Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Part Vino 2


__ADS_3

Setelah selesai jalan-jalan Kesha kembali ke kamarmya, ia menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya menunjukan pukul 02.00 pagi.


Reyhan mengantar Kesha masuk tepat di depan kamar hotelnya. Karena ia tak mau tanggung antar Kesha hanya sampai di depan hotel.


"Aku kembali dulu ya, makasih sudah menemaniku jalan-jalan tadi"ucap Kesha tersenyum lebar.


"Sama-sama, aku boleh minta nomor ponsel kamu?" Tanya Reyhan pada Kesha.


"Baiklah" ucap Kesha. Ia segera mengambil ponsel Reyhan di tangannya jemarinya sangat lihai mengetik nomor ponselnya yang sudah ia ingat.


"Sudah"ucap kesha mengembalikan ponsel Reyhan.


"Baik, nanti aku hubungi kamu ya, kapan-kapan aku mau ajak kamu keliling lagi. Sebelum kamu balik lagi entar"ucap Reyhan.


"Iya, "ucap Kesha singkat, ia melambaikan tangan pada Reyhan dan segera membuka pintu kamar hotelnya.


Kesha hari ini merasa sangat gembira bisa melupakan masalah hatinya sejenak, meski belum sepenuhnya hilang semua masalahnya. Tapis setidaknya sekarang tak terlalu ada beban pikiran yang mengganggunya.


"Kamu dari mana tadi??" Tanya Vino, yang duduk bersandar di ranjang menatap ke arahnya.


"Emang apa urusanmu??"ucap Kesha, wajahnya yang semula terus tersenyum, seakan senyum itu perlahan hilang dari raut wajah Kesha.


"Aku hanya tanya kamu tadi kemana?" Tanya Vino dengan nada semakin meninggi. Ya, meskipun Vino tidak perduli dengan kesha, itu hanya ucapan dari mulutnya, sebenarnya dalam hati ia masih mengharapkan Kesha. Namun apalah Kesha bahkan tak perdulikannya, dan sama sekali tak mengharapkannya.


"Aku keluar jalan-jalan, memangnya kanapa?" Tanya Kesha, ia terlihat sangat kesal dengan Vino. "Bukannya kamu sudah tidak perduli denganku, tapi kenapa kamu tanya segala aku dari mana?" Lanjut kesha.


Vino beranjak berdiri dari ranjangnya, berjalan perlahan mendekati Kesha. Ia menarik tangan kesha untuk menatapnya. "Apa yang kamu bilang??" Tanya Vino.


"Bilang apa, memang itu kenyataanya. Kita sudah gak ada hubungan jadi terserah aku keluar kemana saja"ucap Kesha menjelaskan.


Vino tersenyum tipis, kamu tadi dengan siapa" tanya Vino lagi, ia semakin penasaran dengan siapa Kesha tadi jalan.


"Bukan urusanmu, udah aku capek mau tidur" ucap Kesha, ia membaringkan badannya ke atas ranjang tanpa perdulikan Vino.


"Oya, kalau kamu mau tidur, tidur saja di sofa jangan tidur di sampingku"lanjut Kesha, ia menarik selimut menutupi sekujur tubuhnya.


Vino dengan amarah yang sudah mengobar, ia berjalan mendekati Kesha, menarik selimut Kesha kasar. "Aku tanya jawab dulu" Bentak Vino, semakin membuat kesha mengerutkan tubuhnya.


"Kenapa kamu membentakku, lagian apa urusnya denganmu"ucap Kesha dengan nada semakin meninggi.

__ADS_1


"Kamu tu..."Vino menghentikan ucapannya, seolah ia tak bisa mengungkapkan perasaannya lagi. Ia takut di tolak lagi, lebih baik sekarang diam.


"Baiklah terserah kamu" ucap Vino.


Vino yang merasa sangat kecewa ia benar-benar tak bisa manahan amarahnya. Ia gak mau Kesha suka dengan lelaki lain. Seolah ia menarik kata-kata yang baru saja ia ucapkan di air mancur tadi. Sebenarnya Vino masih menginginkan Kesha, ia masih mengaharapkannya. Tak mau kehilangan dia lagi.


Ia menarik tangan Kesha ke atas, menguncinya rapat membuat ia tak bisa berkutik. "Apa yang kamu lakukan lepaskan aku"bentak Kesha pada Vino, namun Vino seolah tak mendengar ucapan Kesha itu. Ia terus melakukan aksinya dengan segera melahap semua kain yang menempel di tubuh Kesha dengan ganasnya, ia merobek semuanya.


"Aku gak mau kamu dengan lelaki lain, kamu hanya milikku, hanya untukku"ucap Vino,


Belum sempat melakukan aksinya, terdengar seseorang mengetuk pintu.


Tok...tok..tok..


Ketukan itu sangat keras membuat Vino merasa terganggu. "Siapa yang mengangguku"ucap Vino, ia beranjak berdiri, dengan segera membuka pintunya.


