Hotel Prince

Hotel Prince
I need your love


__ADS_3

I need your love


I need your time


When everything's wrong


You make it right


I feel so high


I go alive


I need to be free with you tonight


•Ellie Goulding•


#########

__ADS_1


Lidya berjalan ke arah kamar mandi sambil tersenyum karena berhasil menggoda Luckas tanpa dia ketahui jika Luckas mengejarnya dan tiba-tiba menggendongnya dari belakang,Lidya memekik karena tubuhnya yang dalam sekejap langsung berada dalam gendongan ala bride style di tangan Luckas.


"Kamu sungguh kejam,Lidya!!" bisik Luckas "Disaat ikanmu mulai menggigit umpanmu, seharusnya kamu langsung melanjutkan untuk menangkapnya segera bukan melepaskannya dan kabur.."


Lidya terkekeh "Aku hanya sedikit bermain-main dengannya.." jawabnya "Tapi Luckas..aku serius ingin mandi sebentar.."


Luckas menggeleng "bertanggung jawablah atas apa yang telah kamu mulai,sayang.. jika kamu ingin membersihkan diri maka aku akan membantumu dan tentu saja dengan senang hati" sahut Luckas sambil tersenyum memperlihatkan kedua lesung pipinya yang samar,Lidya selalu menyukai lesung pipinya itu.


Jawaban yang mengejutkan Lidya,belum sempat dia berkata-kata..Luckas telah membungkam mulutnya dengan ciuman panas sambil menggendongnya masuk kedalam kamar mandi.


Di bawah air pancuran yang mengalir, sepasang kekasih saling mencurahkan kasih sayang satu sama lain.


Nafas keduanya memburu setelah selesai, Luckas tersenyum sambil berbisik ditelinga Lidya "aku mencintaimu". Lidya tersenyum, sebagai wanita..tidak pernah ada kata bosan dengan kalimat itu,apalagi disaat seperti ini. Kalimat itu akan membuat para wanita merasa semakin di cintai.


############


Satu bulan kemudian..

__ADS_1


Setelah menyelesaikan semua kerjaannya, akhirnya Luckas mengajak Lidya ke New York untuk kembali bertemu Dora dan kedua orang tuanya. Luckas sengaja membawa Lidya ke New York untuk kedua kalinya setelah masalah mengenai Freya telah selesai. Dia ingin bertaruh untuk kedua kalinya.


Sebelumnya,Lidya pernah menolak ajakan Luckas karena takut dengan penolakan yang kedua kalinya. Tapi,setelah Luckas membujuknya dan Martha juga beberapa kali menyemangatinya..akhirnya Lidya mencoba memberanikan diri untuk menghadap Dora.


Selama perjalanan, perasaan Lidya bercampur aduk..dia sungguh berharap jika Dora dan Arthur akan menerimanya.. Lidya merasa gugup hingga membuatnya tidak selera menikmati makanan yang dihidangkan pramugari di depannya.


Luckas melirik Lidya yang hanya mengaduk-aduk makanan didepannya tanpa memasukkan makanan dalam mulutnya, "Lidya?". Lidya hanya membisu tanpa menyadari Luckas tengah memanggilnya dan tetap bermain dengan makanan yang ada didepannya. Luckas sadar jika Lidya merasa gugup dan cemas hingga membuatnya tidak berselera untuk menikmati makanan di depan mereka. Luckas memegang tangan kiri Lidya.


Lidya terkejut dan menatap Luckas "ada apa?"


"apa yang kamu pikirkan,sayang? Makananmu telah bercampur aduk karenamu" sahut Luckas lembut.


Lidya menatap makanannya yang telah berantakan "ah..maafkan aku.. aku hanya mengaduknya sebentar"


Luckas tertawa "kamu terlihat lesu beberapa hari ini,Lidya.."


Lidya hanya membalas dengan senyuman kecil "mungkin karena kelelahan dengan pekerjaan,Luckas..beberapa hari ini hotel sedang ramai"

__ADS_1


"Sepertinya karena hal lain.." sahut Luckas sambil dibalas lirikan Lidya yang penuh pertanyaan. "Lidya..aku tahu kamu cemas karena akan bertemu Dora. Tapi.. ingatlah Lidya..aku akan selalu disampingmu apapun yang dikatakan Dora! Aku akan tetap memilihmu!!" ucap Luckas sambil mengecup kening Lidya.



__ADS_2