Hotel Prince

Hotel Prince
You broke me first


__ADS_3

Took a while, was in denial when I first heard


That you moved on quicker than I could've ever, you know that hurt


Swear for a while I would stare at my phone just to see your name


But now that it's there, I don't really know what to say


•Tate McRae•


######


Kedua kaki Luckas seakan kehilangan tenaganya, dia telah mencari Lidya hingga semua sudut rumah tapi tidak kunjung menemukan Lidya. Dengan langkah gongtai,Luckas berjalan menuju ruang makan,dimana semua orang berada disana.


Martha menatap Luckas yang begitu lemas "Bagaimana?".


Luckas hanya menggelengkan kepalanya. Sekilas terlihat wajah Dora tersenyum saat tahu Luckas tidak menemukan Lidya. Tidak lama kemudian, salah satu staf sekuriti dari keluarga mereka berjalan mendekati mereka "Saya telah memeriksa CCTV,madam.." sahut pria yang berbadan besar itu "Miss Lidya terakhir terlihat diam-diam berjalan keluar melalui pintu yang berada di dapur".


Luckas menatap pria tersebut dengan keheranan, 'siapa yang menyuruh untuk memeriksa CCTV?' tanyanya dalam hati.


"apakah terekam dia mengambil sesuatu?" tanya Dora sekaligus menjawab pertanyaan yang terlintas dalam benak Luckas.

__ADS_1


Dengan menahan emosi,Luckas menatap Dora "jadi..grandma menyuruhnya memeriksa CCTV untuk mengetahui apakah Lidya mencuri sesuatu??" suara Luckas bergetar menahan geram.


"wajar bukan?? jika tidak mengapa dia pergi secara diam-diam? bahkan hingga tanpa memakai sepatunya" jawab Dora masa bodoh.


Martha menahan Luckas yang ingin membalas Dora "Luckas..sekarang kamu sudah tahu jika Lidya tidak berada di sini.. coba pikirkan Lidya bisa pergi kemana lagi selain disini?"


Luckas terdiam memikirkan tempat yang memungkinkan Lidya berada. "Sudahlah.. tidak perlu mencarinya.. dia hanya sekedar drama supaya kalian panik" ucap Dora "duduk..dan makan saja.. makan malam hari ini menjadi berantakan hanya karenanya"


Martha menyentuh Luckas,memberi kode supaya tidak membalas Dora. Diam-diam Luckas menghela nafas, perkataan Dora yang tidak dapat dibalasnya hanya sanggup membuatnya menghela nafas saja, disisi lain dia memikirkan perkataan Martha yang menyuruhnya mencari Lidya terlebih dahulu daripada menggubris Dora.


"Mom..aku akan pergi mencari Lidya terlebih dahulu. Di New York,dia tidak mengenal siapapun dan mungkin dia akan pergi ke tempat yang pernah dia kunjungi sebelumnya" ucap Luckas diiringi anggukan Martha, tanpa berpamitan dengan Dora dan Arthur..Luckas pergi begitu saja.


"Mengapa dia harus mencarinya..." ucap Dora "maka wanita itu akan semakin menjadi-jadi kelakuannya"


Bersama Edward, Luckas mencari Lidya ke semua tempat yang pernah mereka kunjungi hingga berakhir di pusat perbelanjaan Times Square,tempat dimana Lidya pernah kunjungi saat Luckas menemui Freya. Malam itu pusat perbelanjaan sangat ramai akan pengunjung, Luckas kewalahan mencari Lidya di tengah keramaian, ditambah besarnya lokasi pencarian tentu membuat Luckas kewalahan jika harus mencari Lidya sendiri, dia meminta Edward menghubungi pihak Times Square untuk membantu. Pihak Times Square dengan senang hati membantu Luckas, bisa membantu pihak keluarga Ryans yang sangat terkenal di New York sungguh menjadi suatu kehormatan bagi pihak Times Square. Pihak Times Square menginformasikan pada para pihak sekuriti mereka mengenai Lidya dan pihak informasi mereka menginfokan mengenai Lidya,jika ada orang yang mencarinya.


Waktu mulai berlalu, tapi Luckas tidak kunjung menemukan Lidya. Perasaan cemas dan takut mulai menyelimuti diri Luckas 'Bagaimana jika Lidya telah kembali ke Washington sendiri? terlepas dari semua itu..semoga Lidya baik-baik saja' ucap Luckas dalam hati.


 


Hotel Hilton,New York.

__ADS_1


Eva Green,ibunda Freya berdiri di salah satu kamar hotel tempat anak semata wayangnya berada. Sudah satu minggu Freya menghilang tanpa kabar, kedua orang tuanya mencari Freya di setiap seluk beluk Prancis hingga akhirnya mereka mendapat laporan jika transaksi kartu kredit Freya terakhir adalah di New York,di Hotel Hilton.


Ayah Freya telah putus asa menghadapi sifat anak perempuannya, akhirnya menyuruh istrinya untuk segera ke New York untuk membujuk anaknya segera kembali ke London.


Eva berulang kali mengetuk pintu kamar itu tapi tidak kunjung mendapatkan jawaban, Eva akhirnya meminta pihak hotel untuk membukakan pintu kamar dengan kartu kunci cadangan mereka setelah mereka memastikan jika Eva adalah ibunda dari Freya.


Pintu kamar terbuka, pemandangan pertama yang dilihat Eva adalah isi kamar yang sangat berantakan. Freya mengintip dari balik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya "Mama?" sahut Freya dengan suara berbisik.


Eva menoleh ke arah panggilan suara itu, hati Eva terasa sakit melihat kondisi anak perempuannya. Freya terlihat begitu berantakan. Tidak ada lagi pancaran wajah yang penuh percaya diri seperti dulu,yang ada hanya wajah yang ketakutan. Rambut Freya terlihat berantakan, melihat kondisi anak perempuannya membuat Eva merasa sangat bersalah karena meninggalkan anaknya sendirian di Prancis. Padahal Freya sekarang sangatlah membutuhkan seseorang mendampinginya. Eva bahkan tidak sanggup menyalahkan Freya yang diam-diam kabur dari Prancis tanpa mengabari orang tuanya.


Sejak karir dan nama baiknya hancur, Freya sangatlah terpuruk. Dia tidak sanggup menerima kritikan dunia akan dirinya,bahkan dia tidak sanggup untuk keluar tanpa menutupi wajahnya. Jika orang mengenalinya,mereka akan langsung menghujatnya bahkan tidak segan-segan berlaku kasar padanya. Tidak sedikit orang yang pernah disakitinya dulu,karena itu Freya yang sekarang bisa begitu mudahnya menjadi sasaran pembalasan mereka.


"apa yang mama lakukan disini??!!! Biarkan Freya sendirian!!" sahut Freya dengan suara keras sambil menarik selimutnya menutupi matanya yang bengkak akibat menangis dan kantongan mata yang hitam.


Eva mendekati Freya "Freya.. ikut mama kembali ke London"


"Tidak!!! Bukankah kalian juga malu denganku hingga mengusirku ke Prancis sendirian?!!!"


Hati Eva kembali merasa sakit mendengar perkataan anaknya "tidak ada yang mengusirmu,sayang"


Terdengar isakan dari balik selimut "mama dan papa..hiks.. membenciku karena telah membuat malu keluarga Green...hiks..hiks.. Bahkan papa harus malu bertemu dengan klien dan keluarga Green lainnya!! Semua salahku mama!! seharusnya aku menghilang dari dunia ini saja!!"

__ADS_1



__ADS_2