
Tak lama Fany datang masuk ke sebuah bar, dengan santainya berjalan mendakati Aron, yang sudah duduk tersungkur tak berdaya di meja bar hitam.
Fany datang karena memang sengaja pegawai Bar itu menelpon Fany agar segera membawanya pulang. Karena Aron sudah habis banyak minuman dan itu sangat membahayakan bagi kesehatanya. Apalagi dia baru sembuh dari komanya.
Sudah berkali-kali di ingatkan Oleh para pegawai bar untuk berhenti minum. Namun mereka malah di caci maki oleh Aron. Bahkan ucapan mereka tak di gubris olehnya.
" Aron kamu kenapa?" Ucap Fany mencoba mengangkat kepalanya yang tak sanggup duduk tegap menatapnya.
Tak di dengar oleh Aron Fany segera membawa pergi Aron dari bar itu. Menarik tubuh Aron lalu memapahnya. Telintas dalam benak Fany untuk membuat Aron akan semakin mencintainya bahkan ide yang sangat cemerlang dan begitu licik itu begitu saja terlintas dalam benaknya.
Fany tersenyum tipis memapah tubuh kekar Aron yang terasa berat itu keluar dari bar.
Huak..huak...
Aron memuntahkan semua minumannya tepat di baju Fany.
" Shitt.... apa ini" Fany terjingkat menatap jijik bajunya yang terlihat kotor ternoda muntahan minuman Aron.
" Kalau bukan karena ayah aku yang menyuruhku menikah dengannya, gak mungkin aku akan seperti ini. Lebih baik aku pergi dari pada harus repot-repot membawanya pulang" Batin Fany seolah menatap Aron dengan tatapan tak suka.
Ia memapah tubuh aron berjalan menuju ke parkiran. Fany meletakkan lelaki itu di kursi belakang. Lalu membawanya pergi ke suatu tempat. Rencana liciknya untuk membuat manda terluka kali ini akan berhasil. Bahkan Aron pun tak mungkin bisa menolaknya. Meskipun ia harus terpaksa merelakan dirinya.
" Kamu akan hancur Manda" Gumam Salsa dengan senyum sinis masuk ke dalam mobil.
Mobil Fany perlahan melaju dengan kecepatan standart jeluar dari parkiran Bar. Ia melewati jalur menuju rumah Aron, jalur yang seharusnya Fany berbelok ke kiri. Namun seakan ia lupa dan terus melaju lurus menuju ke suatu tempat.
Tak lama perjalanan memakan waktu 20 kenit. ia sampai di sebuah apartemen mewah di pusat kota. Fany beranjak turun menarik yubuh Aron agar berdiri, kali ini ia harus memapah tubuh Aron masuk. Tak ada pilihan lain lagi terpaksa ia harus memapah ke dalam sebuah apartemen nomor 201.
Ia berjalan sempoyongan kelebihan beban. Gubuh Fany yang mungil namun seksi itu. Harus memapah beban berat tubuh kekar Aeon.
__ADS_1
" Tubuhnya sangat berat" Gumam Fany terus berdecak kesal. Namun demi rencananya berhasil ia harus menahan beratnya tubuh Aron.
Hingga ia sampai di apartemennya, dan dengan segera membuka pintu. Sebuah tempat tinggal yang terabaikan namun masih tetap terlihat rapi. Kali ini ia membawa Aron di sini dan mungkin juga untuk beberapa hari mereka akan tinggal bersamanya. Itu kalau Aron tak memaksa dia untuk pulang ke rumah.
" Manda!!" Gumam Aron masih memejamkan matanya.
" Manda jangan pergi" Gumam Aron lagi membuat telinga Fany risih mendengar nama Manda, manda dan manda. Entah kenapa dalam hati Aron hanya Manda. Bahkan dia melupakan Sindy yang dulu tak pernah ia melupakannya.
Dan kini Aron masih tak sadar tubuhnya bahkan masih lunglai seakan tanpa tulang tak berdaya di delam rangkulan Fany.
Fany membaringkan tubuh lelaki itu di atas ranjang, dengan sigap ia membuka kancing baju Aron. Kesempatan yang tidak datang berkali-kali. Ini pertama kali Fany akan mencoba permainan Aron meskipun tak berdaya dan tak sadarkan diri. Fany tak perduli dengan itu.
