
I got a hangover, whoa! I've been drinking too much for sure
I got a hangover, whoa! I got an empty cup pour me some more
•Taio Cruz•
Keesokan paginya di kediaman Louis,
"Mommy.. uncle tidak buka pintu" lirih Ayles yang terlebih dahulu sampai di depan pintu rumah Louis sebelum ibunya. Sejak semalaman Ayles merengek pada Lidya untuk ke rumah Louis,dia begitu merindukan Ayles dan ditambah Louis berjanji padanya untuk mengajaknya berjalan-jalan seharian hari ini.
Lidya tersenyum "mungkin uncle masih bobo,sayang.." jelas Lidya sambil merogoh ke dalam tas kecilnya mencari kunci cadangan miliknya dulu.
Ayles berlari penuh semangat saat Lidya berhasil membuka pintu tersebut, "Uncleeeeee....aku datangggg..." pekiknya langsung masuk ke dalam kamar Louis. Sedangan Lidya dia melihat seisi rumah yang berantakan dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Mom.." lirih Ayles mendekati ibunya.
"Kenapa Ayles? uncle masih bobo?" tanya Lidya saat melihat raut wajah Ayles berubah muram.
Ayles menggelengkan kepalanya "tidak.."
Lidya mengerutkan keningnya "jadi? uncle tidak mau bangun?"
"Uncle menghilang,mom..." lirih Ayles "dia tidak ada di kamarnya"
"Ha?" Lidya bergegas masuk ke dalam kamar Louis dan benar saja, tidak ada sosok Louis di dalam kamar. Lidya menatap Ayles yang terlihat kecewa, "mungkin uncle sedang berada di rumah temannya...mommy akan coba telepon uncle,ok? jangan sedih.." sahut Lidya lembut,dia pun meraih ponselnya dan menelepon Louis.
Setelah beberapa saat tidak kunjung mendapatkan jawaban dari Louis,Lidya mengerutkan keningnya lalu menatap anak sulungnya, "sepertinya uncle sedang sibuk,sayang.."
Mendengar ucapan ibunya membuat Ayles kecewa dan muram. Louis yang selalu menemaninya bermain,setelah sang paman mendapatkan pekerjaan, Ayles seakan kehilangan sosok sang paman. Louis semakin jarang menemani Ayles karena bekerja. Lidya memutar otak untuk menghibur Ayles, "sayang..bagaimana jika sebagai gantinya.. mommy akan menemani Ayles seharian ini?" sahut Lidya.
Ayles menggelengkan kepalanya, "mommy biasanya harus menjaga Alysse.. kita pulang saja,mom.." lirihnya.
__ADS_1
Hati Lidya merasa pilu mendengar ucapan anak laki-lakinya itu, "Kita bisa mengajak Alysse sekaligus.. bagaimana jika kita ajak daddy juga? Kita akan bersenang-senang bersama dan juga kita akan makan pizza kesukaanmu" sahut Lidya.
Kedua mata Ayles terlihat berbinar-binar saat mendengar pizza "benarkah,mommy? Aku boleh makan dua pizza?" tanyanya dengan mata memohon.
Lidya tertawa "sepuasmu,sayang.." sahut Lidya lalu mengelus kepala Ayles yang telah menjerit kegirangan. Lidya lalu bergegas menelepon Luckas.
"Halo,sayang?" sapa Luckas begitu mengangkat telepon dari istrinya "Ayles telah bertemu dengan Louis?"
"Louis tidak ada di rumah dan sepertinya tidak tidur di rumah.. aku bahkan tidak bisa menghubunginya.." sahut Lidya.
"Lho? kemana dia?"
"Andai aku tahu,sayang.. dan karenanya Ayles merasa sedih sekarang.." jelas Lidya.
"Jangan-jangan dia sedang bersama Vanya?"
Luckas tertawa "aku bercanda,sayang.."
"Sekarang lebih baik..kamu membawa Alysse dan juga Desya.. kita keluar bersama, karena aku berjanji membawanya makan pizza dan kalian semua ikut"
"Ta..tapi.. pekerjaanku.." lirih Luckas.
"Sepertinya malam ini aku ingin mencoba lingerie hitam yang baru saja kubeli" bisik Lidya dengan nada sedikit menggoda.
"Siap!!! sekarang juga aku akan berangkat,madam!!" pekik Luckas.
Lidya menutup teleponnya sambil tertawa keras.
Hotel Kingdom,
__ADS_1
Luckas menggaruk kepalanya begitu menutup telepon dari istrinya. Lalu menekan layar teleponnya,dia mencoba menelepon Louis,dalang dari semuanya. Karenanya,dia harus meninggalkan pekerjaannya.
Berulang kali Luckas menelepon Louis tapi hasilnya tetap sama seperti yang Lidya katakan. Tapi,Luckas tidak ingin menyerah begitu saja. Dia pun terus menerus menelepon Louis hingga akhirnya,
"Halo?"
Sepuluh menit yang lalu di Kediaman Vanya,
Di kamar Vanya yang biasanya terlihat begitu rapi,tapi tidak untuk hari ini. Kamarnya terlihat bagaikan kapal pecah. Lantai kamarnya yang di tutupi karpet berwarna cream terlihat dipenuhi oleh pakaian-pakaian yang berserakan dan juga pakaian dalam.
Bahkan di tempat tidurnya terlihat sepasang sejoli yang tengah saling berpelukkan satu sama lain dengan tanpa di tutupi sehelai benangpun,hanya selimut putih tebal yang menutupi tubuh polos mereka.
Mereka berdua terlihat tertidur pulas, sampai akhirnya suara dering telepon yang mengganggu mereka.
Tangan kanan Louis menggapai ponselnya dan mematikan kembali telepon yang ternyata dari Lidya, lalu dia kembali memeluk Vanya dan mengecup keningnya.
Beberapa menit kemudian, ponsel Louis kembali berdering dan kali ini tanpa henti akhirnya Louis terpaksa mengangkatnya tanpa niat membuka kedua matanya.
"Halo?!" sahut Louis.
Vanya yang terganggu oleh suara dering ponsel Louis akhirnya membuka kedua matanya yang terasa begitu berat.
"*Halo? suara siapa itu? selain itu..suara pria*????" gumam Vanya dalam hati sambil mencoba menenangkan kepalanya yang berdenyut hebat dan juga area selatannya yang juga berdenyut hebat.
"Aduh!!" rintih Vanya.
Luckas mendengar suara Vanya dari telepon Louis, "siapa itu?! kamu bersama perempuan??!!!!" pekik Luckas.
"Perempuan? perempuan apa maksudmu?" tanya Louis sambil menatap sebelah kirinya "tentu aku sen--",Louis menghentikan kalimatnya saat melihat sosok Vanya disampingnya dan tidak memakai apapun?!!!!
"A...APA YANG KAMU LAKUKAN DISINI?!!!!!" Pekik Vanya dengan keras saat dirinya sepenuhnya sadar jika Louis berada disampingnya. Vanya melihat badan Louis yang tidak di tutupi sehelai benangpun "Arghhh!!!" pekiknya lalu menutup kedua matanya dengan selimutnya dan saat itu juga dia menyadari jika dirinya juga sama seperti Louis yang tidak ditutupi sehelai benangpun. Suara jeritan Vanya sontak bergema di seisi rumahnya.
__ADS_1