Hotel Prince

Hotel Prince
Sebuah pilihan


__ADS_3

Freya Green adalah salah satu model terkenal,terutama di Inggris. Walau tinggi tubuhnya tidak memenuhi persyaratan sebagai seorang model,tapi wajah Freya yang manis dan cantik juga status sosial dari keluarga Green membuatnya dengan mudah mendapatkan ketenarannya. Pertemuan bisnis beberapa kali mempertemukan Freya dengan Luckas,tapi Luckas tidak sekalipun tertarik padanya. Malah Freya yang sangat tertarik pada Luckas,bahkan bukan hanya Freya tapi hampir seluruh wanita yang bertemu dengan Luckas akan jatuh hati padanya.


Saat ide pertunangan ini diketahui oleh Freya,dia langsung antusias menerimanya. Bukankah dia akan menjadi wanita yang paling beruntung karena menjadi pendamping Luckas Ryans. Hanya membayangkan para wanita yang akan iri padanya saat berita pertunangan di publikasikan saja telah membuat Freya bahagia.


Tapi Freya tidak mengetahui jika pertunangan ini hanya ide Dora semata bukanlah atas persetujuan Luckas.


------


Suara Arthur yang begitu tegas dan penuh berwibawa seakan menggetarkan seisi ruang tamu itu. Dan sekarang Lidya kembali tahu dari mana aura kepemimpinan Luckas berasal. Arthur terkenal ketegasannya memimpin Hotel Ryans,bahkan sejak dipegang Arthur,hotel Ryans sanggup semakin melebarkan sayap mereka hingga beberapa negara.

__ADS_1


"Sepertinya Dad tidak perlu mengajarkan bagaimana seharusnya kamu bersikap sopan pada nenekmu sendiri?!!" seru Arthur seakan menekankan Luckas untuk menuruti keinginan Dora. Arthur sangatlah menyanyangi ibunya karena sejak dia kecil,ibunya dengan kemampuannya sendiri memimpin Hotel Ryans bangkit dalam keterpurukan. Jadi baginya Dora adalah segalanya dan dia selalu menuruti keinginan ibunya,apapun itu.


"Mom..Dad..Kalian tahu,aku sangat menyayangi kalian.. termasuk grandma. Tapi,bukan berarti rasa sayangku harus menjadi alasan menuruti permintaan kalian yang bahkan tidak sesuai denganku!!" ucap Luckas dengan tegas dan jelas "mungkin grandma mengira jika semua yang kalian lakukan merupakan yang terbaik bagiku, Tapi tidak denganku!!! I'm not little boy anymore,dad!!"


Baru kali ini Lidya melihat betapa tegasnya Luckas, Lidya sekarang mengerti mengapa Luckas dengan mudah mengatur seluruh hotel Ryans,kerajaan Ryans. Walau dia hanya berumur 32 tahun tapi kepawaiannya dalam memimpin dan aura wibawanya yang begitu kental dengan mudah membuat Luckas mengatur seluruh karyawan-karyawannya bahkan begitu menghormatinya.


"Jika itu yang menjadi pikiran grandma, maka serahkan saja padaku. Aku akan berbicara pada Freya atau bahkan dengan keluarga Green langsung!!"


Merasa semua ucapannya,tidak satupun mengubah keputusan Luckas. Dora menatap Arthur seakan meminta bantuan pada anaknya untuk membujuk Luckas, Arthur mengangguk pelan "Baiklah! Jadi apapun itu keputusanmu tetap memilih Lidya??!"

__ADS_1


Luckas mengangguk dengan penuh keyakinan "apapun itu!!!"


"Baiklah..sekarang.. hanya satu pilihanmu, Lidya..atau Ryans?!" ucap Arthur yang langsung membuat Luckas,Martha dan Lidya tercengang. Wajah Luckas mulai memerah menahan amarah, Martha mendekati suaminya "Arthur,pikirkan kembali perkataanmu atau nanti kamu akan menyesal" bisik Martha.


Lidya memegang tangan Luckas seakan menyuruhnya untuk tidak emosi. Setelah mendengar perkataan Arthur,Lidya sadar akan status dirinya sendiri. Dan sekarang dia sadar jika dia tidak diterima di keluarga Ryans dan sudah seharusnya dia mundur atau Luckas akan membuat keputusan bodoh untuk meninggalkan keluarganya sendiri demi dirinya.


Lidya mengepal kedua tangannya,menahan rasa sakit hatinya dengan tangan gemetar,Lidya membuka suara "Maaf!!" suara Lidya memecahkan keheningan, membuat semua mata yang berada diruangan itu melirik kearahnya. Lidya berdiri mencoba tegar dengan sakit hati karena pembicaraan keluarga ini yang sejak tadi seakan-akan dirinya tidak berada disana. Rasa hormat pada mereka semua telah sirna, terganti oleh rasa amarah karena terhina "Mungkin aku berasal dari keluarga biasa-biasa atau bahkan bagi kalian jika keluargaku hanyalah keluarga miskin yang bisa kalian hina seenaknya. Tapi,setidaknya keluargaku mengajariku tata krama,kesopanan dan juga..." Lidya menatap Dora "....harga diri!!!", Lidya menarik nafas "pembicaraan kalian seakan-akan aku tidak berada disini atau mungkin kalian menganggap aku 'memang' tidak berada disini!!" Lidya menghela nafas dengan berat "tidak perlu anda mengancam Luckas,Mr Ryans!! aku mencintainya dengan atau tanpanya status Ryans yang begitu agung bagi kalian!!" Dora terlihat kesal dengan semua ucapan Lidya,sedangkan Arthur..dia tercengang melihat keberanian dari seorang gadis mungil yang sedang berbicara didepannya.


"Aku bisa dengan mudah membujuk Luckas untuk meninggalkan keluarga ini tapi.. aku tahu pentingnya keluarga. Sebab itu,aku tidak akan membujuk Luckas untuk berbuat seperti itu" Lidya menatap kearah Luckas "oleh karena itu Luckas..kamu tidak perlu memilih!! Aku akan pergi!!" sahut Lidya dengan tegas, perlahan dia menarik tas mungilnya berjalan kearah pintu depan seraya memberi hormat dengan Martha dengan sopan, dan berbanding terbalik dengan Dora dan Arthur,Lidya memberi hormat dengan asal-asalan bahkan terkesan kasar.

__ADS_1


__ADS_2