Hotel Prince

Hotel Prince
Bullshit


__ADS_3

Apartemen Luckas,


disaat Lidya tengah berkencan dengan Martha, Luckas memilih menyendiri di apartemennya. Dia menyambar handphone miliknya yang berada diatas mejanya. Pembicaraan bersama Dora semalam sangat mengusik pikirannya, dan dari perkataan Dora.. Luckas merasa jika Freya bukanlah tipe yang bisa diajak bicara baik-baik, sebab Luckas merasa dia sengaja memprovokasi Dora hingga semakin membenci Lidya. Luckas menghela nafas sambil mencari nama Freya di daftar kontaknya.


"Halo sayang.." sahut Freya begitu mengangkat telepon dari Luckas "aku baru saja ingin menghubungimu..tapi kamu telah menghubungiku terlebih dahulu,hati dan pikiran kita sungguh terhubung ya.."


Luckas merinding mendengar perkataan yang keluar dari mulut Freya "Hentikan,Freya! Hentikan omong kosongmu itu!! Aku sungguh tidak menyangka kamu sungguh licik.. seperti serigala berbulu domba"


Wajah Freya berubah seketika,tidak ada lagi senyuman yang menghiasi wajahnya "apa maksudmu?! aku tidak mengerti!" Amarah mulai menjalar dalam dirinya, kertas yang berada di depannya di remasnya sebagai pelampiasannya,tentu..Luckas tidak mengetahuinya karena suara Freya tetap terdengar seperti biasa-biasa saja.

__ADS_1


Luckas tertawa begitu keras "Freya.. awalnya aku mengagumimu. Sebab kamu tidak seperti anak orang kaya lainnya yang hanya bisa menjadi parasit bagi orang tuanya, yang hanya bisa menghamburkan uang orang tua mereka. Kamu berbeda..kamu bisa meniti karir sendiri diusia mudamu tanpa bergantungan pada orang tuamu. Tapi..kekagumanku sekarang berubah menjadi rasa jijik padamu!!"


"Jaga ucapanmu,Luckas!! Bukan karena kamu tunanganku hingga kamu bisa seenaknya mengejekku!!" sergah Freya yang mulai kehilangan kesabaran.


"tunanganmu?!!"Luckas tertawa sinis "Miss Freya Green..wake up!! Kita tidak pernah bertunangan!! Camkan itu!! 'pertunangan' yang kamu katakan itu hanya sekedar pemberitaan di media, tapi kenyataannya kita belum..ah,bukan.. kita tidak pernah bertunangan secara sah!! Jadi jangan pernah mengatakan jika aku adalah tunanganmu ataupun sebaliknya!!"


Wajah Freya memerah menahan luapan emosi yang mengebu-ngebu,hatinya begitu sakit akan perkataan Luckas. Dia tidak menyangka Luckas akan berkata-kata seperti itu. Sebenarnya,Luckas tidak ingin menyakiti Freya tapi sejak mengetahui Freya sengaja memprovokasi Dora,Luckas kehilangan rasa respectnya pada Freya.


Freya menjerit begitu kencang,dia tidak peduli jika dia sedang berada di hotel. Semua benda yang berada didekatnya di hancurkannya begitu saja "********!! ******** kamu,Luckas!!!!". Sumpah serapah keluar begitu saja dari mulut mungilnya. Disela emosinya yang masih memuncak,handphone Freya kembali berdering.

__ADS_1


"ADA APA?!!" bentak Freya begitu mengangkat telepon dari managernya,Bella. Didepan umum,Bella adalah manager seperti pada umumnya. Tapi kenyataannya,Bella hanyalah boneka bagi Freya. Bella menata segala jadwal kegiatan Freya tapi tetap saja Freya yang memutuskan segala sesuatunya dan selalu sesukanya. Hingga terkadang membuat Bella kewalahan saat Freya membatalkan kegiatan sesuka hatinya. Tidak jarang Bella mendapat perlakuan kasar dari Freya tapi Bella yang menjadi tulang punggung keluarganya,mau tidak mau hanya bisa menerima mentah-mentah semua perlakuan dan perkataan kasar dari Freya.


Bentakan Freya sontak membuat Bella terkejut "maaf..aku hanya ingin memberitahu jika lusa kita harus ke New York. Ada jadwal pemotretan dengan Swaskie,lagipula bukankah kamu mengatakan jika pemotretan ini yang kamu tunggu-tunggu?".


Swaskie adalah salah satu perusahaan perhiasan yang telah mendunia. Tidak mudah menjadi model mereka, dan bukan Freya namanya jika tidak mendapatkan apa yang dia inginkan,berbagai koneksi berbagai cara dia lakukan untuk di lirik oleh pihak Swaskie. Keluaran perhiasan Swaskie kali ini membutuhkan model yang mungil dan feminim seperti Freya, jadi membuat mereka memutuskan untuk memilih Freya sebagai model mereka kali ini.


Sebuah senyuman penuh licik tersungging di wajahnya "Besok jemput aku dari hotel Ryans dan..aku ingin kamu menghubungi semua wartawan untuk datang kesini, tentunya buat seakan-akan mereka mendapat informasi dari pihak lain"


Bella mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti mengapa Freya meminta permintaan ini tapi dia tidak berani membantah "mm..baiklah..tapi apa yang harus ku katakan pada mereka? Bukankah kita membutuhkan berita bagus untuk mereka supaya datang?". Bella tahu,tidak mungkin para wartawan mau hadir hanya sekedar memberitakan Freya berada di Washington.

__ADS_1


Freya terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu,sebuah senyuman licik kembali terpasang diwajahnya "FREYA GREEN MENGINAP DI HOTEL RYANS,WASHINGTON..UNTUK MEMBICARAKAN PERNIKAHANNYA DENGAN LUCKAS RYANS.. bagaimana?? bukankah judul yang cukup menarik untuk menarik wartawan-wartawan yang haus berita itu?"



__ADS_2