
Manda merentangkan ke dua tangannya merasakan angin malam yang menusuk ke tulang. Dan Aron hanya diam menatap Manda yang begitu bahagia. Namun senyumnya tiba-tiba pudar. Ia teringat dengan Kesha sahabatnya, dari tadi bahkan Kesha tak menghubunginya. Dan bahkan tak menjawab telfon darinya tadi.
"Syang ayo balik ke hotel"ajak Manda menatik tanga Aron.
"Kenapa balik, bukannya kamu tadi yang ngajak kemari." Tanya Aron, menatap aneh pada istrinya itu.
"Aku kepikiran Kesha syang, dari kemarin hanya merenung. Jadi aku mau temui dia mau tanya apa masalah dia dengan Vino sebenarnya" jelas Manda.
Aron mengusap rambut Manda. "Baiklah"ucap Aron pasrah.
Aron menggenggam tangan Manda menuntunya berjalan beriringan dengan langkah seirama, menuju ke hotel yang tak begitu jauh dari sana. "Syang aku bisa jalan sendiri?" Ucap Manda.
"Gak boleh, aku mau kamu tetap di sisiku, tetap di genggaman tanganku. Biar gak ada lelaki yang memandang kamu."gumam Aron.
Manda hanya diam, ia mengerutkan bibirnya, ia merasa gak suka sebenarnya dengan over Aron padanya. Tapi mau gimana lagi, ia juga tak bisa berbuwat apa-apa kali ini. Nurut saja lah apa kata dia, gumam Manda.
"Nah gitu dong nurut"ucap Aron mencubit hidung mungil Manda.
--00--
Di sisi lian Vino berjalan sendiri menyusuri penjuru kita, hingga ia kembali lagi ke tempat di mana dia melakukan sebuah harapan kemarin. Namun kali ini ia gak meminta sebuah harapan di air mancur itu lagi. Melainkan hanya duduk menatap orang-orang yang sangat ramai berkunjung di sana. Mungkin terlaku banyak harapan yang ingin di sampaikan hingga semua antusias bekunjung di air mancur itu.
"Hai.."sapa seorang wanita, yang tiba-tiba mengejutkannya, menepuk pundaknya dari belakang.
Vino sontak menoleh ke belakang.
"Kamu!!" Ucap Vino dengan nada datarnya.
"Kenapa, kita ternyata bertemu lagi di sini, aku ke sini ingin melakukan sebuah permohonan. Kamu mau ikut gak"tanya Angela. Yang kini mulai duduk di sampingnya.
"Gak!!" Jawab Vino singkat.
"Ya sudah, kamu sekarang pasti lagi banyak pikiran ya. Sini tanganmu"ucap Angela.
Vino menatap Angela seketika, ia bingung apa yang di katakan Angela.
"Buwat apa?" Tanya Vino penuh keraguan.
"Sudahlah sini"ucap Angela langsung menarik tangan Vino. "Ini aku punya satu koin lagi untukmu, bonus dariku" ucap Angela tersenyum manis di depan Vino.
Vino mengrutkan keningnya, menatap koin itu. "Hati!!" Ucap Vino terkejut.
"Iya itu koin keberuntungan ku, koin cinta. Itu koin ukiran dari kakek aku. Bagus kan?" Tanya Angela.
Koin berbetuk bulat dengan bentuk hati di tengah membuat Vino terdiam menatapnya kagum "Bagus, tapi ini punya kamu kan. Dan kamu bilang ini koin keberuntunganmu"tanya Vino pada Angela.
__ADS_1
"Iya tapi sekarang kamu yang lebih membutuhkannya. Aku tahu kamu pasti sekarang sedang patah hati. Ya, itu koin sekarang lebih cocok padamu."ucap Angela.
"Makasih!!" Ucap Vino tersenyum.
"Siap. Oya boleh tahu apa masalah kamu?" Tanya Angela menatap Vino di sampingnya.
