Hotel Prince

Hotel Prince
S2 : Party


__ADS_3

So in love


I don't care what they say


I don't care if they talking tomorrow


'Cause tonight's the night, uh, uh, uh ooh


That I give you everything


Music knockin' 'til the morning light ('cause we like to party)


•Beyonce•


Sudah satu minggu sejak pertikaian antara Louis dan juga Vanya. Sejak itu juga,Louis bahkan tidak berbicara dengan Vanya, saat Vanya memberikannya tugas, Louis menerima tanpa menjawab sepatah katapun. Bahkan saat Louis mengembalikan baju yang dipinjamkan Vanya dulu,Louis hanya mengucapkan terima kasih yang begitu dingin.



Hal itu tentu menjadi lampu hijau tersendiri bagi Ruby,dia begitu senang melihat sikap Louis yang begitu dingin dengan Vanya. Tanpa menunggu lama,Ruby semakin berusaha mendekati Louis yang tetap saja tidak begitu merespon semua sikapnya. Tapi,hal itu tidak menjadi masalah baginya,selama tidak ada wanita lain yang mendekati Louis.. terutama Vanya.



Siang itu, Vanya berdiri di lantai atas perusahaan Lee's Ship, dia tidak mengerti mengapa perubahan sikap Louis begitu mempengaruhinya. Vanya menatap langit dengan pandangan kosong. Lantai teratas perusahaan mereka merupakan spot favorit bagi pegawai sana,walau hanya sekedar merenggangkan badan. Menikmati angin segar sejenak sangat menenangkan kepenatan mereka yang lelah bekerja. Karena lantai teratas perusahaan di buat layaknya kebun rerumputan kecil yang begitu hijau dan ditambah adanya tempat duduk yang di sediakan Lee's Ship.



Disisi lain Louis memutuskan untuk istirahat sejenak sambil menikmati segelas americano dingin yang baru dia beli dari coffee shop kecil yang ada di lantai bawah perusahaannya, Louis pun memilih untuk 'kabur' sejenak ke lantai atas perusahaan yaitu tempat di mana Vanya berada.



Sambil melamun,Louis berjalan menuju tempat duduk yang ada di lantai atas itu tanpa mengetahui sosok Vanya yang berdiri memandang langit yang cerah. Sejak pertengkarannya dengan Vanya,Louis memutuskan untuk memberi jarak antaranya dan juga Vanya. Louis sadar Vanya membohonginya tentang status kekasih karena ingin menjauhinya. Sebab itu,Louis pun memutuskan mundur.

__ADS_1



Tidak lama kemudian,Vanya pun membalikkan badannya dan langkahnya terhenti menatap sosok pria yang memenuhi pikirannya belakangan ini. Dia menatap Louis yang menyeruput minumannya dan tidak menyadari Vanya yang tengah menatapnya.. tidak sampai akhirnya kedua mata mereka bertemu.



Vanya meremas kepalan tangannya sendiri lalu berjalan mendekati Louis dengan wajah geram, "Ada apa denganmu?!!!!" pekik Vanya tiba-tiba dan tentunya membuat Louis terkejut dan juga kebingungan.



"Ada apa denganku rupanya?" tanya Louis datar.



"Mengapa kamu tiba-tiba berubah?" seru Vanya dengan kesal.




"Ka--!!"



"Louis~~~" suara Ruby menghentikan pembicaraan mereka berdua. Ruby berlari kecil mendekati Louis yang tersenyum melihat kedatangannya.



Dua menit yang lalu,Ruby mencari-cari sosok Louis yang tiba-tiba menghilang di hadapannya. Awalnya Ruby bermaksud menunggu Louis kembali ke kantor tapi begitu Ruby menyadari jika Vanya juga tidak berada di tempat,hal itu membuat Ruby sedikit resah. Akhirnya dia pun mengirim pesan singkat pada Louis. Dan dari Louis,Ruby tahu jika dia sedang berada di lantai atas perusahaan dan sendirian.. Ruby sedikit lega. Tapi..tidak sampai dia melihat Vanya yang ternyata juga berada di lantai atas bersama Louis.


__ADS_1


"Aku menerima pesanmu,Louis.. dan sekarang aku berada disini.." sahut Ruby, dan tentunya dia sengaja berkata seperti itu karena kehadiran Vanya.



Vanya sendiri tidak mengerti,mengapa mendengar perkataan Ruby membuatnya semakin murka. Vanya beranjak pergi meninggalkan mereka berdua, Louis hanya menatap kepergian Vanya tanpa mengucapkan sepatah katapun.



Ruby bergegas semakin mendekatkan diri pada Louis, "bolehkah aku meminta kopimu?".



Louis menyodorkan kopinya pada Ruby, dengan hati berbunga-bunga..Ruby menerimanya tapi "Louis!! ini sudah habis!!"



Louis mengangkat kedua bahunya "iya..tapi kamu memintanya jadi aku memberikannya.. dan karena kamu telah memintanya..tolong sekalian buangin ya" sahut Louis sambil tertawa berlari kecil meninggalkan Ruby yang mulai mengejarnya.



Hari itu,semuanya bekerja seperti biasa. Ruby sendiri mulai berubah,dia mulai datang bekerja tepat waktu dan mengerjakan apapun yang diminta Jessica. Mr.Zhang sedikit merasa lega melihat perubahan sikap Ruby. Saat waktu menunjukkan jam pulang kerja,Ruby tiba-tiba bangkit berdiri dan berkata dengan suara lantang "Aku ingin menaktir kalian semua!!" pekiknya. Semua orang melihatnya dengan pandangan datar.


"Bagaimana jika kita pergi bersenang-senang?? Kalian bisa memilih mau karoke,makan-makan ataupun hanya sekedar minum-minum!! yang penting.. saya akan menaktir itu semua!!!" lanjut Ruby.


Sontak mendapat sorakan hangat dari beberapa orang yang mulai antusias karena mendengar Ruby akan menaktir mereka apapun itu. Ruby melirik Mr.Zhang yang tersenyum menatapnya dan menganggukkan kepala.


Mr.Zhang pun bangkit berdiri "baiklah.. kita juga belum menyambut kedua anak baru kita dengan bagus.. maka kita anggap ini sebagai pesta penyambutan bagi mereka berdua. Jadi.. Semua harus ikut!!! Tidak ada pengecualian!!".


Beberapa diantaranya sedikit merenggut, salah satu diantaranya adalah Jessica yang tidak menyukai hal-hal yang mengharuskannya bersosialisasi bersama orang lain, dan juga Vanya tentunya yang mengharuskannya melihat Louis dan Ruby lagi...


__ADS_1


__ADS_2