Gadis Simpanan Om Tampan

Gadis Simpanan Om Tampan
Kestiaan


__ADS_3

Jarum jam sudah menujukan pukul sebelas siang. Manda hanya ada 4 jam mata kuliah hari ini, dengan materi yang berbeda dalam satu hari.


Ia pulang lebih awal, dan berniat langsung pergi rumah tanpa berhenti dulu kemana-mana. Namun kini, Manda masih terdiam di taman, menunggu Vina yang masih beli minuman di kantin kampus. Katanya dia haus,


"Hai.." sapa seorang lelaki yang membuat Manda sangat terkejut. Ia langsung teringat apa yang di katakan Aron tadi, jika tidak boleh dekat dengan lelaki lain saat tidak bersama dirinya.


Manda hanya menunduk, menggeser duduknya ke samping kiri menjauh dari kelaki di sampingnya itu. Tanpa memandang siapa di sampingnya. Meskipun begitu, ia tahu suara siapa itu. Dia adalah Albert. Lelaki yang selalu mencoba mendekatinya. Tapi ia selalu menolak dan menganggap dia hanya teman. Karena dia kenal dengan suaminya juga, dan Aron juga tidak terlalu curiga dengannya. Jadi Aeon tidak marah jika dia dekat dengan istrinya asal itu di depan matanya, gak main belakang.


Ya, lelaki itu adalah Albert, dia duduk di samping Manda. "Kamu nunggu Vina?" tanya Al.


"Iya!" ucap Manda ragu, ia sangat gugup takut ia tidak bisa menepati janjinya pada Aron.


"Boleh aku temani sebentar" ucap Al, dengan sangat percaya diri.


"Maaf, aku gak mau nanti jadi salah paham. Dan bahan gosip yang tidak-tidak. Aku gak mau jika suamiku tahu. Dan menuduhku bermain belakang dengan kamu. Kalau kamu mau bertemu, atau bicara denganku. Harus di depan suamiku. Ngobrol bersama dengannya. Namun hanya sebatas bisnis Keesokan harinya..


"Kenapa kamu bicara seprti itu. Padahal aku hanya ingin ngobrol saja tidak lebih" ucap Al.


"Gimana kalau ngobrolnya di tunda dulu" saut Vina, yang sudah berdiri di samping Manda dengan dua minuman es capucino di tangannya.


"Ini da buat kamu" ucap Vina, mengulurkan satu minuman itu pada Manda.


"Ya, sudah aku mau pergi dulu" ucap Albert, yang mulai bangkit dari duduknya.


"Tunggu!" ucap Vina, memegang tangan Albert. Lelaki itu menoleh dengan rasa malas ke arah Vina.


"Ada apa?" tanya Albert.

__ADS_1


Vina memenggang botol minuman itu di tangannya, ia menghela napasnya sejenak, menghilangkan rasa ragunya untuk bertanya dengan Albert.


"Kenapa kamu setiap denganku selalu cuek, kalau dengan Manda kamu selalu perhatian. Emangnya aku salah jika ingin berteman dengan kamu" ucap Vina.


"Karena kamu terlalu memaksa" ucap Albert singkat, melepaskan tangan Vina di lengannya. Dan mulai melangkahkan kakinya menjauh.


"Aku memaksa gimana, bukannya aku gak pernah memaksa kamu untuk suatu hal. Aku hanya ingin kenal dengan kamu dan berteman. Emang kamu pikir aku suka dengan kamu" ucap Vina kesal, ia meluapkan semua emosi yang ada dalam hatinya. Dan Manda memegang tangannya agar ia tidak berelbihan dengan Albert. Dan tidak buang-buang energi untuk emosi dengan orang yang menjengkelkan seperti dia.


"Kalau kamu gak mau temenan dengan dia, jangan harap aku juga mau temenan sama kamu. Aku akrab dengan kamu juga di deoan suamiku. Di luar kita bukan teman" Ucap Manda, seketika lelaki itu menoleh ke arah Manda, dengan wajah nampak sangat kesal dengan apa yang di katakan Manda.


"Baiklah, tapi hanya sebetas teman" ucap Albert. "Dan ingat jangan terlalu dekat denganku, dan mengharapkan perasaan lebih" lanjutny.


Mendengar ucapan Albert membuat hati Vina langsung melunak seketika. "Baiklah" ucap Vina.


"Ya, udah aku mau pulang, kalau kalaian mau bicara, ulahkan aku bisa pulang sendiri kok Vin" gumam Manda menepuk pundak Vina.


"Baiklah" gumam Manda. "Aku pulang dulu" lanjutnya pada Albert.


