
It's going down, I'm yelling timber
You better move, you better dance
Let's make a night, you won't remember
I'll be the one, you won't forget
•Pitbull ft. Kesha•
Lidya menatap Luckas dengan mata penuh curiga "kamu tidak sedang bermain api,bukan?"
Luckas tertawa dan memeluk Lidya "aku? api? jika api yang kamu maksud adalah api membara antara kita berdua saat malam,tentu aku tidak keberatan..bahkan aku sanggup menambah minyak untuk lebih mengobarkan api tersebut!" gurau Luckas.
Lidya mencubit perut Luckas "aku serius.."
Luckas tertawa "Mom yang meneleponku,sayang.."
"mom?"
"iya..dia mengundang kalian semua besok ke rumahnya untuk merayakan natal bersama.."
"semua? Mom dan Dad juga?"
"tentu saja.. termasuk...Louis.." sahut Luckas sambil memutar kedua bola matanya.
Lidya tertawa "mengapa kamu selalu bertengkar dengan Louis?"
"tanyakan saja pada adikmu! sejak pertengkaranku dengannya terakhir kali,dia begitu senang untuk mengisengiku!" sahut Luckas dengan nada kesal "bahkan semalam malam dia sengaja tidur di tengah-tengah kita.." lanjut Luckas dengan berbisik.
"dia--"
__ADS_1
"hoi!!! ngapain kalian berdua?! keluar!! mom dan dad pengen keluar jalan-jalan" pekik Louis sambil menggedor pintu kamar Lidya.
"Lihatlah,berandalan itu!" bisik Luckas "suatu saat aku akan membalasnya.."
Lidya tertawa "sudahlah..jangan seperti anak kecil"
Perumahan Lincoln,
Malam harinya, Keluarga Lidya tiba di rumah keluarga Ryans. Louis tidak berhenti berdecak kagum melihat rumah yang begitu mewah,perlahan dia mendekati Luckas "rumahmu begitu besar,Luckas..".
"bukan rumahku..ini rumah orang tuaku.."
"ya..ya..apapun itu.. tapi sayang sekali.."
"sayang? kenapa?"
"walau besar dan mewah..tapi berhantu!"
Luckas menatap Louis tajam dan tersenyum seketika,dia tahu jika Louis menggodanya tentang hantu karena dia dan Lidya selalu bertengkar tiap datang ke rumah ini "bagaimana kamu tahu?" tanya Luckas serius.
Louis membalas tatapan Luckas "aku bercanda,bro!"
"tapi aku serius!!"
"sesungguhnya rumah ini memang berhantu,dan tiap malam kamu akan mendengar suara roda yang berputar..kononnya,pemilik rumah ini dulu meninggal di kursi rodanya.. karenanya setiap malam selalu mendengar suara roda yang bergerak" sahut Luckas dengan serius.
"kamu bercanda!"
"tidak tentunya! terserah kamu percaya atau tidak!" sahut Luckas sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Louis yang termenung.
Acara makan malam berlangsung begitu bahagia. Kedua keluarga saling berkenalan satu sama lain,menikmati berbagai masakan yang dimasak Martha. Ayles sibuk menikmati berbagai mainan dan baju baru yang di dapatnya dari Martha dan Arthur sebagai hadiah natal.
Selesai menikmati makanan,Martha menganjurkan untuk duduk bersama di ruang tamu, tidak lupa dia menyuruh Steward menghidupkan perapian terlebih dahulu sebelumnya... "akan sangat menyenangkan jika menikmati malam natal kita dengan sebotol red wine,bukankah begitu,Ronald?" tawar Arthur.
Ronald tersenyum "tentu saja,Arthur!!".
Lidya begitu bahagia melihat keluarganya akrab satu sama lain dengan keluarga Luckas,namun sedari tadi dia tidak melihat kehadiran Dora. Martha mendekati Lidya dan duduk di sampingnya sambil menyodorkan segelas wine "Dora berada di kamarnya.. Kami memindahkannya di kamar bawah" sahut Martha sambil menunjuk ke arah belakang "supaya memudahkannya untuk bergerak dengan kursi rodanya.."
"benarkah? mengapa dia tidak bergabung dengan kita, mom?"
__ADS_1
"kamu tahu sendiri sifatnya,Lidya.. Dan jangan terlalu memikirkannya.. Sebaiknya kamu membantu,mom.."
"bantu apa,mom?"
Martha mengeluarkan beberapa foto gaun pengantin dan meletakkannya diatas meja, Belinda langsung ikut bergabung dengan mereka.
"bantu mom memilihnya,Lidya.. Pernikahanmu semakin dekat.. dan kamu harus bersiap,sayang.." sahut Martha.
Lidya tersenyum "aku tidak keberatan jika tidak ada resepsi pernikahan,mom.."
"tentu saja tidak boleh!! Mom ingin membuat acara yang sangat meriah supaya semua orang tahu siapa menantu mom yang cantik ini!" sahut Martha.
Belinda tersenyum haru mendengar perkataan Martha "terima kasih,Martha.." sahutnya dan dibalas sebuah senyuman dari Martha kembali.
Arthur dan Ronald membicarakan mengenai gedung untuk acara pernikahan dan juga berapa banyak tamu undangan nantinya.
Luckas menyeruput winenya sambil tersenyum menatap suasana hangat di ruang tamu rumah ini. Bukankah suatu pemandangan yang menyejukkan mata jika seperti ini?. Ayles sibuk menikmati cookies coklat yang di buat khusus oleh Martha untuknya sambil menikmati acara kartun di televisi besar yang ada di ruang tamu.
"argggggghhhhh!!! Hantu!!!" pekik Louis yang berlari terbirit-birit dari arah belakang menuju ruang tamu.
Sontak membuat semua orang berdiri menatapnya. Louis bersembunyi di balik tubuh Lidya.
Suara decitan kursi roda perlahan semakin jelas hingga akhirnya menampakkan sesosok nenek tua dengan kursi rodanya.
"Mom?!" sahut Arthur dan Martha hampir berbarengan.
"Mom?" sahut Louis dengan suara perlahan. Hingga akhirnya dia menatap Luckas dengan tatapan tajam dan kesal, Luckas telah mengerjainya!
__ADS_1