Hotel Prince

Hotel Prince
S2 : Gotcha


__ADS_3

Baik Louis maupun Vanya sama-sama mematung menatap satu sama lain,dan membuat orang yang di sekeliling mereka berdua kebingungan.


Tanpa sepatah kata yang keluar dari mulut mereka,perlahan Vanya melangkahkan kakinya mundur, perlahan berbalik dan langsung berlari. Vanya tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Pria yang dia rindukan dan dia cari selama ini,tiba-tiba berada di depannya,yang ada di pikirannya sekarang hanyalah pergi dari tempat itu sekarang!.


Louis berlari secepatnya mengejar Vanya,tanpa memperdulikan pekikan suara Lidya yang menginginkan jawaban atas pertanyaan yang bergejolak di dalam dirinya. Mereka menatap Chandra seakan berharap mendapatkan jawaban,namun Chandra hanya mengangkat kedua bahunya. Dia sendiri juga menginginkan penjelasan.


Vanya berlari dengan sekujur tubuh bergemetar. Ya..dia begitu ingin bertemu Louis,tapi disaat itu juga..dia merasa tidak pantas berharap pada Louis. Bukankah bagaimanapun,dirinyalah yang meninggalkan Louis, dan setelah semua itu, "kamu berharap dia akan menerimamu?!" pekik Vanya dalam hati "terlebih,dia sekarang adalah manajer dari hotel ini?? Ya, Tuhan.. kamu sedang mempermainkanku???".


Tiba-tiba tubuh Vanya tertarik masuk ke dalam salah satu kamar hotel yang masih kosong.


Brak..


Pintu kamar tertutup dan langsung dikunci oleh Louis. Vanya seketika merasa gugup berada di ruangan yang sama dengan Louis,terlebih..di kamar hotel?


"L... Louis" sahut Vanya gugup.


Louis berbalik dan menatap Vanya dengan tatapan mata yang sangat sulit untuk ditebak oleh Vanya. Vanya bahkan tidak tahu apakah Louis sedang murka atau tidak.


"Mengapa kamu bisa berada di sini?" tanya Louis dingin.


Ucapan yang dingin yang seketika menusuk hati Vanya, "a..aku bekerja". Louis hanya membisu dan menatap Vanya begitu lekat,hingga membuat Vanya merasa risih, "a...keluarkan aku" pintanya.


"Apakah tidak ada yang ingin kamu katakan padaku?" tanya Louis.


Vanya terkejut, "a..aku? Ti..tidak" sahut Vanya. Dia tidak mengerti,bagaimana bisa dalam waktu setengah tahun..Louis yang dulu dengan yang sekarang terasa sangat berbeda. Aura Louis begitu berbeda, Louis yang berada di hadapannya terasa begitu dewasa,berwibawa dan begitu mendominasi dirinya. Vanya yang dulu telah menyiapkan kalimat penuh penyesalan dan berencana untuk meminta maaf,tapi.. sekarang.. kalimat yang dia siapkan itu bagaikan air yang telah menguap, menghilang begitu saja.


Louis mendekati Vanya, Vanya berjalan mundur setiap Louis selangkah mendekatinya hingga akhirnya tubuhnya menyentuh dinding hotel yang berarti dirinya tidak akan bisa kemana-mana lagi.


Louis semakin mendekatinya lagi dan lagi hingga wajahnya begitu dekat dengan Vanya. Vanya menoleh ke kanan,mencoba menghindari tatapan Louis yang begitu tegas dan mendominasinya seakan sanggup untuk melelehkannya.


"A..apa yang kamu lakukan?!" seru Vanya.


Louis mendekatkan wajahnya lagi dan berbisik, "aku? merindukanmu!"

__ADS_1


Nafas Vanya tercekat, "ja..jangan bercanda!"


"Dan aku ingin tahu jawabanmu!"


"Ja.. jawaban apa maksudmu?!" tanya Vanya.


"Apakah kamu merindukanku sama seperti aku merindukanmu hingga hampir gila?!" tanya Louis.


Dengan refleks Vanya menoleh ke arah Louis dan membuat jarak antara mulutnya dengan mulut Louis hanya sekitar satu sentimeter.


"Aku mencintaimu!" bisik Louis tiba-tiba.


Vanya menatap kedua mata Louis yang terlihat begitu serius, lalu kembali menoleh ke kanan tapi Louis tidak mengizinkannya. Dia mendorong pelan wajah Vanya supaya kembali menatapnya, wajah Vanya terlihat merah. Kalimat terakhir Louis membuatnya tidak sanggup menahan gejolak emosi di dadanya.


"Vanya.." bisik Louis kembali.


"Ak..aku tidak pantas untukmu" lirih Vanya. Louis yang sekarang terasa begitu jauh baginya.


Louis mengecup bibir Vanya, "aku tahu apa yang pantas untukku atau tidak".


"Tapi sekarang kamu kembali..di hadapanku"


"A..ak--"


"Apakah kamu telah tidak mencintaku?" tanya Louis.


Nafas Vanya kembali tercekat, "bu..bukan begitu..a--"


"Jika begitu maka kamu masih mencintaiku!" tukas Louis dengan senyum merekah.


"Louis" lirih Vanya.


"Apakah begitu susah menjawabku?" tanya Louis, "jika kamu mencintaiku..maka jawab "aku mencintaimu!" begitu saja"

__ADS_1


"Louis.." lirih Vanya kembali.


Wajah Louis berubah murung dan sedih, "jika begitu..apakah kamu tidak mencintaiku lagi?" lirih Louis dengan wajah begitu pedih.


"Ti..tidak!! Bukan begitu maksudku!" tukas Vanya langsung. Wajah sedih Louis membuatnya kebingungan.


"Aku mengerti.." lirih Louis sambil melepaskan tangannya yang mengunci tubuh Vanya di dinding itu, "pergilah..aku tidak akan memohon padamu lagi" sahut Louis dengan suara sedikit terisak, Louis berbalik membelakangi Vanya.


"Lo..Louis.." Vanya merasa bersalah dan juga begitu bodoh. Mengapa dia tidak bisa jujur akan perasaannya pada Louis?!.


Vanya menatap Louis yang membelakanginya, Louis terlihat menghapus air matanya. Vanya memeluk Louis dari belakang, "maafkan aku.." isak Vanya "maafkan aku,Louis.. Aku berbohong padamu!! Aku mencintaimu!! Hanya aku merasa begitu tidak pantas denganmu yang sekarang!!. Aku mencintaimu,Louis!!" isak Vanya.


Tiba-tiba Louis berbalik dan memeluk Vanya, "akhirnya kamu jujur dengan perasaanmu,Vanya.." bisik Louis dengan penuh kemenangan.


Vanya terkejut,dia menatap Louis yang tersenyum..tidak ada air mata, "ka..kamu membohongiku?!"


Louis memeluk Vanya kembali, "supaya memaksamu untuk jujur padaku!"




curcol author:



loha~~


nanti malam aku lanjutin episode berikutnya ya❤️


siang ini aku post satu episode dl,nanti aku post lagi🥰


__ADS_1


stay safe😍


__ADS_2