Belum sempat berbicara seorang lelaki tiba-tiba memukulnya berkali-kali hingga tersungkur ke bawah. "Apa yang kamu lakukan pada Kesha" Bentak lelaki itu, terus memukuli wajah Vino.


Kesha hanya terdiam menangis menutupi tubuhnya dengan selimut tebal. Tanpa memisahkan mereka yang sedang berkelahir hingga tersungkur ke lantai.


"Kamu siapa?, kamu bukan siapa-siapa Kesha gak usah ikut campur urusanku"ucap Vino, membalas memukul Reyhan berkali-kali.


Vino hanya terdiam, memenggang ujung bibirnya, yang mengeluarkan darah segar. Ia berpikir ada benarnya juga apa yang di bilang Reyhan, ia hanya lelaki yang selalu menyakiti Kesha, bahkan saat Kesha jauh saja. Ia diam-diam menduakan Kesha, dan diam-diam pernah menyukai Manda. Aku hanya lekaki playboy yang tak pantas dapat cinta dari Kesha, gumamnya dalam hati.


Reyhan segera menbawa kesha pergi, dari kamar itu menuju kamar temannya yang tak jauh dari Kamar Vino tadi. Bahkan kini Vino hanya diam tak mencegah mereka pergi.


"Kamu tidur saja di kamar temanku ya"ucap Reyhan menuntun tubuh Kesha di kamar yang hanya berjarak 10 langkah dari kamar Vino.


Tokk..tok..


"Iya,"ucap seorang wanita yang mulai membuka pintu kamarnya.


"Reyhan, dia siapa? Kenapa dengan dia?" Tanya wanita itu.


"Ngel, aku harap kamu mau menolongku sekarang ya, biarkan dia menginap di sini selama beberapa hari."Ucap Reyhan.


Angela tersenyum, "baiklah, ayo masuk, kamu nanti pakai bajuku saja ya?" Ucap Angela memapah tubuh Kesha masuk ke dalam kamarnya.


"Sekarang kamu cepat pulang"suruh Angela pada Reyhan. Ia segera menutup kembali pintu kamarnya.

__ADS_1


Angela wanita yang sangat ramah, dia bahkan mudah bergaul dengan siapapun meskipun orang yang tidak ia kenal sekalipun. Sifatnya yang terbuka, membuat ia mudah mencari teman.


Angela mengambilkan baju tidur untuk Kesha untuk hari ini,


"Sekarang kamu pakai baju dulu, setelah itu tidur, lupakan sejenak apa yang terjadi, besok kamu bisa cerita denganku apa masalah kamu"ucap Angela.


Kesha segera memakai baju, untuk menutupi tubuhnya, tak lama Kesha mulai berbaring di samping Angela yang sudah tertidur pulas di rajangnya.


Aku beruntung ada orang baik yang menolongku,gumam Kesha. Menatap wajah Angela, lalu menutup matanya perlahan.


--00--


Keesokan harinya, Manda sudah selesai mandi dan bersiap untuk jalan-jalan. Namun ia masih menunggu Aron yang masih tertidur.


"Syang.."panggil Manda pada Aron.


"Bangun, kita jadi jalan gak??" Tanya Manda pada Aron.


"Hemm.. apaan sih"ucap Aron membaringkan, tubuhnya ke kiri.


"Ayo bangun cepat" Manda menarik tangan Aron hingga terjatuh ke lantai.


"Apaa sih syaang" gumam Aron meringis kesakitan. Seakan mau marah namun tak jadi, ia tidak bisa marah dengan Manda.


"Ayo keluar gak??" Tanya Manda memastikan.


"Iya bentar sayang, ku mandi dulu"Aron beranjak berdiri masuk ke dalam kamar Mandi. Sebelum Manda mukai bawel lagi karena dia kelamaan mandinya.


Hanya butuh waktu 15 menit Aron sudah keluar dari kamar Mandi, ia menatap Manda yang diam duduk di sofa dengan tangan terus menyentuh lembut perutnya.


Aron berjalan perlahan mendekati Manda, menyentuh perut Manda dari belakang. "Aku juga ingin menyentuh anakku" gumam Aron, mengejutkan Manda.


"Udah cepat ganti baju saja"bentak Manda menepis tangan Aron dari perutnya.


"Baiklah istriku yang bawel"ucap Aron mengacak-acak rambut Manda.


"Ih.. selalu deh, ku tuh udah sisiran rapi, malah di berantakin gitu aja" gumam Manda kesal.


Aron hanya tersenyum ia segera mengenakan bajunya, ia kini hanya menggunakan kaos biasa di balut dengan jaket lepis yang terasa pas di tubuhnya. Dan memakai jam tangan Rolex berwarna hitam. Penampilannya benar-benar membuat Manda terkagum-kagum dengan ketampanan suaminya itu. Meski terpaut umur 10 tahun tak jadi amsalah baginya. Karena cinta tak memandang umur.

__ADS_1


__ADS_2