Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Dalam Ruangan


__ADS_3

Manda masih terdiam duduk di kursi kerja Aron. Tanpa menatap ke arah Jack yang masih duduk di sofa. Suasana nampak hening setelah pertengkaran yang tak ada habisnya tadi, membuat suasana menjadi canggung, bahkan kini tak saling memandang maupun mengucap kata satu pun.


Manda menatap meja kerja Aron, ada sesuatu yang membuatnya mulai tertarik. Ia membuka setiap file yang ada di meja. Ia mencoba membuka beberapa file yang membuatnya tertarik dari sampulnya tertuliskan namanya.


" Manda "


"Kenapa dokumen file ini bertuliskan namaku. Emangnya ada hubungan denganku atau sesuatu yang penting dariku" Manda terus bebricara dalam hati dengan menganggukkan kepalanya pelan seolah ia sedang berpikir masalah yang serisus.


Ia mengerutkan bibirnya sembari tangan leluasa membuka setiap lembar kertas di dalamnya.


" Fotoku!!"


" keluargaku!" Gumam Manda melebarkan mata seketika. Dalam hati berkata ada yang aneh dalam berkas ini sepertinya Aron menyembunyikan sesuatu. Namun entah apa itu. ia juga masih sangat penasaran dengan semuanya.


Manda mengambil posisi duduk tegap dengan mata sudah nampak serius. Baru membuka lembar berikutnya, dan ia belum sempat membaca suara pintu terbuka membuatnya terkejut dan sontak menutup dokumen file itu kembali. Dan meletakkan di balik tumpukan dokumen lainnya . Agar aron tak curiga padanya.


Aron berjalan ringan melihat Manda di kursi kerjanya ia tersenyum manis, dengan mata memutar menatap ke arah jack yang duduk diam di sofa membaca beberapa koran hari ini.


" hai Jack" Sapa Aron duduk di sofa samping jack. Dengan wajah yang nampak berbinar tak seperti biasanya.


" Sepertinya teman aku ini ada seusuatu yang membuat mu senang" Ucap Jack merangkul pundak Aron


" pasti kamu sekarang tahu siapa yang membuatku senang kali ini" Aron melirik ke arah Manda yang duduk menatap mereka sambil mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


Jack menatap ke arah Manda. Ia tahu mandalah yang merubah Aron jauh lebih baik, namun ia masih berharap Aron akan terus seperti itu. Dan kepribadian gandanya tidak akan pernah muncul lagi.


" Baiklah sepertinya kalian harus bersenang-senang. Gimana kalau kalian ikut aku ke Canada kita liburan ke sana. Sekalian aku mau urus perusahaanku di sana" Ucap jack menepuk punggung Aron.


" Sepertinya ide yang bagus. Sesudah nikah dengan Manda, tidak pernah berbulan madu ke luar negeri." Ucap Aron. Ia beranjak berdiri mendekati Manda. Ia berdiri di belakang Manda dengan tangan memegang pundaknya.


" Kamu mau kan?" Tanya Aron memiringkan badanya agar bisa menatap istrinya itu.


Manda menatap ke bawah, tak menggubris pertanyaan Aron.

__ADS_1


Pikiran Manda masih terbayang tentang file tadi. Ia sangat penasaran apa yang ada dalam isi file itu. Sebelum pergi nanti ia berharap bisa membacanya. Kini ia semakin curiga dengan Aron seperti ada yang di sembunyikan darinya.


Rasa curiga dan penasaran masih terbayang di otaknya. Tetapi ia mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Aron. Ia lebih memilih mengetahui sendiri. Seakan ia tahu jika Aron tak akan mungkin mrnjawab pertanyaan tentang file itu.


" kenapa kamu diam?" Tanya Aron dengan tangan memegang dada Manda sontak membuatnya terkejut meloncar berdiri seketika, dan tebangun dari pikiran curiganya.


" kenapa kamu mengejutkanku" Ucap Manda mengusap dadanya lembut. Ia menarik nafasnya perlahan untuk mengatur detak jantungnya yang berdegup sangat kencang.


" Kalau aku pegang bagian yang sensitif pasti kamu terkejut. Yah mungkin bisa jadi kamu langsung memukulku" Ucap Aron dengan senyum menggodanyam. Seakan ia sudah bersiaga akan memdapat pukulan dari Manda.


Manda hanya terdiam tak tersenyum sekalipun. Pikirannya masih terbanyang data apa tadi yang ia buka.


Aron menarik tangan Manda memutarnya berbalik pandangan.


" Ada hal apa yang mengganggu pikiran istriiku ini" Ucap Aron mamemeluk erat pinggang Manda dari belakang. Dengan dagu menempel di pundaknya.


Hembusan napas berat aron terasa di pipi Manda yabg masih ada helaian rambut tipis di samping telingannya.


Manda memegang tangan Aron di pingganggya mencoba untuk menghilangkan rasa curiganya pada Aron.


