Hotel Prince

Hotel Prince
Rewrite the stars


__ADS_3

What if we rewrite the stars?


Say you were made to be mine


Nothing could keep us apart


You'd be the one I was meant to find


It's up to you, and it's up to me


No one can say what we get to be


So why don't we rewrite the stars?


Maybe the world could be ours


Tonight


•Zac Efron & Zendaya•



Akhirnya Lidya mendapatkan panggilan interview setelah satu minggu setelah dia mengirimkan lamarannya.



Lidya memilih pakaian terbaiknya dan mencoba serapi mungkin untuk memberikan kesan baik pada pihak hotel. Walau perutnya yang menginjak usia tiga bulan mulai sedikit terlihat,tapi Lidya tetap penuh percaya diri. Lidya menghela nafas dan memasang senyuman diwajahnya sebelum membuka pintu ruangan direktur hotel DeParis. Lidya baru tahu jika hotel DeParis sangat sepi akan pengunjung, dan tidak memiliki karyawan yang memadai. Karena itu, pelamar kerja langsung di wawancarai oleh direktur mereka sendiri.



Lidya mengetuk pintu dan melangkah masuk kedalam ruangan tersebut "selamat sore.." sahut Lidya.



Seorang wanita paruh baya memutar kursinya,wajahnya terlihat sangat tidak bersahabat. Tidak ada kesan ramah dari aura wanita itu,Lidya menelan ludah.. wanita ini sungguh menginginkannya pada...Dora.



Wanita tersebut menatap Lidya tanpa tersenyum "silakan duduk", Lidya mencoba menenangkan dirinya dan duduk dikursi yang berada di depan wanita tersebut. Sebuah meja besar yang berada diantara mereka,namun tidak mengurangi gugupnya Lidya.


__ADS_1


"Miss Lidya.. Claresta?" sahut wanita tersebut saat melihat berkas lamaran milik Lidya.



Lidya menatap wanita tersebut "benar,madam"



"Disini anda menerangkan jika anda pernah bekerja di hotel Ryans?" tanya wanita tersebut dengan tegas.



"benar sekali"



"Jadi..mengapa anda berhenti bekerja di hotel Ryans? bukankah hotel Ryans seribu kali lebih baik dari hotel ini?" tanya wanita tersebut. Dia merasa aneh,bagaimana mungkin seseorang yang bekerja di hotel Ryans dengan fasilitas yang begitu bagus dan gaji yang memadai..berhenti dan memilih bekerja di hotel kumuhnya.



"Tidak ada masalah dengan pekerjaan saya sebelumnya,madam. Hanya karena suatu hal,saya harus pindah ke Boston dan tentunya hal itu juga membuat saya harus berhenti dari hotel Ryans" jawab Lidya dengan tenang.




Belum sempat Lidya menjawab,wanita tersebut melirik perut Lidya yang sedikit terlihat karena posisi duduk Lidya.



"Anda sedang hamil?"



Lidya mengelus perutnya "benar,madam"



Wanita tersebut menghela nafas dan bangkit berdiri dari kursinya "maaf..anda tidak diterima. Silakan keluar dari ruangan ini."


__ADS_1


Terkejut dan syok mendengar ucapan wanita yang didepannya ini "a..apa maksud anda?? hanya semata karena saya sedang hamil dan itu membuat saya tidak diterima bekerja disini?"



"Benar!!! Bagaimana anda dapat fokus bekerja jika anda sedang hamil??" tukas wanita tersebut.



Nafas Lidya memburu,dia marah akan alasan tidak diterimanya bekerja "Bagaimana jika saya menjanjikan perubahan hotel anda......dalam enam bulan??" balas Lidya.



Sungguh sebuah pernyataan yang berani dan nekad, wanita tersebut terkejut,namun dia melihat Lidya yang terlihat begitu serius akan ucapannya tadi.



"jika dalam enam bulan tidak ada perubahan??" tanya wanita tersebut.



Lidya tersenyum sinis "anda dapat memecatku!! Bukankah anda tidak rugi apapun?? Tapi sebaliknya.. jika saya mampu membuat perubahan dalam enam bulan,anda harus menghormati apapun keputusan saya dalam mengelola hotel ini dan saya meminta kebebasan waktu kerja saya". Lidya sadar..berhasil atau tidaknya janjinya pada wanita ini, enam bulan lagi adalah waktunya dia untuk melahirkan dan dia membutuhkan waktu kerja yang fleksibel untuk mengurus anaknya. Sebab itu,dia meminta persyaratan terlebih dahulu pada wanita ini.



Wanita itu tertawa mengejek Lidya yang baginya hanya seorang wanita yang terlalu percaya diri,dia tidak yakin jika Lidya sanggup membuat perubahan pada hotel ini bahkan dalam waktu satu tahun. Namun Lidya malah meminta waktu enam bulan padanya.



"Baik! saya terima tantanganmu!! anda bisa mulai bekerja disini besok!!" sahut wanita tersebut.



Saat kedua kaki Lidya melangkah keluar dari ruangan tersebut, tubuhnya langsung gemetar hebat. Dia bahkan tidak mempercayai apa yang baru saja dia katakan pada wanita itu. Tapi,nasi telah menjadi bubur..Lidya harus membuktikan perkataannya, demi dirinya dan juga anak yang ada dalam kandungannya!!



Tidak satu hari pun Lidya santai dengan pekerjaannya, dia bekerja keras merubah dan memperbaiki sistem kerja yang ada di hotel itu. Segala cara dia lakukan untuk menarik minat para tamu supaya tertarik untuk menginap di hotel DeParis.


Semua ini tidaklah hal yang mudah bagi Lidya,namun mengingat wajah direktur yang seakan mengejeknya tidak akan mampu,membuatnya menghidupkan kobaran api dalam dirinya supaya tetap bersemangat.


Hanya dalam lima bulan,usaha Lidya mulai membuahkan hasil. Perlahan Hotel DeParis mulai dikenal dan semakin banyak tamu yang menginap di hotel ini. Lidya selalu mencoba memberikan pelayanan terbaik pada setiap tamu yang datang bahkan dia selalu mengingat nama tamu yang menginap di hotel mereka. Hal itu tentunya membuat para tamu senang dan memilih menginap kembali di hotel DeParis. Keramahan dan Kenyamanan,Lidya tekankan pada semua karyawannya..dia selalu menuntut mereka untuk memberikan pelayan terbaik dari diri mereka.

__ADS_1


Elena,sang direktur hotel..mulai merasakan perubahan pada hotel miliknya. Dalam hatinya,dia telah mengaku kalah..dia telah kalah pada seorang wanita yang tengah hamil tua namun sanggup bekerja begitu keras, dan bahkan menepati janjinya.



__ADS_2