Hotel Prince

Hotel Prince
Numb


__ADS_3

I've become so numb, I can't feel you there


Become so tired, so much more aware


I'm becoming this, all I want to do


Is be more like me and be less like you


•Linkin Park•



Sesampai di hotel,Lidya turun dan segera mengangkat koper milik Darren dari bagasi mobilnya, namun Darren segera menarik kopernya kembali.



"kamu dapat memanggil salah satu bell boy kalian,Lidya.." sahut Darren.



"tidak apa-apa,Darren. Aku tidak keberatan"



"tapi,aku keberatan!"



Lidya menghela nafas dan tertawa "Kamu tidak seperti ini tiga tahun yang lalu,Darren. Bahkan dulu kamu tidak segan-segan memberiku kritikan yang begitu pedas.." sahut Lidya yang teringat akan dirinya yang pernah di kritik Darren saat tiga tahun lalu.



Darren tertawa "aku bahkan tidak mengenal siapa aku saat tiga tahun yang lalu.." candanya "tapi yang aku tahu,sekarang kamu adalah temanku dan aku sangat menghormati dan menghargai temanku,Lidya.."



Lidya tertawa dan memanggil salah satu staff hotel untuk membantu Darren.



Disaat yang sama, segerombolan tamu tur dari Korea tidak sengaja menyenggol Lidya, membuat Lidya kehilangan keseimbangan dan jatuh dalam dekapan Darren yang juga refleks menangkap Lidya.



"kamu tidak apa-apa?" tanya Darren.

__ADS_1



Lidya bergegas bangkit dan melepaskan dirinya "iya..aku tidak apa-apa".



Tamu tersebut meminta maaf pada Lidya "joesonghabnida.. I'm sorry.."



Lidya tersenyum "it's okay.."



"da-eum-e josimhae" (berhati-hatilah lain kali) sahut Darren.



Darren melihat rambut Lidya yang sedikit berantakan,tanpa sadar tangannya merapikan rambut Lidya. Hal itu spontan membuat Lidya terkejut dan melangkah mundur.



"Miss Lidya.." terdengar suara yang memanggilnya dari belakang, yang ternyata suara Steward... Steward seakan memanggilnya dan memberi tahu jika Dora tengah melihat dan menyaksikan kelakuan Lidya.




Lidya mematung saat melihat sosok Dora, sosok yang begitu membencinya dan juga dibencinya. Seluruh tubuh Lidya bergetar,namun dia tetap mencoba tegar dan tenang. Dia tidak ingin Dora merasa menang akan dirinya,lagi! Lidya berjalan mendekati Dora.



"Selamat sore,madam...senang bertemu anda kembali" sahut Lidya sambil berusaha menenangkan suaranya yang hampir ikut bergetar.



Dora tersenyum sinis "aku mengira hal penting apa yang tengah kamu lakukan hingga membuatku menunggumu seharian" ucap Dora dengan sinis sambil menatap Darren yang tengah kebingungan "dan ternyata.. kamu hanya disibukkan dengan berduaan dengan seorang pria".



Lidya mencoba tenang "maaf..apa maksud anda?"



Dora melihat Lidya dengan pandangan merendahkan,pandangan yang sama seperti tiga tahun lalu..tidak ada yang berubah "Lidya..apa bekerja di hotel,membuatmu mendapatkan '*pekerjaan sampingan*' juga?!!!"

__ADS_1



Lidya yang mencoba ramah pada Dora tapi yang dia dapatkan penghinaan,lagi?!



"saya harap anda menjaga perkataan anda,madam Dora Ryans!!" tukas Lidya.



"apakah saya salah? Saya melihat sendiri..sepertinya kamu begitu putus asa hingga harus melakukan '*dua pekerjaan*' sekaligus.." sinis Dora.



"Dengan segala hormat,madam Dora Ryans. Jika '*pekerjaan sampingan*' yang anda maksud adalah menjual diri, saya harap anda menarik ucapan anda kembali atau saya tidak segan-segan akan mengambil jalur hukum karena anda telah merusak nama baik saya!" tukas Lidya kembali,dia sungguh merasa terhina akan perkataan Dora.



Dora tertawa "saya tidak mengatakan anda menjual diri,Miss Lidya. Tapi,kamu sendiri yang merasa seperti itu.."



Darren mendekati mereka,dia menarik Lidya dan berdiri didepan Lidya. Darren yang sejak tadi mendengar percakapan mereka, dan dia sadar jika ada kesalahpahaman antara mereka karenanya, walau dia tidak tahu ada hubungan apa antara mereka berdua tapi Darren merasa dia harus maju untuk menjelaskan semua ini.



"selamat sore,Madam..maaf jika saya memotong pembicaraan anda. Sepertinya anda salah paham dengan kami,madam.. Saya dan Lidya tidak memiliki hubungan apapun dan hanya murni relasi bisnis. Dan tidak ada yang namanya '*pekerjaan sampingan*' seperti yang anda katakan,apapun itu!" sahut Darren,walau tutur kata Darren sangat sopan tapi juga mengandung penekanan dan ketegasan. Dia tidak suka mendengar Lidya yang di hina seperti ini,bahkan di hina hingga begitu rendah.



Dora berdeham setelah mendengarkan perkataan Darren "ini bukan urusan anda,anak muda!! Jangan mencampuri urusan kami!!"



Darren merasa kesal,belum pernah dia bertemu orang yang begitu kasar dan keras kepala seperti Dora.


"tentu saja ini urusan saya!! Karena Lidya dan saya masih memiliki urusan yang harus kami selesaikan..terserah anda dapat berpikiran pekerjaan sampingan atau apapun itu,madam" sahut Darren dengan kasar "karena sepertinya apapun yang kami katakan..anda tetap bersikeras dengan pemikiran anda sendiri..jadi sepertinya pembicaraan ini hanyalah sia-sia!!"



Kali ini Dora yang terlihat menahan amarah karena ucapan Darren.



"Jadi,dengan segala hormat siapapun nama anda,madam.. Lidya harus ikut dengan saya karena saya telah memiliki janji dengan Lidya jauh-jauh hari sebelumnya. Dan jika anda ingin berbicara dengan Lidya..silakan anda buat janji terlebih dahulu dan silakan kembali lagi lain hari.." sahut Darren sambil menarik Lidya masuk kedalam hotel,meninggalkan Dora yang menahan amarahnya.

__ADS_1



__ADS_2