"Iya, hati-hati" jawab Albert tersenyum samar.


Manda bergegas pulang, ia tidak bisa membiarkan ke dua anaknya masih di rumah sendiri. Lagian meski ara baby sister ia tidak bisa membiarkan mereka tanpa dirinya.


"Da, kenapa Albert suka sekali dekat denganmu?" tanya Vina, yang terlohat curiga dengan gerak-gerik Albert pada Manda. Dan apalagi dia selalu dekati Manda setiap ada kesempatan, tadi juga Manda saat bilang seperti itu langsung menoleh. Membuat Vina curiga jika Albert ada rasa dengan Manda.


"Entahlah Vin, aku gak bisa kalau dekat terus dengan dia, kamu tahu suamiku srlalu over, jadi kalau di luar aku harus jaga jarak dengan lelaki lain. Aku gak bisa dekat dengan lelaki lain. Kalau sama kamu gini gak apa-apa, meski kita keluar bareng jug gak apa-apa." ucap Manda, duduk santai menikmati perjalanan menuju ke rumahnya.


"Iya, u curiga dengan dia. Apa dia suka dengan kamu? Kamu lihat deh dari cara dia bicara dengan kamu, dari cara dia tatap kamu itu beda dengan cara dia bicara dengan aku" ucap Vina terus terang.

__ADS_1


Manda terdiam, memikikan apa yang di katakan Vina ada benarnya juga. Lagian dia begitu aneh saat dekat dengannya. Membuat Manda merasa sangat risih.


"Kamu pasti tahu?" tanya Vina lagi.


"Iya, makanya aku merasa aneh dengan dia, aku udah coba menjauh dari dia. tapi dia masih banyak cara untuk dekat denganku." ucap Manda. "Tapi aku gak suka dengan dia, kamu jangan marah denganku. Kamu tahu aku punya suami punya anak. gak mungkin aku suka dengan dia" lanjutnya.


Vina tertawa kecil, melihat Manda yang begitu khawatir jika dirinya akan marah dengannya. "Kenapa kamu panik gitu, aku gak marah denganmu. Aku hanya tanya, dan sebenarnya aku dari awal sufah tahu. Tapi aku yakin jika kamu gak mungkin suka drngan dia. Dari cara kamu perhatian dengan suami kamu, aku tahu kamu sangat mencintai suami kamu. Dan gak mungkin jika kamu berpaling darinya." ucap Vina, yang kini mobilnya sudah berhenti tepat di halaman rumah Manda. Rumah yang terlihat sangat sepi.


"Ya, udah nanti kalau kamu ingin kenal dengan dia. Kamu chat aku, aku akan segera beri tahu kamu semua tentang dia. Aku tahu saat dia melakukan kerja sama dengan suami aku, dan suami aku yang terlihat ramah dengan semua orang. Ia terkadang juga smcerita masalah pribadinya dengan orang lain. Kecuali masalah keluarga, dia sangat privat banget orangnya. Aku bisa tanyakan tentang Albert pada suami aku" ucap Manda yang mulai melepaskan sabuk pengamannya.


"Baiklah, aku chat kamu nantinya" ucap Vina.


Manda segera turun dari mobil Vina, dan melambaikan tangan ke arah Vina. "Aku pulang dulu ya?" ucap Vina.


"Gak Mampir dulu, minum atau makan dulu di rumah" ucap Manda.


"Gak usah, aku buru-buru mau kerja soalnya" ucap Vina, yang terlihat sangat buru-buru segera memutar mobilnya krluar dari halaman rumah Manda.


"Bye..." teriak manda melambaikan tangan dari belakang, melihat mobil Vina yang sudah menjauh dari rumahnya.


Manda segera masuk, dan baru membuka pintu dengan ukiran klasik berwarna coklat itu, ke dua anaknya sudah berdiri di depannya. Ingin menyambut amamnya pulang kuliah.


"Mama, ayo kita makan bersama" ucap Lia, menarik tangan mamanya, di balas dengan sentuhan lembut di kepalanya dengan jemari lentik Manda.


"Iya, ayo syang" ucap Manda.


Manda sekarang tidak pernah masak lagi, ia hanya menyiapkan baju Aron. Kalau urusan dapur sudah ia serahkan pada pembantunya. Dan soal beres-beres rumah juga sudah ia lemparkan semua tugas itu pada pembantu. Dulu ia sering bantu yang pembantu rumah tangganya untuk masak dan bersih-bersih. Karena ia tidak bisa hanya diam saja melihat.

__ADS_1


__ADS_2