Hotel Prince

Hotel Prince
S2 : Cari Dia!!


__ADS_3

"A..apa??!"


Vanya menundukkan kepalanya, "dia Peter Lee.."


"Ta..tapi ba..bagaima--"


"Dia datang ke rumahku dan langsung menyerangku.. Tusukan pisau yang ada pada tubuhku semua karena aku berusaha untuk membela diri.. Hanya saja, aku sedang sialnya hingga pisau itu bisa tertancap di tubuhku" jelas Vanya sambil tersenyum pedih.


"Me..menyerangmu?"


Vanya mengangguk pelan, "dia..dia menginginkanku.. Saat di Beijing, dia juga pernah datang ke tempat tinggalku. Dan saat itu aku sudah memutuskan untuk kembali ke New York.. mencarimu. Tapi,Peter tidak mengizinkanku.. Hingga akhirnya dia di tahan oleh pihak berwajib.." Vanya memeluk dirinya sendiri, membayangkan wajah Peter membuatnya merinding, "Louis.. a..aku takut".


Louis memeluk Vanya dengan erat, "maafkan aku,Vanya.."


"Jangan meminta maaf,Louis.. Kamu tidak bersalah.."


"Aku telah terlambat datang hingga kamu harus kembali masuk ke ruang operasi yang dingin itu.." lirih Louis merasa bersalah. Melihat Vanya yang di dorong masuk ke ruang operasi mengingatkannya saat masa Vanya mengalami kecelakaan di New York.


Vanya tersenyum, "tapi kamu menungguku.. karena itu,aku berusaha keras melawan malaikat maut yang datang ingin membawaku!"


"Jika saja mereka berani membawamu.. Aku akan mengejar mereka sampai mereka kapok dan mengembalikanmu kembali!"


Vanya akhirnya tertawa mendengar perkataan Louis. Louis mengecup kening Vanya dengan lembut.


"Istirahatlah.. Kamu baru sadar.. Aku yakin, besok pihak berwajib akan senang saat mengetahui kamu telah sadar.." lanjut Louis "jadi.. kumpulkan tenagamu.. Karena mereka akan memberimu pertanyaan bertubi-tubi"


Vanya mengangguk perlahan, "kamu tidak kembali ke rumahmu?"


Louis tersenyum, "dimana pun kamu berada..maka disitulah rumahku berada. Aku akan tetap disini.. menjagamu.. tidurlah,Vanya.."

__ADS_1


Vanya kembali mengangguk,lalu perlahan menutup kedua matanya.. mencoba membujuk supaya terlelap kembali seperti apa yang di sarankan Louis.


Setelah melihat Vanya mulai terlelap, raut wajah Louis yang awalnya lembut, seketika berubah 360°. Hanya di hadapan Vanya dia mencoba menahan amarahnya yang sudah mencuat sejak Vanya menyebut nama Peter.


Louis mengeluarkan ponselnya dan menelepon Chandra,


"Chandra.. cari dimana Peter Lee sekarang juga!!!" tukasnya dengan nada dingin.


"Peter Lee?"


"Benar!! Dan saya ingin kamu memberiku laporan secepatnya!!".


Chandra menelan salivanya dengan susah payah, dari nada suara Louis saja, dia tahu jika atasannya sedang murka, "baik,sir!"


Louis mengakhiri pembicaraan dan menatap pemandangan jendela yang masih gelap. Waktu masih menunjukkan pukul empat dini hari, namun..Louis telah tidak dapat beristirahat lagi setelah mengetahui pelaku yang melukai wanitanya.



Tidak lama kemudian, ponsel Louis bergetar. Louis sengaja menonaktifkan nada dering ponselnya supaya tidak mengganggu Vanya.



"Sir.. Peter Lee telah tidak berada di Bali.. yang ada hanyalah Ruby Lee, sir.. Ruby Lee sejak bertemu dengan kita, belum kembali ke New York" jelas Chandra.



"Baik.. Saya mengerti!!. Kirim pesan padaku dimana Ruby Lee menginap sekarang!!"


__ADS_1


"Ap--" Louis langsung menutup ponselnya. Dia mendekati Vanya dan mengecup pelan keningnya. Perlahan dia berjalan keluar meninggalkan ruangan tempat Vanya di rawat itu.



Hotel Hard Rock,


Louis berdiri di depan kamar hotel 408, perlahan dia menekan tombol bel yang ada di dekat pintu itu.


Kamar 408 merupakan kamar dimana Ruby Lee menginap. Dari informasi yang Louis dapatkan dari Chandra, Ruby Lee terlihat masih berada di Bali hingga sekarang. Dan Louis memprediksi jika Ruby masih jatuh cinta pada kehidupan malam di Bali sini.. karena sesuai dengan gaya hidup seorang Ruby Lee. Di tambah dia tidak perlu di pusingkan dengan pekerjaan dan tuntutan dari Simon Lee.


Bahkan Louis juga berasumsi jika Ruby pasti memakai hotel Ryans sebagai alasan untuk berada disini. Ruby Lee bisa saja memberitahu ayahnya jika pihak hotel Ryans menyuruhnya menunggu untuk info kerja sama mereka.


Perlahan pintu kamar 408 terbuka, Ruby Lee yang masih di balut pakaian yang sangat terbukanya itu.. tersenyum saat melihat sosok Louis berdiri di depannya.


Gaun bertali tipis dengan glitter kemerahan diatas lutut membalut tubuh mungil Ruby dengan ketat. Sehingga menunjukkan bentuk lekuk tubuh seorang Ruby Lee. Dan berada di dekat Ruby,Louis mencium bau minuman beralkohol. Louis yakin jika Ruby baru saja kembali dari 'kehidupan malam' di luar sana.


"Louis sayang??!!!" pekik Ruby langsung memeluk Louis.


Louis mendorong Ruby hingga masuk ke dalam kamar, dan menutup pintu kamar hotel itu. Sontak membuat Ruby kegirangan.


"Kamu sangat nakal,sayang.." bisik Ruby.


Louis tersenyum, "melihatmu begini membuatku tidak sanggup menahan diri.." balas Louis yang juga berbisik.


Ruby semakin kegirangan mendengar ucapan Louis, "sungguh?? Bagaimana dengan Vanya?"


Louis meletakkan jari telunjuk kanannya di depan bibir Ruby yang merah karena lipstiknya, "jangan menyebut namanya.. apakah kamu sungguh menginginkanku memikirkan wanita lain saat ini?".


__ADS_1


__ADS_2