
Louis tersenyum, dia tidak menggubris sindiran Peter. Sedangkan Ruby menatapnya dengan penuh senyuman puas, apalagi saat dia melihat tidak ada Vanya bersama Louis.
"Louis!" sahut Ruby penuh ceria, "kamu datang menemuiku lagi?"
Kali ini Louis mengangguk, dan itu semakin membuat Ruby semakin kegirangan, "Aku tahu kamu pasti akan menemuiku!" sahut Ruby sambil menyibak rambutnya yang tergerai. Ruby tidak melepaskan tatapan matanya dari Louis yang berjalan mendekati mereka dan menarik kursi yang ada di dekat mereka. Perlahan Louis duduk di kursi tersebut, sedangkan Chandra tetap berdiri tidak jauh dari belakang Louis. Ruby mengulurkan tangan kanannya perlahan, mencoba memegang tangan Louis yang ada di atas meja, "kamu terlihat semakin menakjubkan sekarang,Louis" bisik Ruby dengan nada genit.
Peter memutar kedua bola matanya, "b*tch!" bisiknya.
"Persetan denganmu!!" pekik Ruby sambil menatap abangnya dengan kesal, Peter hanya tertawa.
Louis menarik kembali tangannya tepat sebelum tangan Ruby menyentuh tangannya, "jadi.. apakah kita bisa memulai pertemuan kita?"
__ADS_1
Mendengar ucapan Louis membuat Peter dan Ruby terkejut. "Sebentar.. bukankah kami akan membicarakan ini dengan manajer hotel??" tanya Peter. Chandra tersenyum seperti mengejek pertanyaan Peter, dan Peter menyadari senyum ejekan Chandra itu. Dia mulai menyadari situasi yang sekarang ini, "ja..jangan kamu katakan jika dia adalah manajer kalian??!" tanya Peter kembali sambil menatap Chandra dan tangannya yang menunjuk Louis.
Chandra tersenyum, kali ini senyum yang penuh kesopanan dan tentunya.. kemenangan. Sejak tadi, dia sudah tidak sabar ingin melihat reaksi kedua kakak beradik yang kurang ajar ini, "Benar!!" jawab Chandra dengan tegas, "beliau adalah manajer hotel ini!" lanjutnya.
Bagaikan mendapat tamparan di pipi mereka, Ruby dan Peter seketika terdiam dan langsung menjaga sikap mereka, "jadi..apakah kita sudah bisa memulainya?" tanya Louis lagi.
Mencoba menenangkan dirinya, Ruby mengeluarkan berkas dan proposal yang telah di siapkannya. Perlahan dia meletakkannya di atas meja tepat di depan Louis. Dan tanpa sepatah katapun, Louis membaca dan meneliti berkas dan proposal yang di berikan Ruby. Keringat dingin Ruby dan Peter mulai mengalir, mereka tahu jika mereka telah melakukan kesalahan besar.
"Baiklah.. aku sudah mempelajari berkas ini.. Dan sebelumnya, aku sangat merasa terhormat sebab pihak Lee's Ship langsung mengirim kedua orang terpenting mereka untuk ke sini. Tapi, aku akan mempelajarinya kembali dan kami akan menghubungi anda setelah kami mempertimbangkan dan memilih untuk bekerja sama dengan Lee's Ship" sahut Louis sambil memberikan berkas-berkas tersebut pada Chandra yang telah dengan sigap menerimanya.
"A..apakah kemungkinan besar jika kalian akan memilih Lee's Ship?" tanya Ruby dengan gugup.
__ADS_1
Louis melirik Ruby, "akan kami pertimbangkan,Miss Lee" sahut Louis.
"Kami sangat mengharapkan jika anda dapat bekerja sama dengan kami" lanjut Ruby.
Louis tersenyum, "apa yang membuat kami harus memilih Lee's Ship?". Ucapan Louis membuat Peter sedikit merasa tersinggung. "Tidak perlu tersinggung.. Aku hanya menanyakan pertanyaan yang sama dengan pihak ekspedisi lainnya. Bukankah wajar jika aku bertanya apa yang membuat kami harus memilih kalian?. Bukankah bagus jika jawaban anda dapat menjadi pertimbangan kami untuk memilih Lee's Ship" sahut Louis.
Peter mengepal kedua tangannya,menahan emosi yang hampir mencuat keluar dari dalam dirinya, "Baiklah,sir Louis.. Lee's Ship merupakan perusahaan ekspedisi pertama yang memiliki akses cabang di Beijing. Dan pengalaman kami selama puluhan tahun lamanya,membuat kami lebih dari cukup menjadi pilihan utama anda dalam memilih ekspedisi. Kami menjaga dan mengirim barang anda dengan aman dan cepat sampai tujuan" sahut Peter diiringi dengan anggukan kepala Louis.
"Dan hanya anda satu-satunya yang mendapat harga khusus dari pemilik Lee's Ship, seperti yang tertera di proposal yang saya berikan tadi.. Harga yang tertera di sana merupakan harga spesial untuk anda..pastinya, harga yang sangat terjangkau dibandingkan dengan ekspedisi lainnya" sahut Ruby "Bukankah ini merupakan tawaran yang menggiurkan? Dengan pengalaman kami yang puluhan tahun lamanya, ditambah harga spesial dari kami.. pastinya Lee's Ship lebih dari cukup menjadi pilihan anda" lanjut Ruby dengan penuh bangga. Simon Lee sebelumnya memang telah memberikan harga spesial hanya untuk hotel Ryans di Bali.
Louis kembali mengangguk, "baik..akan saya pertimbangkan. Sebab pihak ekspedisi lainnya,memberikan kami harga yang jauh lebih murah dan menjanjikan kami barang tiba satu minggu lebih cepat dari pihak Lee's Ship. Bahkan mereka berani memberikan jaminan uang kembali jika barang terlambat tiba sampai di tujuan" sahut Louis sambil tersenyum menatap Ruby dan Peter bergantian.
__ADS_1