Hotel Prince

Hotel Prince
S2 : I Found You


__ADS_3

Gone along for a wild ride


And I can say looking in your eyes


That it all would've been a waste


But I found you on the way


•Andy Grammer•



Ruby Lee,putri satu-satunya dari Simon Lee. Berbeda dengan kakaknya,Peter Lee. Wajah Asia dari sang ayah lebih kental pada Ruby dibandingkan Peter. Ruby Lee memiliki wajah oriental dan rambut hitam yang selalu berkilau dengan poni tipis menambah kesan feminim pada tubuh mungilnya. Ruby Lee hanya memiliki tinggi 160 saja, walau wajah dan tubuhnya yang oriental..untungnya Ruby Lee mendapatkan mata indah dari sang ibu..mata besar dan berwarna hijau emerald dan itu membuat wajah mungilnya begitu cantik.



Berbanding terbalik dengan sang kakak,Peter Lee. Peter lebih mirip orang Amerika dibandingkan Asia. Hanya Peter memiliki mata yang sama dengan sang ayah..mata sipit dan hitam. Namun rambut Peter mengikuti sang ibu,coklat gelap. Keduanya sungguh berbanding terbalik,bukan?.



Peter Lee sejak muda telah menaruh minat pada bisnis sang ayah. Dan tidak membutuhkan waktu lama baginya untuk menguasai bisnis ayahnya,hingga akhirnya Simon memutuskan untuk menyuruh putranya untuk mengurus cabang Lee's Ship yang ada di Beijing,China.



Sejak bertemu dengan Louis,Ruby Lee telah terpesona padanya. Karenanya,Ruby memohon pada sang ayah untuk menerima Louis walau Louis telah ditolak.


Sang ayah mengambil kesempatan itu untuk menyuruh putrinya bekerja di perusahaannya. Sejak dulu,Simon telah meminta Ruby mulai mempelajari bisnis miliknya. Namun, Ruby selalu mengelak.. Ruby lebih menyukai bersenang-senang,berbelanja dan perawatan diri.


Tapi kali ini,demi Louis..Ruby akhirnya menerima permintaan sang ayah.


Selama perjalanan pulang ke rumah,Ruby Lee terlihat senyum-senyum sendiri. Hingga sang ibu kebingungan melihat putrinya yang berjalan masuk ke kamarnya tanpa menyapanya.


Sharron mengetuk pintu kamar putrinya perlahan.


"mama?!" pekik Ruby yang tersadar dari lamunannya.


Sharron tertawa "ada hal baik apa yang terjadi pada putri mama yang manis ini?"

__ADS_1


Ruby tertawa "tidak..tidak ada apa-apa,ma.." sahut Ruby sambil menyisir rambut hitamnya.


Sharron tersenyum dan mendekati putrinya sambil membelai lembut rambut halus putrinya, bahkan sebagai ibunya..Sharron sering merasa iri dengan rambut hitam milik putrinya sendiri, "kamu tahu,kamu tidak pernah bisa membohongi mama,Ruby?. Ceritakan pada mama,pria mana yang sedang membuat putriku berbunga-bunga?".


Ruby tertawa kecil "bagaimana mama bisa tahu?".


"terlihat jelas di wajahmu,sayang.." sahut Sharron.


Ruby tersenyum "dia bukan siapa-siapa,ma..hanya seorang pria yang tidak sengaja aku senggol dengan mobilku.."


Sharron terkejut "apa?! Bagaimana dengan pria itu? Apakah dia terluka parah?"


"Tidak,ma..dia baik-baik saja.."


Sharron bernafas lega "kamu tidak membawanya ke rumah sakit?"


"Dia menolaknya.. Karena aku takut dia akan mempermasalahkannya kemudian hari,aku memberinya nomor teleponku.." jelas Ruby.


"Dasar anak ini, sepertinya mama harus menyita mobilmu itu.."


"mama! janganlah!! Ruby tidak sengaja.. lagipula pria itu tidak terluka parah!!" seru Ruby,dia sangat tidak ingin jika mobilnya ditahan.


"ma..mulai besok aku akan bekerja!" sahut Ruby memotong pembicaraan ibunya dan sekaligus mencoba mengalihkan pembicaraan,dia tidak ingin ibunya memperpanjang akan masalah ini dan akhirnya akan berakhir dengan mobilnya sungguh-sungguh ditahan oleh ibunya.


Sharron melongo "kamu?? bekerja??"


Ruby mengangguk "tentu saja,ma!! Papa juga sudah tahu.."


"mengapa kamu tiba-tiba berubah pikiran?" tanya Sharron kebingungan.


Ruby tersenyum "itu rahasiaku dengan papa.." bisiknya.



Keesokan harinya, di perusahaan Lee's Ship.


__ADS_1


Louis memakai pakaian terbaiknya, kemeja lengan pendek berwarna biru gelap dengan celana panjang berwarna hitam. Lee's Ship tidak menekankan pegawainya harus memakai pakaian formal dan kaku seperti kemeja panjang ditambah jas. Mereka hanya menekankan pegawainya memakai pakaian kerja yang sopan.



Louis melangkah masuk dan langsung tersenyum pada sekuriti yang berada di depan,sekuriti yang sama dengan yang melihatnya semalam.



"Selamat pagi,sir!!" serunya pada sekuriti itu.



Sekuriti itu melongo melihat Louis '*lha.. ini yang semalam itu kan*?!' gumamnya dalam hati.



Louis berjalan masuk,sesuai yang diinfokan semalam..dia harus naik ke lantai lima dan mencari ruangan bagian admin.



"Halo semuanya...." seru Louis yang otomatis mendapat perhatian semua orang yang ada di ruangan itu,bahkan beberapa yang tengah menerima telepon..menoleh menatap Louis sejenak.



ok..satu..dua..tiga.. Semua orang kembali memalingkan wajah mereka pada pekerjaan mereka masing-masing tanpa menggubris sapaan Louis bahkan mereka tidak menghiraukannya.



Wajah Louis berubah muram seketika "sepertinya mereka semua robot yang begitu kaku.." gumamnya sendiri.



Tepukkan pundak Louis membuatnya menoleh kebelakang, seorang wanita yang wajahnya tidak asing baginya, "lho..kamu kan--" sahut Louis sambil menatap wanita mungil itu "ah..si wanita mungil yang menabrakku semalam.." serunya.



Ruby Lee tersenyum menatap Louis "yes..aku wanita mungil yang kamu katakan itu!"

__ADS_1



__ADS_2