Hotel Prince

Hotel Prince
S2 : Ruby Lee


__ADS_3

Kantor Luckas,


Tok..tok..


Edward berjalan masuk ke dalam ruangan Luckas, Louis juga terlihat berada di ruangan yang sama. Luckas sengaja memanggil Louis ke kantornya untuk membicarakan pekerjaan. Louis telah memutuskan untuk segera kembali ke Bali secepatnya karena kondisi Vanya yang telah membaik.


"Sir.." Edward melirik ke arah Louis yang tengah asyik membaca berkas yang di berikan Luckas sejak tadi, lalu kembali menatap Luckas.


"Ada apa,Edward?" tanya Luckas.


"Ada orang yang sejak tadi menunggu untuk bertemu dengan anda.." sahut Edward lalu melirik Louis ".....ataupun sir Louis.."


Louis menatap Edward dengan tatapan bingung, "hah?? aku??"


Edward mengangguk.


"Siapa?" tanya Luckas yang juga penasaran. Tamu yang biasanya datang ke hotel Ryans tentunya mencarinya,tapi dia tidak mengerti mengapa ada tamu yang mencari Louis juga.


"Dia... Ruby Lee dari Lee's Ship" jawab Edward.


Louis seketika terkejut, "Ruby Lee??!!!"


Edward mengangguk, "dia telah menunggu sejak tadi pagi,sir.. Apakah anda mau bertemu dengannya?"


Luckas meletakkan pena di tangannya dan bersandar di kursi kebesarannya, lalu menyatukan kedua telapak tangannya bersamaan, "bagaimana,Louis?" tanya Luckas "aku rasa.. dia ingin mencarimu bukan aku"

__ADS_1


"Untuk apa dia menemuiku?!" tukas Louis.


"Kamu akan tahu alasannya saat menemuinya" sahut Luckas.


"Dan untuk apa aku harus menemuinya?!" tukas Louis.


"Kamu sungguh tidak mau menemuinya?" tanya Luckas kembali.


"Ya!!" tukas Louis.


"Baiklah.." Luckas menatap Edward "katakan pada nona tersebut jika Louis tidak ingin menemuinya"


"Mengapa harus berkata seperti itu?!" tukas Louis.


Luckas mengangkat kedua pundaknya, "bukankah memang seperti itu alasannya?.. Sungguh kasihan wanita itu.. sudah bertepuk sebelah tangan, terakhir malah di bodohimu untuk mengambil ponselnya" sahut Luckas.


"Panggil dia masuk!!" pekik Louis dengan kesal. Edward mengangguk lalu melangkah keluar dari ruangan Luckas.


Luckas tertawa kecil, "jangan memarahiku,Louis.. Aku hanya ingin kamu membayar hutangmu padanya.. sebuah kata minta maaf.. itu saja. Dan lebih baik kamu memberi batasan yang jelas padanya supaya dia juga bisa melepaskanmu,bukan?" sahut Luckas "dan.. aku akan menyerahkan ruangan ini sebentar untukmu,selesaikan masalahmu" lanjut Luckas lalu berjalan keluar dari ruangannya.


Beberapa menit kemudian,Ruby berjalan masuk ke dalam ruangan Luckas. Tidak ada lagi Ruby yang glamour.. yang ada di hadapan Louis sekarang hanyalah seorang Ruby yang sederhana. Hanya memakai sweater rajut lengan panjang berwarna putih dengan celana jeans panjang berwarna khaki.


Tatapan memuja yang selama ini terpancar di kedua matanya setiap melihat Louis, sekarang telah sirna.. hanya sebuah pancaran mata putus asa.


"Louis..." sahut Ruby pelan.

__ADS_1


"Silakan duduk,Miss Ruby Lee.." sahut Louis datar.


Ruby bagaikan kembali di timpa batu besar, suara datar dan tegas Louis sungguh menyakitkan bagi Ruby. Dia pun duduk di sofa yang ada di ruangan Luckas.


"Ada hal apa anda kemari,Miss Ruby?" tanya Louis kembali sambil duduk di kursi sofa besar yang hanya muat dirinya sendiri.


"Bolehkah kamu memanggilku Ruby? Sungguh terasa begitu kaku dan formal.." sahut Ruby pelan.


Louis tersenyum kaku, "begitulah seharusnya di dunia bisnis.."


Ruby kembali merasa di timpa batu besar lagi, dia hanya menunduk lalu terdiam.


"Ada hal apa,Miss Ruby? Jika tidak ada hal apapun,aku harus kembali bekerja.." sahut Louis yang mulai tidak sabar.


"Ja..jangan.. a..aku.. aku sebenarnya.." Ruby kembali menunduk "Louis.. aku mohon.. bolehkah kamu mencabut tuntutanmu terhadap Peter?"


Louis seketika menatap Ruby dengan murka, dia bangkit berdiri "jangan bermimpi!!!"


Ruby berlutut..melepaskan semua harga dirinya sebagai nona muda.. melepaskan harga dirinya yang begitu tinggi, "a...aku menggantikannya meminta maaf,Louis.. Aku mohon.. cabut tuntutanmu" isak Ruby sambil menggenggam tangan Louis.


Louis menepis tangan Ruby, "pergi!! Jangan menyia-nyiakan waktu dan tenagamu untuk hal yang sia-sia!!"


"Louis.." isak Ruby "aku mohon padamu.. Setelah Peter di tangkap.. ibuku langsung drop, dia menolak untuk makan dan semakin lemah.. ayahku sendiri mulai putus asa, usahanya mulai merosot sejak berita akan Peter terkuak dan ditambah melihat ibuku yang kehilangan semangat.. mereka...mereka sungguh hancur.." isak Ruby.


"Aku tidak berminat mendengar ceritamu!!! Dan aku juga tidak semulia itu bisa memaafkan kalian semudah itu!! Terlebih setelah semua yang terjadi pada Vanya, kamu ingin aku melupakan perbuatan kalian begitu saja?!! Jangan harap!!!"

__ADS_1



__ADS_2