Hotel Prince

Hotel Prince
Officially Missing you


__ADS_3

Well, I wish that you would call me right now


So that I could get through to you somehow


But I guess it's safe to say, baby


Safe to say that I'm officially missin' you


•Tamia•



"maaf sebelumnya..dan juga maaf jika terdengar lancang,Luckas.. ada masalah apa antara anda dengan Lidya? apakah dia memiliki masalah saat dulu bekerja di hotel Ryans?" tanya Elena dengan hati-hati.



Raut wajah Luckas berubah seketika, wajahnya kita terlihat begitu sendu "Dia tidak memiliki masalah apapun saat bekerja di hotel Ryans,Elena.. hanya satu masalahnya..dan masalah itu hanya antara aku dan dia. Lidya adalah kekasihku"



Elena membeku saat mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulut Luckas.



'*Ya Tuhan..kekasih?? Lidya yang kukenal adalah kekasih Luckas Ryans*??' jerit Elena dalam hati. Elena mencoba menenangkan jantungnya yang berdebar begitu kencang.


"sepertinya saya telah mengerti maksud anda.. saya akan menghubungi Lidya sekarang.."

__ADS_1



"Dan aku mohon ja-"



"anda dapat tenang,Luckas. Saya tidak akan mengatakan tentang anda yang menunggunya disini" ucap Elena sambil tersenyum.



Sesampai di hotel DeParis, Lidya bergegas turun dari mobil Louis bersama Ayles.


"Aku akan menghubungimu setelah semuanya selesai" sahut Lidya pada Louis. Karena tidak tahu pekerjaan apa yang menantinya,dia tidak bisa memastikan seberapa lama dia akan berada di hotel. Louis mengangguk dan melambaikan tangan pada Ayles sebelum pergi.


Lidya menggandeng tangan Ayles dan masuk kedalam hotel, para staf karyawan langsung menyala Lidya dan juga Ayles. Mereka mengenal Ayles karena Lidya yang sering membawanya kesini,dan Ayles juga sangat dekat dengan Elena.


Lidya bergegas berjalan menuju ruangan Elena, tanpa mengetahui apa yang sedang menunggunya. Ayles berlari terlebih dahulu di depan Lidya, dia telah tidak sabar untuk bertemu dengan Elena. Elena yang begitu menyayangi Ayles layaknya seperti anaknya sendiri sehingga Ayles begitu betah bersama Elena.


Ayles tidak memperdulikan ibunya,dia berlari meniju pintu ruangan Elena,membuka pintu dan mengintip perlahan "an tie" sahut Ayles pelan.


Elena tersenyum saat mendengar suara Ayles, sosok mungil yang mengintipnya dari balik pintunya "halo sayang..sini..masuk.."


Perlahan Ayles berjalan masuk kedalam, namun langkahnya terhenti karena melihat Luckas yang juga berada di ruangan itu. Dan Luckas yang juga tidak kalah terkejutnya saat melihat anak kecil yang tengah menatapnya.


'anak kecil ini.. Bukankah dia anak yang sama dengan yang dipesta Benny?', sosok Ayles yang begitu lucu sangat berkesan dan membekas di ingatan Luckas.


Ayles tersenyum dan langsung berlari mendekati Luckas "paman.." panggilnya.

__ADS_1


Bergegas Luckas menggendong Ayles "Halo,ksatria kecil.. akhirnya kita bertemu kembali.."


Kedekatan Luckas dengan Ayles,kembali membuat Elena terkejut "anda mengenal Ayles?"


Luckas memangku Ayles "saya pernah bertemunya saat ada acara pesta disini.. dan saat itu dia terpisah dari ibunya.." jelas Luckas sambil bermain dengan Ayles "apakah anak ini keluarga anda?"


"Jika begitu,bukankah anda telah bertemu Lidya?" tanya Elena.


Luckas menggeleng "Jika sudah,maka tentu saya tidak akan berada disini sekarang,Elena.."


"ta..tapi.. Ayles adalah anaknya..Lidya" sahut Elena dengan gugup.


Belum sempat Luckas menenangkan dirinya yang terkejut, suara pintu yang terbuka..membuat mereka terdiam.


"Ada apa,Ele-" kalimat Lidya terpotong saat matanya tertuju pada sosok pria yang ada di ruangan itu. Pria yang pernah hadir dalam hidupnya, pria yang selalu dia rindukan, pria yang selalu dia cintai, dan juga pria yang merupakan ayah dari anaknya.


Elena berjalan mendekati Lidya dan mendorong Lidya perlahan untuk masuk kedalam ruangan.


"sudah waktunya kamu menghadapi ini,Lidya" bisik Elena sebelum meninggalkan ruangannya, dia tidak ingin mengganggu pertemuan antara Luckas dan juga Lidya. Dan sekarang Elena telah mengetahui jawaban dari pertanyaannya dulu tentang ayah dari Ayles.


Perlahan Luckas menurunkan Ayles dan berdiri tanpa melepaskan tatapan matanya pada Lidya, dia melihat Lidya yang sekarang. Rambut panjang Lidya sekarang telah berubah menjadi pendek, dan Luckas hanya merasakan satu perubahan dari diri Lidya.. Lidya yang sekarang terlihat lebih dewasa dari sebelumnya.


Begitu juga dengan Lidya, tanpa dia sadari.. Lidya tidak berhenti menatap Luckas. Dia tidak tahu jika jauh dari dalam hatinya begitu merindukan sosok pria ini. Lidya merasakan perbedaan dari diri Luckas... Luckas yang sekarang terlihat lebih tegap dan semakin berwibawa.


"Lidya.." sahut Luckas dengan parau dan pelan, wanita yang begitu dia rindukan selama tiga tahun ini akhirnya berdiri di depannya. Wanita yang hampir membuatnya gila karena tiba-tiba menghilang dari hidupnya.


"ke..kenapa kamu bisa berada disini?" suara Lidya terdengar begitu berat,dia mencoba menahan air matanya yang hampir keluar dari kedua matanya. Melihat Luckas, secara otomatis membuatnya teringat akan masa lalunya.

__ADS_1


Luckas berjalan perlahan mendekati Lidya "aku merindukanmu.." bisik Luckas sambil memeluk Lidya.


Tubuh Lidya yang begitu mengenal dan telah haus akan aroma khas Luckas,membuatnya semakin berat melepaskan diri dari pelukan Luckas,walau pikirannya menuntut untuk melepaskan diri dari pelukan pria ini.


__ADS_2