Hotel Prince

Hotel Prince
S2 : Menyadarkannya


__ADS_3

Sejak pertemuan terakhir kali di bandara, selama dua hari Louis tidak mau makan apapun, dan selama itu pula Lidya tidak memperbolehkan Louis untuk kembali ke rumahnya. Berulang kali Lidya menasehati adiknya supaya tetap menjaga kondisi kesehatannya, hingga Lidya sendiri mulai menyerah akan adiknya.


"Kenapa kamu terlihat murung?" tanya Luckas sambil memeluk istrinya dari belakang. Luckas yang baru saja masuk ke dalam kamar tidur mereka,menyadari istrinya yang terlihat murung sambil duduk di depan meja rias, "kamu terlihat cantik,sayang.." sahut Luckas sambil mengecup leher Lidya.


"Aku sedang tidak bertenaga,Luckas" sahut Lidya murung.


Luckas menghentikan kecupannya dan menatap istrinya dengan seksama, "katakan padaku,siapa yang membuatmu begitu murung?"


Lidya menghela nafas "Louis.."


Luckas memutar kedua bola matanya sambil melepaskan pelukannya dan berdiri sambil menyandarkan bokongnya di meja rias, "masih tetap sama seperti biasa?"


Lidya mengangguk, "sudah dua hari ini dia tidak makan,Luckas.. walaupun ada,paling hanya satu dua suap.. aku sangat cemas melihatnya" sahut Lidya dengan wajah murung.


Luckas terdiam sejenak.


"Kamu punya solusi?" tanya Lidya kembali, disaat seperti ini.. berdiskusi dengan suaminya merupakan jalan terbaik. Luckas selalu memberinya jalan keluar yang tepat jika Lidya sudah tidak bisa berpikiran secara logis, begitu sebaliknya dengan Luckas.


"Ada.." jawab Luckas singkat.


"Apa?"


"Jika menggunakan cara lembut sudah tidak bisa jalan.. maka kita harus menggunakan cara kasar"


Lidya terbengong, "ka..kamu mau memukulnya maksudnya??!. Dia bukan anak kecil,Luckas!!"


Luckas tertawa, "tentu tidak, sayangku.."


"Jadi? Apa yang kamu maksud?" tanya Lidya dengan bingung.


Sebuah senyuman tersungging di wajah Luckas, "yang pasti.. jangan memarahiku atas apapun yang akan kulakukan dengan adikmu itu.. okay?"


"Tidak..aku tidak bisa menyetujuimu jika kamu tidak memberitahuku apa yang akan kamu lakukan pada Louis!"


Luckas menghela nafas panjang, "Lidya.. Walau aku dan Louis selalu bersitegang tapi percayalah.. aku sangat menyayanginya layaknya adikku sendiri" sahut Luckas.


Ucapan Luckas membuat Lidya tersentuh, Lidya menunduk menatap meja riasnya dengan pikiran yang melayang, "baiklah..aku percaya padamu"


Luckas tersenyum lalu mengecup kening istrinya, "kamu juga bisa ikut membantuku,sayang.. itu lebih baik dan akan lebih cepat"


Lidya mengangguk, "baiklah.."



Beberapa menit kemudian,Lidya dan Luckas telah berada di kamar Louis. Kamar tamu yang memang biasanya Louis tempati setiap kali menginap di rumah Lidya dan Luckas.



Louis terlihat duduk menatap fotonya bersama Vanya, satu-satunya foto yang dia punya. Dia menoleh ke arah Lidya dan Luckas sebentar lalu kembali menatap foto itu, "pergilah.. aku tidak ingin makan.." sahut Louis.



Raut wajah Luckas terlihat begitu tegas,perlahan dia mendekati Louis, "baik.. dengan senang hati,mulai detik ini..kami tidak akan menyiapkan bagianmu!. Suatu hal yang menguntungkan bagi kami.."



Jawaban yang cukup membuat Louis dan Lidya terkejut, "Kamu keberatan aku berada disini?"



Luckas tersenyum sinis, "aku?? tentu tidak!! Hanya,jika kamu memang tidak ingin makan.. mengapa aku harus menyuruh Desya menyiapkan bagianmu?? Dengan hasil makananmu tidak tersentuh dan akhirnya akan dibuang.. suatu hal yang boros..aku membenci itu!"



Louis mengepal kedua tangannya, "Kamu!!"



"Aku tidak menyangka kamu ternyata begitu lemah,adik ipar.." sahut Luckas dengan nada merendahkan.


__ADS_1


"Apa maksudmu?!" tukas Louis yang mulai tersinggung.



"Hanya karena tidak mendapatkan seorang wanita,kamu langsung berubah menjadi lemah dan hanya tahu bersembunyi di balik selimut!" lanjut Luckas.



*Brak*!!



Suara pekikan Lidya langsung memenuhi ruangan,Lidya mendekati Luckas yang sedang tersungkur di lantai.



"Jaga ucapanmu, kakak ipar!!" bentak Louis.



Luckas menatap Lidya sambil tersenyum lalu berbisik, "keluarlah..tinggalkan kami sekarang"



Lidya menggelengkan kepalanya.



Luckas memegang tangan Lidya, "percayalah padaku..aku akan menyadarkan adikmu itu.." bisik Luckas kembali.



