Hotel Prince

Hotel Prince
The way life goes


__ADS_3

I know it hurts sometimes but you'll get over it


You'll find another life to live


I swear that you'll get over it


And I know you're sad and tired


You've got nothing left to give


You'll find another life to live


I know that you'll get over it


•Lil Uzi Vert•


Luckas merasa hancur disaat Lidya meninggalkannya. Sejak kepergian Lidya,berbagai cara dia coba untuk menemukan kekasihnya. Tapi,semuanya sia-sia..Lidya bagai hilang begitu saja. Rasa sakit akan kehilangan dirinya membuat perasaan bencinya pada Dora dan Arthur semakin mencuat dalam dirinya,dia menyalahkan mereka atas kepergian Lidya.

__ADS_1


Sampai akhirnya,Luckas memutuskan untuk keluar dari hotel Ryans dan juga memutuskan hubungan dengan keluarga Ryans, terutama Dora dan Arthur.


Berulang kali Martha mencoba membujuk Luckas untuk kembali,tapi Luckas tetap dengan tegas menolaknya. "Tidak!! tidak akan pernah,mom!! mungkin tidak sampai aku menemukan Lidya!!" ucap Luckas saat Martha mengajaknya kembali.


Walau tidak terlihat jelas,diam-diam..Dora mulai menyesal.. keegoisannya membuatnya kehilangan cucu semata wayangnya. Bahkan sejak Luckas memutuskan hubungan mereka, Luckas tidak pernah lagi menjenguknya atau bahkan meneleponnya walau sekedar menanyakan kabar. Arthur sekarang mulai menyesali tidak mengikuti saran istrinya.. anak satu-satunya sekarang bahkan tidak menghiraukannya. Dulu Arthur menyangka Luckas tidak akan sanggup meninggalkan keluarga Ryans karena selama ini Luckas telah dimanjakan oleh materi dari keluarga ini.. tapi,Arthur salah besar. Luckas bahkan tidak mengambil sepeserpun dari keluarga Ryans saat meninggalkan mereka. Luckas mengembalikan semuanya yang merupakan pemberian dari Ryans.


Awal pergi dari keluarga Ryans,Luckas sedikit kesulitan. Dia hanya mengandalkan simpanan tabungan miliknya sendiri, dia nekad membeli sebuah hotel kumuh dengan harga murah, sebuah hotel yang hampir bangkrut di New York. Luckas memilih tetap di New York,di kota terakhir Lidya pergi meninggalkannya..Luckas sungguh menaruh harapan jika suatu saat Lidya akan kembali padanya.


Bukan suatu hal yang mudah bagi Luckas untuk harus berjuang dari nol, berbeda saat dia mengurus hotel Ryans yang dimana telah berada di puncak dan dia hanya meneruskannya. Walau begitu,Luckas mencoba menikmati semuanya dan dia juga ingin membuktikan pada Arthur dan Dora jika dia sanggup bangkit tanpa mereka!


Edward memilih untuk tetap mengikuti Luckas, Luckas menolaknya.. "Edward..aku menghargai keputusanmu. Aku juga sangat menyayangkan jika harus berpisah denganmu. Tapi,aku sekarang bukanlah yang dulu,Edward. Aku tidak memiliki apa-apa..dan aku belum sanggup memberimu gaji layaknya seperti dulu. Jadi,aku mohon..kamu carilah tuan bos yang lain yang bisa menghargaimu"


Luckas merasa sedih harus kehilangan anggota seperti Edward,tapi dia juga tidak bisa egois jika harus menahannya tanpa memberinya gaji disaat sekarang.


'tok..tok'


Luckas kebingungan, dia tidak merasa ada tamu yang akan mengunjunginya. "silakan masuk"

__ADS_1


Seorang pria berpakaian rapi dengan kemeja berwarna putih di tutupi jas berwarna abu muda dan celana yang senada. Dia terlihat rapi dan tampan. Kedua alis Luckas seakan menyatu saat melihat pria itu yang masuk kedalam ruangannya sambil mengangkat sebuah kotak yang berisi barang-barang yang terlihat seperti milik pria itu "kamu.." sahut Luckas tanpa bisa melanjutkan perkataannya.


Pria tersebut tersenyum "Aku telah menemukan tuan yang baru,sir.. dan itu adalah anda."


"Edward..jangan bercanda"


"tentu aku tidak bercanda,sir. Aku memutuskan untuk tetap mengikuti anda sejak awal,sir. Dan aku tidak keberatan dengan keadaan sekarang,dan aku juga tidak keberatan jika harus bekerja tanpa sepeserpun" ucap Edward tegas.


Luckas sungguh sangat terharu,Edward begitu menghormatinya dan setia padanya. "te..terima kasih,Edward. Aku sungguh menghormati keputusanmu!! terima kasih.." ucap Luckas sungguh-sungguh.


Edward tersenyum,mengangguk "baiklah,sir..banyak yang harus kita kerjakan. Aku akan dengan senang hati membantu anda.." sahut Edward, Luckas membalas dengan senyuman "dan..sebelumnya..bagaimana jika saya membuatkan anda segelas americano hangat?"


Luckas mengangguk "dengan senang hati,Edward.."


##########


Tiga tahun kemudian..

__ADS_1


Bukan Luckas namanya jika dia menyerah begitu saja, hanya dalam tiga tahun..dia telah mengubah hotel kumuh yang hampir bangkrut menjadi sebuah hotel bintang lima dan terkenal. Ketenaran hotelnya membuat namanya ikut melambung tinggi.. Luckas berhasil mendapat julukan "Hotel Prince", tidak sedikit editor-editor majalah mengajukan diri untuk mewawancarai Luckas. Dengan adanya Luckas di majalah mereka, cukup mampu membuat penjualan majalah mereka melonjak tinggi. Para wanita-wanita tergila-gila dengan sosok Luckas yang terkenal,tampan,kaya dan tentunya seperti yang mereka tahu..single!!



__ADS_2