
The world moves on, another day, another drama, drama
But not for me, not for me, all I think about is karma
And then the world moves on, but one thing's for sure (sure)
Maybe I got mine, but you'll all get yours
•Taylor Swift-look what you made me do•
#######
Sambil menggenggam erat tangan Lidya,Luckas menarik Lidya menuju tempat parkiran dimana letak mobilnya berada. Sebelumnya Luckas telah menghubungi Edward jika dia akan kembali bersama Lidya terlebih dahulu. Luckas membutuhkan waktu bersama Lidya,dia harus meluruskan masalah ini.
Langkah kaki mereka semakin mendekati mobil Luckas yang terparkir rapi. Lidya sejak tadi semakin meronta mencoba melepaskan genggaman tangan Luckas, tapi bukannya melepaskan genggaman Luckas,malah membuat Luckas semakin mengeratkan genggamannya.
"Luckas..aku mohon..lepaskan aku. Aku sudah tidak mau bersamamu!! Jadi lepaskan aku,Luckas!!" pinta Lidya.
__ADS_1
Tatapan tajam dari mata Luckas seketika membuat Lidya lemas. Dia sadar Luckas sangat marah padanya,tapi Lidya telah memutuskan untuk pergi dari kehidupan Luckas selamanya. Luckas menahan tubuh Lidya yang bersandar di mobilnya "berkali-kali aku telah mengatakan padamu,Lidya!! apakah sesulit itu kamu mempercayaiku?? Aku menginginkanmu!! Aku memilihmu!! Aku sanggup hidup tanpa nama Ryans tapi aku tidak sanggup hidup tanpamu!!!" sahut Luckas dengan suara meninggi.
"Luckas...aku-" kata-kata Lidya terhenti saat matanya memandang seseorang yang berlari begitu kencang dan memegang...gunting!
"LUCKAS!!!" pekik Lidya,dengan refleks dia menarik Luckas dan berdiri didepan Luckas,gunting tersebut telah berpindah,menancap di perut Lidya.
Luckas menjerit histeris saat melihat kejadian yang begitu cepat terjadi didepan matanya, Lidya yang baru saja bertengkar dengannya,sekarang telah terkulai lemas dengan darah segar mengalir dari perutnya. Sosok yang menusuk Lidya terkejut saat melihat apa yang telah dia perbuat, dia berlari kencang meninggalkan Luckas yang tengah memeluk Lidya.
Lidya meringis kesakitan,dengan sekuat tenaganya dia mencoba tersenyum "syu..kurlah..kamu tidak ap..a-ap..a" ucap Lidya sambil menahan rasa sakit.
Lidya menggeleng lemah "jika me...mang ini yang ter..ak..hir kalinya aku me..lihatmu.. ma..ka..aku harus menga..takannya sebe..lum terlam..bat" sahut Lidya, suaranya mulai melemah.
"Jangan..jangan berkata seperti itu!! tidak akan terjadi apapun padamu!!" lirih Luckas.
Lidya mengelus pipi kiri Luckas dengan tangannya yang bersimbah darah, dengan lemah Lidya mengelusnya "a..ku..men..cin..ta..i..mu",tangan Lidya jatuh lemas seakan kehilangan semua tenaganya. Lidya telah tidak sadarkan diri.
###########
__ADS_1
Rumah sakit,
Perawat lalu lalang masuk ke ruang operasi, di depan ruang operasi terlihat Luckas berjalan mondar mandir dengan penuh gelisah,dia tidak sanggup jika hanya harus duduk diam menunggu. Bahkan jika memungkinkan dia sangat ingin menerobos masuk kedalam ruang operasi,menggantikan posisi Lidya di meja operasi tersebut.
Sebelumnya,Luckas segera menghubungi Edward untuk melaporkan kejadian ini pada pihak berwajib. Luckas meminta Edward harus menemukan orang yang telah melukai Lidya,apapun dan bagaimanapun caranya, "Dia harus menerima akibat dari perbuatannya!! aku akan membalasnya berkali-kali lipat atas rasa sakit yang dirasakan Lidya!!" ucap Luckas pada Edward sebelum memutuskan pembicaraan mereka.
Tidak lama kemudian,lampu diatas pintu ruang operasi telah padam..hati Luckas kembali berdegup kencang. Operasi telah selesai,tidak lama dokter berjalan keluar dari ruangan itu. Dokter Kevin menatap Luckas, sebuah senyuman tersungging diwajahnya "Miss Lidya telah berhasil melewati masa kritisnya,sir. Dan sekarang dia tengah berada dalam pengaruh obat bius,dia akan segera siuman" jelas dokter Kevin.
Luckas bernafas lega sekarang,dia begitu gembira saat mendengar penjelasan dokter. Berulang kali dia mengucapkan terima kasih pada dokter.
"untungnya tusukannya tidak terlalu dalam dan tidak mengenai bayi dalam kandungannya.. jadi anda dapat lega sekarang,sir... nyawa ibu dan anak dalam kandungannya,semuanya akan baik-baik saja.." lanjut dokter sambil meminta izin untuk pergi, meninggalkan Luckas yang terbengong hingga tidak sanggup berkata apa-apa. Dan tiba-tiba pintu ruang operasi kembali terbuka, salah satu perawat mendorong Lidya keluar dari ruang tersebut. Bergegas Luckas mendekati mereka, perawat tersebut membawa Lidya masuk kedalam salah satu ruang VVIP.
Setelah selesai mengurus semuanya,perawat tersebut meninggalkan Luckas yang duduk disamping sambil menggenggam tangan Lidya. Berulang kali Luckas bersyukur Lidya baik-baik saja, dia memandang perut Lidya dan mengelusnya pelan "Lidya.." sahut Luckas dengan suara berbisik "kamu memberiku kejutan yang begitu besar..". Perasaan Luckas bercampur aduk, dia tidak menyangka dia akan segera menjadi seorang..ayah?. Bahagia,haru bercampur menjadi satu. "Setelah kamu pulih, kita akan segera melangsungkan pernikahan,sayang!! Aku akan menjagamu dan juga anak kita nantinya.." bisik Luckas.
Getaran handphone membuyarkan lamunan Luckas,Luckas menatap layar handphonenya dan segera mengangkatnya "Berikan aku kabar baik!!" ucap Luckas dengan suara yang tegas.
__ADS_1