Hembusan napasnya kini saling berpacu dalam sebuah tatapan yang membuat aron terbuai dalam alunan cinta. Sebuah kecupan mendarat di bibir Aron. Tak mau kalah dengan Manda ia membalas nya hingga permaianan bibirnya semakin dalam.


Lelaki itu melepaskan pelukannya, memutar mata ke badan manda dalam dekapan berdua. Ia menarik pinggang Manda dalam dekapan hangatnya. Dengan bibir saling bermain, saling membalas, hingga saling merengkuh, mencengkram baju satu sama lain.


Jack yang merasa ada hal panas ia hanya tersenyum tipis dan beranjak pergi dari ruangan itu. Ia tak mau melihat hal panas itu di depan matanya.


Manda melepaskan kecupannya dengan tangan masih memegang kepala Aron ia saling menatap satu sama lain. Lelaki itu menaikan tubuh Manda ke atas meja. Dengan segera ia beraksi kembali dengan kevupan bibir namun semakin dalam. Hingga jemari tangan Aron tak kuasa lagi untuk menahan.


Ia membuka menyingkap gaunya dan mulai jemari-jemarinya menyelinap ke dalam di balik baju Manda. Suara desahan keras Manda hingga keluar dari kantor mambuat setiap orang pegawai yang lewat ruangan itu mengerutkan keningnya seolah jijik dengan apa yang mereka lakukan di kantor itu.


Bahkan banyak orang yang bilang jika Manda itu pelakor. Karena Aron sudah mempunyai istri sebelumnya.


Beberapa pegawai mendengarkan di balik tekbok yang menghalangi jarak mereka dengan dalam ruangan itu. Desahan dan erangan membuat mereka hanya menelan ludah. Ada yang mendukung hubungan mereka namun ada juga yang menghujat Manda.

__ADS_1


" Dengar gak suara desahan gadis itu, sangat menjijikkan" Ucap salah satu pegawai yang beridiri di samping pintu ruangan Aron.


" Iya dia juga sok cantik, padahal di bandingkan non Fany tak ada apa-apanya" saut Salah satu pegawai lainya.


" Iya benar. Kini wajahnya nampak polos di luar, tapi masih saja menggoda Tuan Aron bahkan mau main dengannya di dalam ruangan lagi sangat mejijikkan ulahnya" Sambung lainnya.


Erangan terkahir terdengar sangat keras dari luar tanda mereka sudah sampai titik Akhir.


" Sepertinya mereka sudah selesai. Lebih baik kita pergi" Pegawai itu segera berlari bubar dari tempat ia berdiri. Sebelum Aron datang dan marah-marah dengannya. Dan bisa-bisa di pecat gara-gara menguping hubungan mereka di dalam.


Tak lama memang Aron keluar dari ruangannya. Dengan baju masih berantakan. Ia berjalan keluar dan tangan membenarkan Dasinya dan juga merapikan jasnya lagi ia tak mau tampil dengan baju kusut. Agar semua orang tak curiga dengan barusan yang ia lakukan dengan Manda.


Tak lama Jack yang nendengar ucapan para pegai itu lekas cepat masuk ke dalam ruangan Aron. Ia ingin memberi tahu Manda agar ia hati-hati dan tidak berhubungan di kantor. Bisa-bisa mereka marah karena sebagian mereka mendukung hubungan Fany dan Aron. Karena mereka di rasa sangat cocok. Baik umur dan wajahnya.


Langkah Jack terhenti seketika melihat gaun manda masih menyingkap melihatkan kemolekan tubuhnya. Bahkan ia masih mencoba menarik resleting gaunya di punggung yang terasa sangat sulit untuk ia jangkau dengan tangannya.


" Kenapa kamu masuk" Ucap Manda sebisa mungkin tangannya menutupi tubuhnya yang memang sebagian masih terbuka.


" Maaf-maaf aku gak tau" Jack menutupi ke dua matanya dan memalingkan pandangannya.


" cepat keluar" Bentak Manda.


" Aku bisa bantu kamu menutupi reselting gaunmu. Tanang saja aku tidak akan berbuwat macam-macam bahkan melihatnya atau menyentuhnya"


Manda mulai berpikir gak apa lah ada baiknya juga dia membantu. Asal matanya tertutup dan tidak menatap tubuhnya.


" Baiklah" Ucap Manda dengan anda terpaksa.


Jack memejamkan matanya mencoba menutup resleting gaun Manda.


" udah selesai" ucap Jacak dengan badan langsung menatap ke belakang tak mau ia melihat Manda dalam keadaan seprti itu.


Dan aron juga tidak membanti dia malah membiarkan dia Manda di dalam sendiri. sedangkan ia keluar begitu saja entah kemana. Mungkin ada urusan mendadak hingga ia harus terburu-buru pergi meninggalkan Manda.

__ADS_1


jangan lupa vote ya kak.. sagu suara kalian memberiku semangat. beri koin juga gak papa.. hehehe. semoga bisa up lebieh banyak lagi tiap harinya..😊😊


__ADS_2