"Entahlah masalah yang gak bisa di jelaskan dengan kata-kata."ucap Vino. Ia melihat ponselnya menyala, "Manda!!" Ucapnya.
"Siapa Manda, apa dia pacar kamu??" Tanya Angela pansaran.
"Bukan, dia kakak iparku"ucap Vino. "Sepertinya aku harus pergi dulu sekarang, kamu pulang juga gak, atau kamu mau aku antar pulang"ucap Vino, beranjak berdiri.
"Baiklah, ayo aku juga mau pulang sekarang.
Vino dan Angela berjalan beriringan, menuju ke hotel tempat mereka menginap. Dan meskipun angela tinggal di sana. Sebanarnya hotel itu adalah miliknya, jadi ia bisa kapan saja saat ia mau liburan tinggal di sana dan menginap di kamar maan saja yang ia inginkan.
Mereka saling tertawa dan bercanda bersama, tanpa sadar Kesha menatap mereka dari jauh, namun ia tak melihat jelas siapa wanita di sampingnya.
Tenyata gampang juga kan punya penggantiku, lagian begitu mudahnya tersenyum depan wanita lain, bercanda dan bahkan Vino perlakukan wanita iyu sangat mesra lagi. Seolaah seperti kekasihnya, gumam Kesha.
"Sha..!!" Panggil Reyhan.
"Iya Rey" jawabnya singkat. Menatap wajah Reyhan.
Reyhan memegang ke dua tangan Kesha, mengecupnya lembut. "Sha sebenarnya aku dari dulu sangat mencintaimu, sempai sekarang perasaan itu sama. Aku dulu berusaha mencari di mana kamu tapi orang tua kamu bilang kamu menemui Vino. Ya sudah aku memutuskan untuk pergi ke Itali. Dan kuliah di sini. Tapi aku tak mudah melupakan semuanya. Rasa itu masih ada Sha, masih tersimpan di hatiku." Ucap Reyhan berlutut di depan Kesha.
"Rey tapi aku tidak bisa"ucap Kesha menarik tangan Reyhan untuk berdiri.
Reyhan tersenyum, "Aku tahu kamu pasti bilang begitu, tapi setidaknya kamu sudah tahu perasaanku sebenarnya. Aku tidak perduli dengan semua ucapanmu. Meskipun kamu menolakku gak apa. Bagiku sudah mengungkapkan semua unek-unek dalam hati yang tersimpan bertahun tahun sudah tersampaikan aku sudah merasa sangat lega"ucap Reyhan memeluk tubuh Kesha.
Meski hanya terakhir baginya, ia tak masalah. "Maafkan aku"ucap kesha membalas pelukan Reyhan.
Reyhan melepaskan pelukannya berdiri di samping Kesha. "Maaf ya, tiba-tiba aku memelukmu." Ucap Reyhan.
Kesha hanya tersenyum tipis. Melihat senyum di bibir Kesha ia hanya terdiam, jemarinya tak bisa tertahan memegang bibir Kesha. "Shaa. Untuk yang terkhir bolehkan. Aku tidak akan membahas lagi tentang semua perasaanmu padaku"ucap Reyhan, mendekatkan wajahnya.
Sebuah kecupan mesra di bibir Kesha tanpa penolakan darinya, dan Vino yang semula masuk ke dalam hotel ia berlari keluar iangin menemui Kesha, tetapi saat melihat Kesha tapat di depanya berciuman mesra dengan lelaki lain. Ia mengurungkan niatnya untuk mendekatinya.
"Ternyata begitu"ucap Vino. Melangkahkan kakinya dengan rasa kesal dan marah menggebu-gebu dalam hatinya. Pergi masuk ke dalam hotel.
Kesha melihat Vino pergi, ia mendorong tubuh Reyhan dan berlari mengejar Vino.
"Vino!!" Kesha mengejar Vino yang berajak pergi masuk ke dalam hotel.
