Hotel Prince

Hotel Prince
One More Night


__ADS_3

But baby there you go again, there you go again, making me love you


Yeah I stopped using my head, using my head, let it all go


Got you stuck on my body, on my body like a tattoo


And now I'm feeling stupid, feeling stupid crawling back to you


•Maroon 5•


########


Anak kecil itu begitu memikat hati Luckas "berapa umurmu,ksatria kecil?"


anak kecil itu menunjukkan tiga jari tangannya pada Luckas "du..a" sahutnya.


Luckas kembali tertawa "sepertinya umurmu masih misteri bagi paman.. paman akan menanyakan umurmu saat bertemu dengan orang tuamu.."sahut Luckas "baiklah..yuk kita cari mamamu"


Luckas masuk kedalam ruangan hall kembali,dimana semua tamu undangan sedang berlalu lalang mengambil dan menikmati jamuan makanan sambil ngobrol satu sama lain "apakah kamu tahu nama mamamu atau papamu?"


Anak kecil itu berpikir sejenak, dan menjawab Luckas dengan wajah polosnya "mama..mami..mami"


Tawa renyah kembali keluar dari mulut Luckas, anak kecil itu begitu lucu baginya. Melihat Luckas yang tertawa,anak kecil itu ikut tertawa memperlihatkan kedua lesung pipinya di wajah tembemnya. Saat itu juga terdengar suara yang memanggil dari arah belakang mereka "ayles!!".

__ADS_1


Luckas menoleh kebelakang,terlihat sesosok pria dengan jas silvernya berjalan begitu cepat mendekati mereka, dari wajahnya Luckas bisa menebak jika dia terlihat cemas karena kehilangan anak kecil ini. Pria tersebut terlihat masih muda,Luckas menebak jika umurnya masih bekisar kepala dua atau akhir kepala dua. "dia ayah dari anak ini?? terlihat masih muda.. tapi..wajahnya mengingatkanku pada-"


"ya Tuhan!!" pekik pria itu membuyarkan lamunan Luckas "aku sungguh minta maaf sekali,sir.. apakah dia merepotkanmu??" tanya pria itu dengan cemas.


"ahh..ohh..tidak..tentu tidak sama sekali" jawab Luckas terbata-bata "kami bertemu di balkon dan dia tengah menangis karena terpisah dari ibunya,jadi aku mencoba membantunya menemukan ibunya. Tapi..dia sungguh imut sekali" sahut Luckas yang masih terpincut dengan anak kecil itu.


Pria itu tersenyum seakan menyetujui kalimat terakhir Luckas, dia meminta izin untuk mengangkat telepon genggamnya sebentar..Luckas sangat tidak keberatan,dia bahkan masih ingin bermain bersama anak itu "Halo? iya.. aku telah menemukannya. Tenanglah...dia baik-baik saja. Dia bertemu dengan seorang paman yang baik" jawab pria itu sambil tersenyum melirik kearah Luckas "apa? oh..ok..baiklah..kami akan menunggumu" lanjutnya sambil mematikan teleponnya.


"ah.. lihatlah..sungguh cerobohnya aku,bahkan tidak sempat memperkenalkan diriku pada anda.. saya Louis" sahut pria itu sambil menyodorkan tangan kanannya.


"Luckas..senang berkenalan dengan anda sir Louis" jawab Luckas sambil membalas menyalami tangan Louis.


Louis mengangguk "jadi tadi ibunya berpesan jika dia ingin berterima kasih secara langsung kepada anda,sir-"


"kamu bisa memanggilku Luckas,Louis" sahut Luckas ramah.


Luckas menggelengkan kepalanya "tidak perlu,Louis. Aku bahkan tidak melakukan apa-apa. Dan malah aku yang ingin berterima kasih karena bertemu Ayles, dia menemaniku dan menghiburku.." sahut Luckas sambil mencubit lembut pipi Ayles yang tersenyum dan memeluk Luckas.


Louis tertawa "bandit kecil ini biasanya sangat takut dengan orang asing, tapi dia terlihat begitu nyaman dengan anda,Luckas" sahut Louis "baiklah..Ayles sini..paman itu telah capek menggendongmu terus menerus..yuk sini" sahut Louis mencoba menggendong Ayles dari pelukan Luckas.


Ayles memberontak "tidak..Ailes mau cama ini.." sahut Ayles sambil menunjuk Luckas.


Luckas tertawa dan akhirnya membujuk Ayles yang tengah merajuk di pelukan Louis "kapan-kapan paman akan bermain lagi dengan Ayles.. cuma,sekarang paman harus pergi..dan paman janji saat kita bertemu lagi,paman akan memberikan hadiah pada Ayles" sahut Luckas.

__ADS_1


"apakah tidak bisa tunggu sebentar, Luckas? ibunya sedang menuju kesini..dia sungguh ingin bertemu dengan anda" pinta Louis.


"tidak apa-apa,Louis.. aku sangat menghargainya. Tapi aku sungguh harus segera pergi" sahut Luckas.


"Baiklah jika begitu, aku tidak akan memaksa anda,Luckas. Aku mewakili ibunya mengucapkan terima kasih dan suatu saat jika kita bertemu kembali maka kami akan membalas anda" sahut Louis.


"tidak perlu pikirkan itu,Louis. Aku tidak membantu apa-apa.." sahut Luckas "baiklah..aku pamit dulu. bye Ayles"


Ayles menatap Luckas yang semakin menjauh dengan mata yang berkaca-kaca,bahkan terisak kecil. Tidak lama kemudian,seorang wanita berjalan kearah mereka dengan wajah yang terlihat tidak kalah cemas "Ya Tuhan..Ayles!! kamu sungguh membuat mama khawatir" sahut wanita itu "dimana pria yang menemukan Ayles?" tanyanya.


"Dia telah pergi" sahut Louis.


"Mengapa tidak menahannya sebentar? Aku ingin berterima kasih padanya secara langsung!" sahutnya sambil menggendong anaknya yang tengah terisak "Ayles kenapa?"


Louis mengangkat kedua bahunya "dia menangis saat berpisah dengan pria tadi"


Wanita tersebut terheran-heran "bagaimana mungkin?"


"tapi itu benar..dia begitu lengket dengan pria itu" balas Louis.


Ayles mengucek-ucek matanya yang mulai berat karena menangis sejak tadi, dan mulutnya mulai menguap menahan rasa kantuk sambil memeluk ibunya.


"sudah ngantuk,sayang? ayo kita pulang.." sahut ibunya sambil di balas anggukan lemas dari anaknya.

__ADS_1


Louis melepaskan jasnya dan menutup tubuh Ayles yang mulai terlelap "yuk..kita pulang"



__ADS_2