
Skyfall is where we start
A thousand miles and poles apart
Where worlds collide and days are dark
You may have my number, you can take my name
But you'll never have my heart
•Adele•
Setelah masuk ke dalam hotel,Lidya segera menepis tangannya. Darren yang menyadarinya hanya bisa menghela nafas panjang.
"aku tidak tahu apa hubunganmu dengan nenek sihir itu,tapi aku tidak tahan mendengar perkataannya padamu. Apakah aku melakukan kesalahan?" tanya Darren.
Lidya menyadari tatapan sekelilingnya yang diam-diam melirik kearahnya terutama tatapan para staf hotel,Lidya segera menarik Darren menuju ruangannya. Dia tidak ingin dirinya menjadi bahan gosip orang-orang.
Setelah sampai di ruangan Lidya,Darren sedikit gugup mengira dirinya bukanlah membantu Lidya tapi malah memberikan masalah baru pada Lidya. Dengan cemas dia menatap Lidya yang masih terdiam.
"apakah aku sungguh melakukan kesalahan?" tanya Darren kembali.
__ADS_1
Lidya menoleh dan tersenyum "aku sendiri tidak tahu apakah itu termasuk kesalahan atau bantuan,Darren. Tapi..yang aku tahu,kamu telah membantuku menghindari dia. Terima kasih,Darren" sahut Lidya.
"sebenarnya siapa dia?? Mengapa dia seenaknya berkata seperti itu padamu??"
"tidak usah kau pikirkan,Darren. Dia bukan siapa-siapa.. aku sungguh minta maaf padamu telah menyeretmu kedalam hal konyol ini.. Aku akan segera menyuruh asistenku untuk membantumu dan mengantarmu ke kamarmu.." sahut Lidya sambil menekan tombol telepon yang ada di mejanya "Sheila..ke ruanganku sebentar.."
"Tidak perlu minta maaf padaku,Lidya. Kapanpun kamu membutuhkan bantuanku..segera hubungi aku..kapanpun itu,Lidya" sahut Darren.
Sheila mengetuk dan masuk kedalam ruangan Lidya.
"Sama-sama,Lidya" sahut Darren sambil mengikuti Sheila berjalan keluar meninggalkan Lidya yang termenung sendirian.
Pertemuannya dengan Dora sungguh membuat Lidya lelah.. Setelah sekian lama mereka bertemu,mengapa tetap sama saja seperti tiga tahun yang lalu. Lidya memijit kepalanya yang mulai berdenyut. Dia terlalu pusing untuk memikirkan alasan Dora berada di hotel.. "*Mengapa dia ingin bertemu denganku*?" sahut Lidya dalam hati.
Perumahan Lincoln,
Martha dan Arthur yang sedari tadi telah tiba di rumah,hanya bisa menatap wajah muram Dora yang baru saja kembali ke rumah. Mereka berdua bahkan tidak berani menanyakan dari mana Dora pergi. Martha melirik Steward yang hanya menunduk,tidak berani menatapnya..Martha merasakan ada hal yang ditutupi oleh Martha dan juga Steward.
__ADS_1
Tidak lama setelah Dora masuk ke dalam kamarnya,Martha memanggil Steward ke halaman belakang rumah mereka.
"Steward.."
Steward hanya menunduk,sebelumnya Dora telah berpesan padanya supaya merahasiakan kejadian hari ini pada Arthur dan Martha.
"Steward.." sahut Martha kembali.
"iya,madam..apa ada sesuatu yang anda butuhkan?" sahut Steward mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
"tentu ada..bisakah kamu memberitahuku tadi kalian pergi kemana?" tanya Martha. Selain karena wajah muram Dora,Martha juga penasaran sebab Dora sangat jarang keluar rumah sendirian, dia biasanya akan selalu meminta Martha atau Arthur menemaninya.
Steward kembali menunduk "maafkan saya,Madam.. Madam Dora telah berpesan untuk tidak memberitahu siapapun..termasuk anda.." sahut Steward dengan suara perlahan menjadi pelan.
Martha menghela nafas,dia telah bisa menebak jawaban Steward. Steward sangat menghormati Martha yang juga begitu menghormatinya walau dirinya hanyalah kepala pelayan dirumah mereka. Namun,tidak pernah sekalipun Martha berbuat seenaknya ataupun berkata kasar padanya. Dia ingin memberitahu Martha tentang hari ini namun mengingat wajah Dora yang akan begitu mengerikan jika mengetahuinya,membuat Steward gemetar dan mengurungkan niatnya.
"Steward..aku tahu kamu sangat patuh pada madam. Apakah kamu mau membantuku jika aku meminta tolong padamu?"
Steward mengangguk dengan cepat "tentu saja,Madam!!" sahut Steward dengan tegas.
Martha tersenyum "jika begitu katakan padaku hari ini,kau dan madam pergi kemana? Aku tahu kamu sangat patuh pada beliau. Tapi,Steward.. akan sangat sulit bagiku untuk menghadapi madam Dora tanpa mengetahui apa yang terjadi padanya. Dan kamu sendiri juga tahu bukan?"
Steward mengangguk pelan.
"karena itu..aku butuh bantuanmu,Steward. Jika kamu takut beliau marah padamu, tidak perlu khawatir,Steward..aku akan memastikan hal itu tidak akan terjadi!! Kamu bisa percaya padaku!" sahut Martha.
Steward akhirnya menyerah, dia menceritakan semua kejadian hari ini pada Martha.
Setelah mendengar penjelasan Steward,Martha hanya bisa melongo "jadi..madam pergi menemui Lidya?"
Steward mengangguk
"Kamu tidak membohongiku bukan,Steward?? Bagaimana mungkin madam menunggu Lidya berjam-jam?" tanya Martha yang tidak yakin. Dia tidak mempercayai mertuanya mau menunggu orang lain hingga berjam-jam lamanya.
__ADS_1