Vino tak perdulikan Kesha yang mengejarnya. "Vino tunggu!!" Teriak Kesha pagi. Ia terus berlari dan akhirnya bisa masuk dalam Lift berdiri di samping Vino.
__ADS_1
"Ada apa??" Tanya Vino.
"Maafkan aku"ucap Kesha menundukkan badannya.
"Iya"jawabnya singkat tanpa memandang wajah Kesha di sampingnya.
"Kenapa kamu begitu, apa kamu marah soal tadi. Maaf tadi hanya sebatas perpisahan aku dan dia. Dan kamu juga bersama wanita lain tadi kan. Kamu mengusap lembut rambutnya. Berjalan bercanda tertawa bersama."ucap Kesha. Napasnya masih tak beraturan.
Vino hanya diam tak menggubris ucapan Kesha. "Apa kamu gak bisa sedikit menatapku"benatak Kesha. Menadik tangan Vino agar mau menatapnya.
Vino seketika menoleh dan langsung mengecup Kesha dengan sangat ganasnya.
"Apa yang kamu lakukan"bentak Kesha mendorong tubuh Vino.
Vino tersenyum sinis, "begitu marah saat aku cium tapi dengan lelaki lain kamu begitu membalasnya"ucap Vino, mengusap bibirnya.
Lift sudah terbuka, Vino beranjak keluar dari dalam Lift. "Aku tadi hanya menghilangkan bekas ciuman lelaki itu"ucapnya tanpa memandang ke belakang.
----00----
Di sebuah kamar hotel, manda terus berjalan mondar-mandir dengan perasaannya yang sangat bingung kali ini
"Aron sendang mandi, lebih baik aku sekarang cari Kesha. Dan harus meluruskan hubungan mereka"gumam Manda berjalan lurus ke kamar Vino.
Tokk..tok..
Kenapa sepi gak ada jawaban sama sekali, gumamnya.
"Ada apa??" Tanya Vino yang baru mau masuk ke dalam kamarnya.
"Kamu dari mana?. Di mana Kesha?. Apa dia tidak bersamamu tadi?"tanya Manda.
"Entahlah di mana dia aku gak perduli sekarang. Jangan sebut nama dia lagi. Aku gak mau telinga aku merasa sangat terganggu dengan sebutan nama itu"ucap Vino yang sepertinya masih nampak kesal.
Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka, dari raut wajah Vino sepertinya dia sangat marah dengan Kesha, gumam Manda dalam hati.
Vino berjalan masuk ke dalam kamarnya, tanpa perdulikan Manda yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.
Manda berlari kembali ke kamarnya kali ini, ia merasa tak ada jawaban dari Vino. Dan Vino juga masih kesal ia tak mau mengganggunya. Dari pada kena bentak Vino nantinya.
Manda berjalan masuk ke kamarnya, langkahnya terhenti melihat Aron masih mengenakan handuk menutupi bagian tubuhnya. Manda langsung manarik tangan Aron.
"Syang. Syang, kamu tahu gak di mana Kesha, kata Vino tadi dia tidak menginap di hotel itu. Dan Vino juga tak tahu di mana ia berada sekarang"tanya Manda pada Aron. Ia mencoba berbohong pada Aron, soal Vino tadi tak berkata jujur dan cuek padanya.
"Kenapa kamu gak coba hubungi dia saja?" Ucap Aron.
__ADS_1
"Gak mungkin di angkat, dari kemarin udah aku coba hubungi tetap sama saja tidak di angkat sama sekali olehnya"ucap Manda kesal. "Bahkan chat aku tadi juga gak di balas syang"ucap Manda memeluk tangan kanan Aron
Ia kehilangan sahabatnya itu saat mau naik ke perahu, padahal tadi sempat jalan bersama berempat. Dan setelah sampai setengah perjalanan Kesha tiba-tiba hilang entah kemana. Dan Vino juga begitu, tiba-tiba pergi ke suatu tempat tanpa memberi tahu Manda dan Aron.