Hotel Prince

Hotel Prince
I love you 3000


__ADS_3

Baby, take my hand


I want you to be my husband


'Cause you're my Iron Man


And I love you 3000


Baby, take a chance


'Cause I want this to be something


Straight out of a Hollywood movie


•Stephanie Poetri•



"Bagaimana aku tahu?? tentu saja karena aku mendapat informasi langsung dari adik iparku sendiri" sahut Luckas dengan tatapan nakal.



"a..apa maksudmu dengan adik ipar??" tanya Lidya, dia membelakangi Luckas,dia tidak ingin Luckas menyadari wajahnya yang mulai memerah.



Luckas tersenyum dan memeluk Lidya dari belakang "tentu saja kamu mengetahui siapa adik ipar yang aku maksud,bukankah begitu Lidya sayang?" bisik Luckas sambil mencium rambut Lidya "I miss you so badly"



"Lepaskan aku,Luckas.." lirih Lidya.



Bukannya melepaskan pelukannya, malah semakin mempererat pelukannya dan berbisik di telinga Lidya "sejak aku menemukanmu,aku telah berjanji pada diriku sendiri.. aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi.. tidak akan pernah!!"


__ADS_1


Lidya benar-benar tidak berdaya jika berada di pelukan Luckas. Luckas memutar tubuh Lidya, dia ingin menatap kedua mata itu,namun Lidya malah mengalihkan pandangannya kearah lain.



"Lidya..lihat aku.."



Dengan terpaksa Lidya menatap Luckas tapi dia berusaha mencoba menyembunyikan perasaannya.



"Aku serius,Lidya!!" Luckas menguncang pelan bahu Lidya. Luckas melihat Lidya yang terlihat pasif, membuatnya menghela nafas dan melepaskan tangannya dari tubuh Lidya "baiklah..sekarang..aku tidak akan memaksamu lagi,Lidya..aku lelah!! Menunggumu selama tiga tahun ini sungguh bukanlah hal yang mudah bagiku!!"



Lidya menatap Luckas,dalam hatinya..dia merasa bersalah. Sebenarnya saat dia tahu jika Luckas begitu setia menunggunya selama tiga tahun ini, hal itu sangat membuatnya terharu. Tapi, sejak dia meninggalkan Luckas dia telah berjanji pada dirinya sendiri jika dia tidak akan berhubungan kembali dengan keluarga Ryans,termasuk Luckas. Dia telah membulatkan tekadnya dan membekukan hatinya,hanya saja dia tidak menyadari jika kembalinya Luckas padanya,bisa begitu mudah membuatnya mengingkari janji yang dibuatnya sendiri,dan melelehkan hatinya yang beku selama tiga tahun ini.



"Jika kamu memang tidak mencintaiku lagi,maka aku akan pergi sekarang!" sahut Lidya dengan nada lirih "Dan Lidya, saat aku pergi dari sini maka aku akan pergi dan menghilang darimu dan kehidupanmu selamanya"




Luckas tertawa sinis "jika ini termasuk mengancam,maka iya..katakanlah aku mengancammu! Aku bagaikan orang yang bodoh,mempertahankan dan mempercayai hubungan kita walau kamu meninggalkanku tanpa kabar bertahun-tahun!! Mencarimu kemana saja bagaikan orang gila.. sedikit saja ada informasi mengenai dirimu,aku langsung mempercayai dan pergi kesana untuk mencarimu..bukankah aku sungguh seperti orang bodoh?? Dan bahkan aku meninggalkan keluargaku karena aku lebih memilihmu!!"



Air mata Lidya mengalir. Tanpa dia sadari,dia telah menyakiti Luckas!! Pria yang begitu mencintainya apa adanya dan begitu setia padanya!!



Luckas menahan air matanya saat melihat Lidya yang masih hanya tetap diam "Jadi Lidya.. aku tidak akan memohon lagi. Jika memang aku sudah tidak memiliki arti bagimu, maka aku akan pergi darimu dan tidak akan mengganggumu lagi.. mengenai Ayles, aku akan tetap bertanggung jawab sebagai seorang ayah"


__ADS_1


"Luckas.." lirih Lidya, tapi Luckas tidak sedikitpun ingin menatapnya. Tuhan seakan mengerti akan perasaan Luckas, tiba-tiba langit bergemuruh dan menguyurkan hujan begitu lebat. Tapi,Luckas telah bertekad, hujan yang begitu deras seakan tidak menghentikan langkah kaki Luckas untuk pergi dari rumah Lidya.



Lidya mengejar Luckas dan menarik tangan Luckas. Tubuh keduanya basah kuyup oleh hujan yang begitu deras.



"Luckas.. aku mohon..lihatlah aku!!" pinta Lidya, air matanya mengalir. 'Ancaman' Luckas mengenai hatinya, Lidya terlalu tinggi mengira jika Luckas akan terus mengejarnya. Lidya sungguh bodoh!!



Lidya tidak ingin menoleh melihat Lidya,Lidya berjalan menghadap Luckas. Saat Lidya menatap Luckas,dia terperanjat..dia tidak menyangka jika Luckas menangis, seketika Lidya merasa hancur..hatinya begitu perih. Lidya memegang pipi Luckas dan menghapus air mata pria itu.


"Luckas.." lirih Lidya "maafkan aku.." isaknya "ma..maafkan aku"



Luckas menarik Lidya dan mendekapnya "apakah aku harus memohon padamu untuk mencintaiku? aku sungguh tidak berdaya padamu.. apakah cintamu padaku hanya begitu mudah untuk dilupakan?"



Lidya memeluk Luckas sambil terisak "maafkan aku,Luckas..hiks..aku minta maaf.."



"mengapa kamu minta maaf padaku?"



"a..aku tidak menyangka jika telah menyakitimu!! Aku sungguh bodoh mengira bisa begitu mudah melupakanmu, dan begitu naif mengira bisa begitu mudah melepaskanmu" isak Lidya.



"dasar bodoh.." bisik Luckas "mengapa kamu harus begitu keras pada dirimu sendiri? Jika memang kamu masih mencintaiku..cintailah aku dan aku akan membalas cintamu berlipat-lipat kali.."


__ADS_1


Tangisan Lidya semakin menjadi-jadi saat mendengar perkataan Luckas.. di bawah derasnya hujan,keduanya saling berpelukan..menangis dan mengeluarkan isi hati mereka yang sesungguhnya. Dan akhirnya Lidya menyadari.. dia tidak akan pernah sanggup melepaskan Luckas.. dia begitu mencintainya.



__ADS_2