Hotel Prince

Hotel Prince
Try to Hiding


__ADS_3

I wanna hide the truth


I wanna shelter you


But with the beast inside


There's nowhere we can hide


•Imagine Dragon-Demons•


#########


Ting tong..ting tong..


suara bel di kamar hampir mengakibatkan serangan jantung pada Eva. Suara bel yang tiba-tiba membuatnya hampir menjatuhkan telepon genggam yang ada ditangannya. Jantungnya berdebar begitu cepat,perlahan Eva berjalan menuju pintu dan mengintip dari lubang pintu..dia berusaha tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


Terlihat sosok wanita cleaning service yang tadi berbicara padanya, Eva hanya membuka sedikit pintu tersebut sambil mencoba tetap terlihat tenang.


"a..ada apa?" tanya Eva.


Wanita tersebut mencoba mengintip kedalam kamar namun Eva hanya membuka pintu yang sangat tidak memungkinkannya untuk melihat sedikitpun bagian dalam "apakah anak anda telah berada didalam,Madam?"

__ADS_1


Eva mencoba menyembunyikan perasaan cemasnya "ada urusan apa? saya sedang sibuk" tukas Eva. Dia harus segera menghubungi suaminya.


Wanita tersebut menggeleng "karena tadi saya mendengar jika ada pihak kepolisian yang mencari seorang gadis muda..."


Wajah Eva memucat "da..dan apa hub.. hubungannya dengan saya?"


"jangan salah paham,madam.. saya hanya mengkhawatirkan anak anda.. sebab saya mendengar gadis yang mereka cari adalah tersangka percobaan pembunuhan, dan saya mendengar jika gadis itu berada di hotel ini.. saya hanya ingin memberitahu jika anak anda belum kembali,segera hubungi dia.. setidaknya untuk berhati-hati.. Bukankah sangat mengerikan hanya memikirkan kita berada di gedung yang sama dengan tersangka pembunuhan?" sahut wanita itu.


Jantung Eva mulai berdebar tidak karuan, tidak bisa dia pungkiri bahwa dia sadar jika yang di cari pihak kepolisian adalah anaknya "terima kasih atas perhatian anda.."


Wanita tersebut mengangguk dan ingin segera beranjak pergi tapi Eva memanggilnya kembali "ada apa,madam?"


Eva menyodorkan kembali beberapa lembar dollar di tangannya "bisakah kamu berjanji untuk merahasiakan keberadaan kami? Jika pihak kepolisian bertanya,katakan saja jika orang yang menempati ini kamar ini sedang keluar"


Eva mengunci pintu, wajahnya sungguh terlihat pucat. Dengan cepat,dia segera mengemasi barang-barang milik Freya. "Ki..kita mau kemana,ma?" tanya Freya.


"Segera kemasi barang-barangmu!! kita harus segera pergi dari sini!" sahut Eva.


Freya hanya membisu "ja..jangan usir Freya sendirian lagi,ma.." lirih Freya.


Eva menatap Freya dan berusaha melembutkan kata-katanya "kita harus keluar dari hotel ini terlebih dahulu,sayang..dan besok pagi kita akan segera kembali ke London dengan penerbangan paling pagi"

__ADS_1


"ta..tapi...kenapa,ma??"


"ya Tuhan..Freya!! bisakah kamu diam dan turuti saja perintahku??!!" bentak Eva yang mulai putus asa.


Wajah Freya kembali memucat dan terisak "Fr..Freya buat salah lagi ya,ma?? Maafin Freya.. Fr..Freya hanya sekedar memberi pelajaran pada Luckas dan Lidya.. Bukankah mama menyuruhku untuk membenci mereka?"


Perkataan Freya seakan menampar wajah Eva.. Eva terduduk dilantai dan menangis "mama..mama tidak pernah menyuruhmu menyakiti mereka,Freya.. Bukan dengan cara ini kamu harus membalas mereka.. apa yang harus mama lakukan padamu sekarang.. Mama sungguh putus asa.." isak Eva.


Ting tong.. kembali terdengar suara bel pintu yang berbunyi..


Dalam hati,Eva ingin mengutuk wanita tua itu karena terus mengganggunya. Eva menghapus air matanya dan berjalan kearah pintu tanpa mengintip lubang pintu lagi "si-", sontak wajah Eva berubah pucat saat melihat beberapa pria yang berdiri dibalik pintu tersebut dan beberapa diantara mereka memakai pakaian seragam kepolisian.


"selamat malam,Madam..maaf kami mengganggu.. Dari info-"


Blam! Eva menutup pintu dan menguncinya. Dia berlari menuju Freya dan menariknya menuju lemari pakaian yang berukuran kecil. "Diam..dan jangan mengeluarkan suara sedikitpun!!!" bisik Eva dan tidak memperdulikan suara bel dan gedoran pintu yang tidak berhenti.


Eva merapikan dirinya dan mencoba membukakan pintu kembali "maafkan saya,tuan-tuan..tadi saya baru saja membersihkan diri dan belum berpakaian yang lengkap..semoga tidak membuat anda sekalian merasa tersinggung"


Salah satu detektif tersebut memandang Eva dari ujung kepala hingga ujung kaki. Detektif tersebut tidak menemukan perbedaan sebelum dan sesudah pada diri Eva tapi dia tidak ingin menanyakan hal itu karena hal itu bukanlah yang terpenting sekarang.


"Bolehkah kami masuk?"

__ADS_1


Eva merapatkan pintunya pada tubuhnya seakan tidak mengizinkan para lelaki tersebut masuk kedalam kamarnya "sungguh minta maaf, gentleman.. kamar saya sangatlah berantakan dan tidak pantas jika kalian masuk kedalam.. hal itu sungguh membuatku tersinggung..Bukankah kita bisa berbicara disini saja?"


Detektif tersebut mulai merasa curiga "Baiklah..maka kami akan bertanya disini saja. Kami mendapat info jika Miss Freya Green menginap di kamar ini.. apakah Miss Freya Green berada didalam? atau mungkin anda lebih menyukai jika kami memberikan surat penangkapan ini terlebih dahulu?!!" sahut detektif tersebut lantang.


__ADS_2