
I'm walking down this empty road to nowhere
I pass by the houses and blocks I once knew.
My Mama told me not to mess with sorrow
But I always did, and Lord, I still do
I'm still breaking the rules
•Roxette•
Martha melirik Lidya yang masih mematung,dia mendekati Lidya dan berbisik "Arthur telah berubah,sayang.. dia tidak akan berani '*berulah*' lagi. Sekarang kamu adalah tamu agung dirumah ini..tenang saja"
Lidya tertawa kecil mendengar perkataan Martha, dia pun membalas sapaan dan senyuman Arthur. Arthur terlihat terpesona dengan Ayles,menatapnya namun tidak berani mendekati Ayles..dia takut membuat Ayles terkejut. Lidya melirik sekeliling ruangan tapi tidak menemukan Dora.
Sama halnya dengan Luckas yang juga menyadari Dora yang tidak ada di ruang tamu..diapun menatap Martha "Mom..grandma?"
Martha tersenyum "Dora telah menunggu kalian sejak tadi,Luckas. Dia berada di ruang kerja ayahmu, dia memberitahu kami jika dia ingin berbicara dengan kalian berdua"
Seketika Lidya menjadi gugup, Martha kembali mendekatinya "tenanglah.. Dora sendiri yang mengatakan padaku langsung jika dia tidak akan menentang kalian lagi dan bahkan dia akan menerimamu.."
Sebuah senyum yang terpaksa menghiasi wajah Lidya,dia tidak yakin dengan ucapan Martha kali ini. Namun,menyadari Luckas yang juga bersamanya..Lidya sedikit merasa tenang,setidaknya dia memiliki Luckas yang menemaninya menghadapi Dora.
"Steward..." sahut Martha dengan suara sedikit keras, dan tidak lama kemudian terlihat sosok Steward yang mendekati mereka.
"iya,madam?"
"Bisakah kamu mengeluarkan semua hadiah kami untuk Ayles?"
Steward langsung mengangguk "tentu saja.."
Dan tidak membutuhkan waktu lama,berbagai mainan baru langsung mengisi meja ruang tamu yang berukuran besar itu. Mata Ayles kembali berbinar-binar saat melihat mobil-mobilan dan robot di meja itu.
__ADS_1
"kalian bisa meninggalkan Ayles bersama kami, Luckas.." sahut Martha yang langsung mendekati Ayles "Ayles sini main-main sama grandma yuk.. grandma sudah siapin banyak mainan untukmu.."
Ayles menatap Lidya, Lidya tersenyum padanya "Ayles mau main?"
"mau.." lirihnya.
"boleh..tapi..Ayles bisa main sama grandma dan granpa?"
Ayles terdiam.
"mommy dan daddy tidak kemana-mana,dan hanya ingin berbicara sebentar saja.. jadi,selagi menunggu..Ayles bisa bermain-main disini sebentar"
Ayles mengangguk perlahan.
"okai,mami.."
Luckas menurunkan Ayles dari gendongannya,Martha menggandeng tangan Ayles dan berjalan menuju mainan yang sudah menunggunya.
Lidya menatap Luckas dan segera pergi menuju ruang kerja Arthur, tempat dimana Dora yang telah menunggu mereka. Lidya menggenggam tangan Luckas dengan perasaan yang bercampur aduk.
"mengapa dia hanya ingin menemui kita saja?" tanya Lidya.
"aku juga tidak tahu,sayang.. tapi, tenanglah..aku ada bersamamu" bisik Luckas.
Setibanya di depan ruang kerja Arthur, terlihat seorang pelayan yang berdiri didepan pintu tersebut dan mengetuk pintu "madam..Tuan muda dan Miss Lidya telah datang.."
Tidak lama kemudian terdengar suara Dora dari balik pintu tersebut "baiklah..suruh mereka masuk"
__ADS_1
"grandma.." sahut mereka hampir berbarengan. Luckas dan Lidya masuk kedalamnya bersama-sama, Dora yang berdiri dekat jendela,menatap mereka sambil tersenyum.. tidak ada lagi tatapan ketus dan sinis pada Lidya, dan Lidya kembali dikejutkan olehnya. Sesaat dia mempercayai perkataan Martha padanya.
"Duduklah.." sahut Dora.
Luckas menarik Lidya duduk di sofa yang ada diruangan kerja ayahnya. Dora berjalan perlahan menghampiri mereka dan duduk di sofa yang hanya muat dirinya sendiri.
Dora menatap Lidya setelah dirinya mendaratkan dirinya di sofa "maafkan aku atas kejadian kemarin" sahutnya lembut.
Lidya kembali melongo..seorang Dora Ryans meminta maaf padanya???!!. Lidya bahkan tidak pernah bisa memimpikan hal ini, bukan hanya Lidya.. Luckas sendiri melongo saat mendengar neneknya meminta maaf pada Lidya.
"tidak apa-apa,madam..semuanya hanya salah paham belaka.." balas Lidya.
Kedua alis Dora seakan menyatu "madam? Bukankah kalian akan menikah?"
Luckas mengangguk pelan,dia masih merasakan Dora yang dihadapannya sekarang bukanlah Dora yang biasanya.
Dora kembali tersenyum "jadi..mengapa kamu masih memanggilku "madam"? Bukankah kamu harus mengganti panggilan untukku juga?"
Lidya tersipu malu,sedangkan Luckas mengangguk dengan cepat "benar sekali,grandma.. kami akan segera menikah karena itu kami datang sekaligus untuk memberitahu grandma"
"Grandma akan menerima apapun keputusan kalian,Luckas.. tapi..hanya satu permintaan dariku..dan aku sangat berharap kalian bisa menyanggupinya" sahut Dora dengan wajah yang kembali serius.
Lidya dan Luckas menatap satu sama lain dan melihat Dora hampir bersamaan, "apa itu,grandma?" tanya mereka berbarengan.
"permintaanku sangat mudah,Luckas.. kalian tidak perlu takut ataupun berpikiran yang tidak-tidak..." sahut Dora "aku..hanya menginginkan hasil tes DNA dari Ayles..itu saja.."
Sebuah jawaban yang menampar Lidya secara tidak langsung. Wajah Lidya berubah muram, dia menaham emosinya yang hampir meluap. Dia tidak mengerti,mengapa tidak pernah sekalipun berjalan lancar jika saat berhadapan dengan Dora.
__ADS_1