" Manda sini" Aron tanpa sadar menarik tubuh Fany dalam dekapanya. Halusinasinya mengira itu adalah Manda. Tanpa penolakan dari Fany.
Namun Fany seakan bermain sendiri mendesah, mengerang menikmati permainannya. Ia mengecup bibir Aron. medekap mencengkram tubuh Aron sangat erat.
" Jika aku punya anak dari Aron maka semua kehidupanmu akan berakhir Manda" Ucap Fany. Ia membaringkan badannya di samping Aron dengan balutan selimut tebal berwarna putih menutupi sekujur tubuh mereka berdua.
Ia memeluk tubuh Aron sangat mesra, dan tak lupa untuk mengabadikan dengan foto di ponselnya. Agar dengan mudah di kirim kan ke manda nanti.
Hingga beberapa foto telah di ambil, Fani tidur di samaping Aron dengan tangan merengkuh erat tubuh Aron.
Aron yang tak sadar dan mengira iyu Manda. Ia membalas merengkuh tubuh fany snagat erat. Kali ini Fany menabadikan momen itu lagi di ponselnya dengan senyum licik tepapang di wajahnya.
****
Di balik taxi Manda masih berdiam diri, entah kenapa tiba-tiba hatinya merasa sangat sakit. Bahkan terasa seperti di tusuk seribu jarum yang menyakitkan. Napasnya kini terasa sangat sesak seakan dililit oleh perasaan cemas dan khawatir pada Aron. Ia terus memegang dadanya, mencengkram erat bajunya untuk menahan rasa sakit yang semakin menjadi.
" Kenapa dengan hatiku" Gumam Manda lirih yang mesih mencangkram erat bajunya.
__ADS_1
Tak lama sopir itu berhenti tepat di delan rumah Aron. Manda segera turun dari taxi.
" Berapa pak?" Tanya Manda dengan tangan kanan mengulurkan beberapa lembar uang.
" Udah gak usah non. Tadi seseorang sudah membayar semuanya" Ucap sopir taxi itu yang mulai beranjak pergi.
" Siapa yang bayar" Manda terus bertanya dalam hatinya. Ia curiga dengan jack, apa dia yang bayar semuanya.
" Udahlah di pikir nanti, besok kalau bertemu dia lagi aku akan kembalikan uangnya" Manda berjalan msuk ke dalam rumah Aron. Ia melihat ada mobil Kesha di depan rumahnya.
Tanpa pikir panjang Manda bergegas membuka pintu dan berlari masuk menuju ruang tamu. " Kesha !!" teriak Manda dengan senyum semringai terpancar di wajahnya. Ia sangat senang kali ini bisa saling curhat lagi dengan kesha. Meskipun tak bisa sesering dulu. Karena dia juga sudah baikan dengan suaminya dan pastinya lebih memerhatikan Aron lebih banyak .
" manda apa kabar?? maaf dulu aku meninggalkanmu di saat ada masalah" Kesha memegang ke dua bahu Manda. Dengan senyum manis terpancar di wajah cantiknya.
" Aku baik, tapi entah kenapa hari ini hatiku tidak baik" Ucap Manda raut wajah kebahagiaannya terasa pupus dari wajahnya. Ia menundukkan kepalanya dengan wajah terlihat muram.
" Emangnya ada masalah apa lagi dengan kak Aron" Tanya Kesha mendongakkan kepala manda agar menatap matanya.
" Kesha!!" Manda tiba-tiba memeluk erat kesha dengan air mata yang sudah tak bisa terbendung lagi.
" Manda kamu kenapa?. Apa kak Aron menyakitimu lagi" Tanya kesha yang terlihat khawatir sahabatnya itu tiba-tiba menangis dalam pelukannya.
Vino terdiam menatap mereka. Ia beranjak berdiri mendekati kesha dan Manda.
" Manda jawab apa kak Aron menyakitimu" Tanya Vino berdiri di samping kesha.
" Dia salah paham denganku, gara-gara kak Jack" manda menyeka air matanya, ia melepaskan pelukannya dan beranjak duduk di sofa. Manda mencoba menenangkan hatinya sejenak.
" Sekarang di mana kak Aron" Tanya Vino terlihat sangat marah. Vino tidak suka kak Aron selalu menyakiti hati Manda. Karena dia sangat penting baginya. Meskipun tak bisa bersama setidaknya ia bisa menjaga dari jauh.
__ADS_1