepalanya dan terus merasa bersalah, menjelaskan detail kronologi apa yang ia lakukan yang dulu di anggap paling benar tan0a memikirkan dengan kehidupan orang lain.


Kesha terus merengkuh bahu Manda dari belakang, agar ia bisa menahan emosinya saat Vino cerita. Kesha tak mau jika Manda kembali jadi sosok wanita yang menyeramkan lagi. "Kamu tidak mengarang cerita kan? kamu hanya ingin melindungi kakak kamu, pasti kamu mengarang."tanya Manda penuh emosi ingin mendorong tubuh Vino. Namun dengan sigap Kesha memeluk erat tubuh Manda agar dia bisa tenang.

__ADS_1


"Manda tenanglah, jangan seperti ini. Apa kamu mau apa yang kamu derita dulu kambuh lagi. Tolong tenanglah kasihan bayi kamu yang masih dalam kandungan. Dan kak Aron juga pasti tidak suka melihat kamu seperti ini."ucap Kesha.


Manda terdiam, ia masih menangis tersedu-sedu. Hingga dadanya terasa sangat sesak. Merasa amarahnya sudah tenang. Kesha perlahan memapah Manda untuk duduk kembali di ranjangnya.


"Baiklah, jelaskan lagi"ucap Manda mencoba untuk tenang kali ini.


"Semua yang aku ucapkan apa adanya. Lagian kenapa aku mengarang cerita, gak ada untungnya juga bagiku. Dulu aku belum mengenalmu. Yang aku pikikan hanyalah keselamatan dan mental kak Aron. Gak mikirin gimana perasaan orang lain nantinya"ucap Vino.


"Pantas saat aku mencoba mengusik semuanya ke polisi, sama sekali polisi tidak menggubris laporanku. Aku kira seperti yang tertulis di kertas itu, jika Aron yang melakukan semuanya. Dan ternyata bukan dia dan kamu di balik semua ini."Uvap Manda menundukkan kepalanya, dengan tangan terus memegang kepalanya yang terasa sangat pusing. Ia bingung siapa yang harus ia percaya. Tapi Vino terlihat lebih jujur.


"Arrgggg"teriak Manda mengacak-acak rambutnya.


"Aku tidak tahu siapa pembunuh sebenarnya. Pelaku penembak saat hari itu hilang entah kemana. Atau mungkin di sudah mati dan semakin menyudutkan semuanya pada kak Aron. Aku yakin ada orang lain yang tidak suka dengan kak Aron yang merencanakan ini semuanya. bagaimana bisa dia punya bukti itu lagian aku sudah hapus dan bakar semua bukti yabg terkumpul di polisi juga. Aku akan menmvantu kak Aron dalam kasusnya ini, kasus yang belum terselesaikan sebelum aku pergi dari sini" Lanjut Vino dengan senyum tipis melepaskan tangan Manda di kerahnya. Manda terdiam, memikirkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


"Jadi semua bukan salah Aron, sekarang yang lebih aku khawatirkan Aron tadi pergi. Dan entah dia mau kemana, dia bilang mau membuktikan semuanya. Sekarang bantu aku mengikuti Aron. Aku tidak mau dia kenapa-apa di jalan. Dia lagi banyak pikiran dan beban, tidak baik mengemudi sendiri. Aku mohon sekarang kita susul Aron"ucap Manda dengan t7buh yang mulai terus bergerak karena terlalu khawatir dengan keadaan dan kondisi Aron. Ia menarik narik tangan Vino untuk membantunya mengejar Aron. Ia ingin bilang jika dia percaya pada Aron dan ingin membantunya mencari siapa dalang di balik semuanya.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita segera pergi."Ucap Vino, belum sempat selesai berbicara Manda berlari dengan butiran air mata yang masih menetes jatuh ke lantai. Ia Terus berlari di campur perasaan takut , khawatir jadi satu. Manda menuruni anak tangga sangat cepat menuju ke mobilnya.


"Aron maafkan aku, ku tidak percaya denganmu. Harusnya aku memberimu kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Bodohnya aku tidak percaya dengan suamiaku sendiri dan lebih percaya dengan bukti dari misuh kita."gumam Manda yang segera masuk ke dalam mobilnya.


"Sha ayo kamu juga ikut, aku mau kemau tenangkan Manda. Hari ini manda butuh kamu untuk menenangkan hatinya sejenak. " ucap Vino menarik tangan Kesha berlari mengikuti Manda.


Kesha hanya diam dan menuruti apa kata Vino, lagian dia juga khawatir dengan keadaan Manda saat ini.


Dengan segera Kesha masuk dalam mobilnya, duduk di kursi belakang bersama Manda. "Kalian semua pakai sabuk oengaman kalian, mungkin aku akan ngebut kali ini. Karena kita sudah ketinggalan jauh jejak Aron. Dia saat kak Aron dalam masalah. Dia selalu mengemudi dengan kecepatan tinggi." Gumam Vino.


"Baiklah"ucap Kesha, ia segera membantu Manda untuk memakaikan sabuk pengamanya. Tubuh Manda tak sanggup lagi untuk duduk tegap dan tenang. Tubuhnya semakin bergetar hebat, denagn jemari dan kaki tak berhenti bergerak.


"Vino cepetan jalan, aku takut Aron kenapa-napa," ucap Manda.


Vino dengan segera nlmenyalakan mesinnya, menancap gas keluar daei halaman rumahnya. Dengan kecepatan tinggi ia melesat mengejar mobil Aron yang jusah jauh darinya.

__ADS_1


"Semoga di depan macet"umpat Vino.


"Iya agar kak Aron tidak kabur lagi"sambung Kesha.


__ADS_2