Hotel Prince

Hotel Prince
Bad Boy


__ADS_3

Oh baby my apologies


I don't mean to leave you hanging on a string


The more you wanna fight that you fight that


The more I will pull you right back


Cuz I, I know how to make the devil cry


Break em down looking in my eyes


That's what I'll do to you tonight


•Red Velvet•



Hotel DeParis,


Tiga puluh menit sebelum Lidya menelepon Elena, terdengar suara ketukan di pintu kantor Elena.


"masuk.." sahut Elena.



Elena tersenyum ramah saat melihat sosok pria yang berjalan masuk ke dalam kantornya.



"ada angin apa kamu ke sini,Louis?" tanya Elena.



Louis tertawa "angin dari rumahku yang mendorongku kesini,Elena.."



Elena tertawa "duduklah.." sahut Elena sambil mengisyaratkan pada Louis untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya, Elena pun berpindah dari kursinya ke sofa yang hanya muat dirinya sendiri.



"Bagaimana kabar Lidya? Sebenarnya saya bingung karena Lidya yang tiba-tiba mengambil cuti.."



"dia tidak begitu baik,Elena.."



Elena mengerutkan keningnya "ada apa dengan Lidya? apakah dia sedang sakit? mengapa kalian tidak memberitahuku?" tanya Elena bertubi-tubi, seketika dia khawatir akan Lidya saat Louis memberinya jawaban.



Louis terkekeh "karena itu aku mencarimu hari ini,Elena..aku ingin meminta bantuanmu"



"tentu!! apapun itu!! kalian sudah seperti keluargaku sendiri!"

__ADS_1



Louis tersenyum "terima kasih,Elena.. Sebenarnya hubungan Lidya dan Luckas sedang bermasalah.."



"lho..bukankah mereka akan segera menikah?"



"dan tidak untuk sekarang.. Luckas telah mengecewakannya dan juga Ayles.."



"apa maksudmu,Louis?"



Louis menghela nafas,dia pun menceritakan secara singkat mengenai masalah Luckas dengan Lidya. Singkat namun jelas, Elena sudah bagaikan keluarga mereka sendiri. Dan kehadiran Louis di kantor Elena tentunya bukan tanpa alasan.



Setelah mendengar penjelasan singkat dari Louis,Elena merasa geram "bagaimana mungkin Luckas bisa seperti itu?!"



"karena itu,Elena..Lidya sangat terpuruk saat ini dan karenanya aku menyuruhnya untuk kembali ke Lexington beberapa hari untuk menata kembali perasaan dan pikirannya. Dia sedikit ragu karena pekerjaannya.."



Elena terdiam "mmm.. jadi..ini arti kedatanganmu?" goda Elena.




Elena tertawa "tidak perlu merasa malu,Louis..tentu saja aku tidak keberatan dengan hal ini..bukan hal berat bagiku.."



Louis bernafas lega "terima kasih,Elena..tapi ada satu hal lagi.."



"katakanlah.."



"aku yakin Luckas akan mencarimu saat mengetahui kami tidak berada di rumah.."



"tenanglah..aku tidak akan memberitahunya.."



Louis menggeleng "jangan! maka dia tidak akan berhenti mengganggumu"


__ADS_1


Elena kembali mengerutkan keningnya "jadi?? kamu tidak bermaksud menyuruhku untuk memberitahu keberadaan kalian bukan?"



Louis tersenyum penuh arti "tentu bukan itu juga,Elena.. katakan saja padanya jika Lidya telah berhenti kerja...secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas dan Lidya juga tidak memberitahu keberadaannya padamu.."



Elena tercengang dan akhirnya mengangguk "aku mengerti maksudmu.."



Tidak lama kemudian,handphone milik Elena berdering. Elena berjalan kearah mejanya dan meraih handphonenya,dia tersenyum dan menatap Louis


"your sister.." bisiknya sambil mengangkat teleponnya.



Louis tersenyum '*perfect* *timing*' pikirnya '*aku ingin sedikit memberimu kejutan,Luckas.. aku tidak sabar melihat reaksimu saat kamu mengetahui jika Lidya dan Ayles tiba-tiba kembali menghilang*..'



Setelah Elena mengakhiri telepon dari Lidya,dia menatap Louis dan tersenyum.



Louis bangkit berdiri "aku berhutang budi padamu,Elena..terima kasih banyak" sahutnya.



"tidak perlu sungkan,Louis.. Demi Lidya,ini hanya sekedar bantuan kecil saja..tidak perlu kau pikirkan.."



Louis mengangguk dan meminta izin untuk kembali,dia harus mengejar waktu untuk penerbangan mereka sore ini juga.



Kediaman Lidya,


Dua buah koper besar telah berdiri rapi di dekat pintu rumah mereka. Lidya merapikan rumahnya sedikit dan memastikan semua jendela dan pintu telah terkunci aman. Namun,dia sedikit kebingungan saat melihat Louis yang tengah sibuk menutup perabot ruang tamu mereka dengan kain putih.


"apa yang kamu lakukan,Louis? kita hanya pulang ke Lexington beberapa hari tapi kamu membuat rumah kita seakan tidak akan kembali lagi?" tanya Lidya kebingungan.


"aku...aku hanya menutup mereka..aku tidak mau melihat perabot kita dipenuhi debu saat kita pulang nantinya.." dalih Louis.


"tumben kamu seperti ini.."


"aku tidak ingin mendengar ocehanmu tentang debu menumpuk saat kembali ke sini nantinya,Miss Lidya.."


Kedua bola mata Lidya berputar "sesukamu saja,Sir Louis" sahutnya sambil memakaikan pakaian tebal pada Ayles.


Louis tersenyum penuh arti, dia sengaja menutupi perabotnya yang ada di ruang tamu. Dia yakin jika Luckas akan mengintip isi rumah mereka dari jendela rumah mereka dan dengan seperti ini maka Luckas akan sepenuhnya mempercayai ucapan Elena. Tanpa Louis sadari,dia tertawa.. hanya memikirkan reaksi Luckas saja membuatnya begitu senang.


Lidya dan Ayles yang baru keluar dari kamar,menatap Louis yang tengah tertawa dengan pandangan bingung.


"angkel??"


Seketika suara tawa Louis pun berhenti, dia melihat Lidya yang Ayles yang menatapnya dengan pandangan heran dan sedikit ngeri?

__ADS_1


Louis menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum canggung.



__ADS_2