Akhirnya Lidya mengangguk dan menuruti permintaan suaminya. Dengan berat hati,dia meninggalkan Luckas dan Louis di ruangan itu.



Luckas berdiri kembali sambil tertawa sinis, "lihatlah.. bahkan pukulanmu begitu lemah!"




*Brak*!



Luckas membalas melayangkan pukulan di wajah Louis,pukulan yang lebih kuat dari Louis tadi. Louis tersungkur bahkan darah segar mengalir dari sudut bibir Louis. Seketika sekujur darah di tubuh Louis seakan mendidih, Louis bangkit berdiri, menerjang Luckas dan melayangkan pukulan-pukulan, Louis telah gelap mata!



Tanpa berusaha melawan Louis,Luckas hanya berusaha melindungi dirinya supaya pukulan Louis tidak terlalu berakibat fatal dengannya.



Sepuluh menit kemudian,baik Luckas maupun Louis sama-sama berbaring di lantai kamar Louis dengan nafas tersengal-sengal. Dan beberapa menit setelahnya,Louis tertawa saat melihat wajah Luckas yang sedikit babak belur,begitu juga dengan Luckas yang juga tertawa melihat kondisi wajah Louis.



Lidya yang sejak tadi menempelkan telinganya di pintu kamar Louis,berharap-harap dengan cemas jika keduanya baik-baik saja. Sebab sejak tadi suara pukulan dan sumpah serapah saja yang di dengar Lidya,tapi.. sekarang suara tertawa??. Lidya menggaruk-garuk kepalanya dengan bingung.



Louis menatap Luckas,lalu mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk di lantai, "maafkan aku,bro!" sahut Louis.



Sambil mengikuti posisi duduk Louis, Luckas memegang pipinya yang sedikit berdenyut, "tidak usah dipikirkan..pukulanmu tidak ada apa-apanya.. hanya seperti di gigit semut!"



Tatapan tajam kembali di layangkan Louis,"kamu mau merasakannya lagi?!"

__ADS_1



Luckas tertawa,dan tidak lama Louis juga ikut tertawa. Seketika kamar Louis kembali dipenuhi suara tawa kedua pria itu, "terima kasih Luckas" sahut Louis kembali "sekarang aku merasa sedikit lega"



Luckas tersenyum menatap Louis, "Louis.. aku mengerti rasa sakit yang kamu alami... karena aku juga pernah mengalaminya.." sahut Luckas sambil mengenang saat masa Lidya pergi meninggalkannya selama tiga tahun, "tapi.. aku tidak mau hanya merenungi diriku. Bukankah lebih baik kamu tetap maju sambil tetap mencari Vanya daripada hanya berdiam diri di kamar ini?" sahut Luckas sambil menatap seisi ruangan.



Louis hanya terdiam.



"Persiapkan dirimu menjadi lelaki sesungguhnya sambil mencari Vanya. Jadi,disaat waktu dia kembali padamu..kamu telah memiliki semuanya dan bisa fokus untuk membahagiakannya" lanjut Luckas.



Louis masih tetap membisu, merenungi perkataan Luckas.



"Percayalah.. aku juga akan membantumu!! Aku tidak akan berhenti membantumu menemukan Vanya. Tapi,yang aku butuhkan juga kamu yang ikut mencarinya dan tetap berusaha untuk menata dirimu!" lanjut Luckas kembali.



Dan sebuah senyuman tipis menghiasi wajah Louis, "sepertinya kamu ada benarnya.."



Luckas menepuk punggung Louis "aku..bukan ada benarnya.. tapi aku pasti memang benar!"



Louis memutar kedua bola matanya, "sepertinya aku harus memukulmu lagi"



*Cklek*.. suara pintu kamar terbuka.



Baik Ayles dan alysse berlari masuk ke dalam kamar Louis. Alysse dengan langkah mungilnya berlari mendekati pamannya yang sudah bersiap memeluknya. Ayles menatap wajah ayahnya dan juga pamannya dengan bingung.



"Kenapa wajah daddy dan uncle?" tanya Ayles.



Luckas dan Louis saling menatap satu sama lain lalu tertawa keras.



curcol author:


loha~ author balik lagi❤️


makasih buat yang selalu setia nungguin dan support karya-karyaku.


Btw, beberapa bab belakangan ini.. aku telah memanjangkan dari biasanya loh.. ada yang nyadar ga??😁..pasti nga ya😅


biasanya sekitar 700+ kata skrang 1000+ kata lebih.


Awalnya aku bertekad untuk membuat min 1000 kata tiap bab skrg. Tapi.. tapi lagi.. ternyata susah,bun😭.


apa lagi,kadang baru nulis satu kalimat,si kecil uda mulai rewel🥺


dan.. pernah sekali aku di titik yang hampir nyerah buat nulis (karena minim waktu banget-dimana aku harus jaga anak,ngurus rumah plus ngurus jualan yang sangat makan waktu). Tapi,tiap baca komen-komen kalian yang selalu nyemangatin dan selalu menanti kelanjutannya,buat aku kembali semangat buat nulis! walau kdg tengah malam br nulis😂


jadi.. jangan capek-capeknya tetap dukung karya-karya aku ya🥰 thank you so much and stay safe😘 big hug.

__ADS_1


oh ya,promo sekali lagi dong ya.. sambil nunggu hotel prince update lagi.. mampir di "Still Holding On" yuk..karya keduaku🤗


__ADS_2