
Don't wanna feel another touch
Don't wanna start another fire
Don't wanna know another kiss
No other name fallin' off my lips
Don't wanna give my heart away
To another stranger
•Lady Gaga•
"Pria lain?? Maksudmu jika dia telah menikah sekarang?" tanya Martha.
"aku tidak tahu,mom" lirih Luckas sambil menutup matanya berbaring ditempat tidurnya "aku pernah bertemu dengan pria itu, dan mereka terlihat saling menyayangi..bahkan pria itu terlihat begitu menyayangi Ayles.
"Ayles?? Siapa Ayles?"
Senyum kecil menghiasi wajah Luckas saat mengingat bocah mungil yang begitu imut itu "anak Lidya..dan tentunya anakku juga,mom"
"Ya Tuhan.. itu berarti cucu mom?.. Ya Tuhan..Luckas!! mom ingin bertemu mereka segera!!" pekik Martha "Beritahu mom dimana Lidya berada,Luckas!!"
"untuk apa,mom? Lidya bahkan terlihat tidak peduli dengan kita.."
"Setidaknya biarkan mom bisa melihat cucu mom,Luckas.. walau hanya sekali saja. Mom hanya mengintip mereka saja tanpa mengganggu Lidya" sahut Martha. Dan tentu saja itu hanya bualan semata, bertemu cucunya memang menjadi salah satu alasan baginya. Tapi,bertemu dengan Lidya menjadi tujuan utamanya. Dia ingin mengetahui apakah Lidya sungguh telah memiliki pria lain.
Beberapa hari kemudian di hotel DeParis,
Martha duduk di restoran yang ada di dalam hotel,sebelumnya dia telah menginfokan pada salah satu staf untuk memberitahukan pada Lidya jika ada seorang wanita bernama Martha yang menunggunya di restoran hotel.
__ADS_1
Setelah mendapat info dari staf hotel,Lidya bergegas menuju restoran. Sejak pertemuan terakhirnya dengan Luckas,dia yakin jika cepat lambat Martha ataupun keluarga Ryans akan tahu tentang dirinya dan juga..Ayles.
Lidya berjalan masuk ke dalam restoran, dengan sepatu hak tingginya dan blouse pink pastel yang dipadu dengan rok span berwarna hitam, Lidya terlihat begitu menawan.
Martha tersenyum saat melihat Lidya yang berjalan mendekatinya, 'Lidya berubah..dia yang sekarang terlihat begitu dewasa'.
Keduanya berpelukan begitu erat, Lidya begitu merindukan Martha yang telah dianggapnya seperti ibu kandungnya sendiri.
"Ya Tuhan...Lidya..mom begitu merindukanmu.. coba,biarkan mom melihatmu lebih jelas" sahut Martha sambil melepaskan pelukannya dan memandang Lidya dari ujung rambut hingga ujung kaki "kamu terlihat semakin....cantik,sayang"
Lidya tertawa dan memeluk Martha kembali "aku begitu merindukanmu,mom"
Keduanya berbincang-bincang, tertawa bersama layaknya sahabat dan juga layaknya ibu dan anak.
"Lidya..Mom ada permintaan"
"katakan,mom..asal tidak kembali dengan Luckas"
Martha terkejut "Kenapa dengan Luckas? apakah kamu tidak mencintainya lagi?"
"mom.. sejak kepergianku tiga tahun yang lalu. Aku telah memutuskan segalanya,termasuk Luckas. Aku tidak ingin karena aku,hubungannya dengan keluarganya menjadi keruh"
"sejujurnya,apa yang membuatmu pergi?"
Lidya terdiam "sudahlah mom..semuanya telah berlalu. Tidak perlu diungkit kembali"
Martha menghela nafas "baiklah.. mom tidak akan memaksamu.. hanya mom ingin memberitahumu jika sejak tiga tahun yang lalu juga,Luckas telah memutuskan hubungannya dengan keluarga Ryans,dan mom yakin kamu tahu sendiri apa alasan di balik itu. Dan tidak sedetikpun dia berhenti mencintaimu"
"terkecuali Mom,sayang.."
Lidya termenung "maafkan aku,mom..semuanya karena aku"
Martha menggenggam tangan Lidya "jangan salahkan dirimu. Kamu tidak salah apapun,Lidya.. jangan pikirkan hal itu lagi...lebih baik kamu bantu mom,kabulin satu permintaan mom" pinta Martha.
Lidya tertawa "apa,mom?"
"Mom ingin berjumpa dengan anakmu.."
Lidya terdiam sejenak.
"apakah kamu keberatan?"
"tentu saja tidak,mom.. tapi apakah mom bisa menunggu sebentar?" tanya Lidya sambil menatap arlojinya "dia sebentar lagi juga akan kesini".
"tentu..tentu!! seberapa lama pun akan ku tunggu"
Lidya tertawa.
__ADS_1
"dan Lidya.. mom ingin bertanya,apakah alasanmu tidak ingin kembali pada Luckas karena kamu telah memiliki pria lain di hatimu?" tanya Martha dengan hati-hati.
Lidya melirik Martha "Mom..aku-", suara bunyi handphone Lidya menghentikan kalimatnya, dia meminta izin untuk mengangkat teleponnya sebentar.
"Maaf,mom..ada hal penting yang harus ku urus. Apakah mom bisa menunggu sebentar?"
"tentu saja..pergilah..mom akan menunggumu"
Martha tidak ingin kembali sebelum mendapatkan jawaban dari Lidya dan juga sebelum bertemu dengan cucunya,Ayles.
Selang beberapa lama kemudian,Lidya akhirnya kembali tapi kali ini ada sosok mungil di sampingnya. Tanpa sadar,Martha beranjak dari kursinya.. sebuah senyuman terlihat begitu senang menatap sosok mungil yang disamping Lidya. Martha berjalan menghampiri mereka,dia tidak sabar untuk segera menggendong cucunya itu.
Melihat Martha yang mendekatinya,Ayles bersembunyi di balik tubuh ibunya dan mengintip Martha yang terlihat begitu antusias ingin mendekatinya.
"sini, sayang..grandma ingin melihatmu" sahut Martha.
Lidya menggendong Ayles "panggil grandma,Ayles. Ini juga grandma nya Ayles.."
Ayles memeluk tubuh ibunya dengan erat,dia selalu takut dengan orang asing.
"Maaf,mom..dia selalu seperti ini jika baru pertama kali bertemu" jelas Lidya.
Martha mengangguk "tidak apa..mom yang terlalu antusias" ucapnya sambil kembali duduk di kursinya,tapi dia tidak dapat melepaskan pandangannya dari Ayles.
"Dia sungguh mirip dengan Luckas" sahut Martha perlahan. Wajah Ayles mengingatkannya pada masa kecil Luckas. "Dan seperti yang Luckas katakan pada mom, matanya mirip denganmu,Lidya.."
Lidya hanya membalas dengan senyuman "banyak yang mengatakan jika matanya mirip denganku"
__ADS_1
"jadi..apakah Ayles telah memiliki daddy atau calon daddy,Lidya?" tanya Martha.