
Take back that sad word goodbye
Bring back the joy to my life
Don't leave me here with these tears
Come and kiss this pain away
I can't forget the day you left
Time is so unkind
And life is so cruel without you here beside me
•Toni Braxton•
##########
Arthur melirik sekilas istrinya, semalam setelah dia mendengar mengenai kejadian yang menimpa Lidya. Arthur mulai membukakan diri pada Lidya dan mengajak Martha untuk menjenguk Lidya. Tapi kehadiran Dora disana membuatnya lupa akan niat semulanya, pengaruh Dora di ruangan itu telah merubah pendiriannya.
Tanpa diketahui keempat orang tersebut, Lidya mendengar semua pembicaraan dan pertengkaran mereka. Tubuhnya bergetar pelan dibalik selimutnya,mencoba menahan emosi yang bergejolak dalam tubuhnya. Mau tidak mau, Lidya terpaksa harus tetap berpura-pura tidak sadarkan diri. Dia tidak ingin harus menghabiskan tenaganya yang baru saja pulih untuk mengikuti pertengkaran keluarga ini.
__ADS_1
########
Perumahan Lincoln, kediaman Ryans.
Martha masuk kedalam kamarnya dengan wajah penuh amarah, sedari tadi dia mencoba menahan semuanya. Martha tidak ingin bertengkar dengan mertuanya, dia ingin selalu menghormati Dora dengan statusnya sebagai menantu dari keluarga itu,dan dimana suaminya yang juga begitu menyayangi Dora. Tapi,kali ini..Martha sungguh-sungguh hampir kehilangan kesabarannya.
Martha melempar tas handbagnya di tempat tidurnya,matanya melotot menatap Arthur yang sedang menutup pintu kamar mereka.
"Sungguh bagus..kamu berjanji padaku jika kamu ingin ke rumah sakit untuk berterima kasih pada Lidya karena menyelamatkan Luckas. Tapi..yang kamu berikan..sebuah tamparan di wajah anakku??!!" bentak Martha.
"Luckas yang keterlaluan pada ibu" bantah Arthur.
Martha tersenyum sinis "Bukankah kamu sendiri juga menyadari jika yang keterlaluan adalah ibumu bukanlah Luckas?!" sindir Martha.
"Arthur..aku menyanyangi ibumu layaknya ibu kandungku sendiri, tapi.. aku lebih mencintai anakku!! Jika sekarang kamu yang berada diposisi Luckas, apakah kamu akan menerima keputusan ibumu begitu saja? apa kamu dengan mudah mengikuti perintah Dora dan menyerah begitu saja??" tanya Martha. Arthur hanya membisu tidak menjawab sepatah katapun pada istrinya.
"yang seharusnya kamu lakukan adalah mendukung dan membantu Luckas,anakmu..bukan sebaliknya!!" Martha menghela nafas dan duduk di tepi tempat tidurnya "apakah kamu yakin?? Jika suatu saat Luckas sungguh-sungguh meninggalkan keluarga ini..apakah kamu yakin bisa menerimanya??" suara Martha mulai terdengar lembut, bertahun-tahun menjalin hubungan suami istri membuatnya mengerti sifat suaminya. Dia tahu walau Arthur hanya diam begitu saja tapi Martha yakin jika Arthur tengah mencerna semua perkataannya.
Arthur memalingkan wajahnya "dia tidak akan berani"
Martha tersenyum "dia anakku,Arthur. Dan aku yakin dia pasti akan berani!! Aku mengenalnya dengan baik,sayang. Dan jika suatu saat dia sungguh-sungguh memilih meninggalkan keluarga ini, aku akan mendukungnya dan menghormati keputusannya!"
__ADS_1
Martha meninggalkan Arthur yang tengah membisu,berdiam diri di kamarnya. Jauh didalam dirinya,dia sadar jika Luckas akan meninggalkan keluarga Ryans jika terus menerus menolak kehadiran Lidya.. tapi disisi lain,Arthur juga tidak sanggup jika harus membangkang pada ibunya.
###########
Malam itu, Luckas dengan terpaksa harus meninggalkan Lidya sebentar untuk mengurus pekerjaannya di hotel Ryans. Luckas harus membicarakan hal penting dengan manager hotel dan staf lainnya,yang mengharuskan dirinya ada di hotel Ryans malam itu.
Luckas mencoba sebisa mungkin untuk menyelesaikan pekerjaannya,dia tidak ingin meninggalkan Lidya terlalu lama.. dia ingin jika dirinya ada disisi Lidya saat dia sadar nantinya.
Setelah menyelesaikan rapatnya,Luckas menyuruh Edward segera mengantarnya ke rumah sakit kembali. Malam minggu di hari itu menambah kemacetan jalan yang membuat Luckas semakin larut untuk tiba di rumah sakit.
Sesampai dirumah sakit yang terlihat sepi karena hampir tengah malam,Luckas berjalan perlahan menuju kamar Lidya. Dia mendorong perlahan,berusaha untuk tidak mengeluarkan suara yang akan mengganggu pasien lainnya di kamar lain.
Luckas berjalan masuk kedalam kamar dan melihat tempat tidur yang telah kosong.
'Lidya?? dia telah sadar??' sahut Luckas dalam hati, dia terlihat gembira..perlahan dia berjalan arah kamar mandi yang berada dikamar itu dan mengetuknya perlahan "Lidya? kamu didalam??" tanya Luckas, setelah beberapa lama tidak kunjung mendapatkan jawaban dibalik pintu itu, Luckas akhirnya masuk kedalamnya dan kosong?
Luckas mulai terlihat kebingungan sampai dia melihat ada secarik kertas ditutupi oleh lipatan selimut yang ada di tempat tidur Lidya. Jantung Luckas berdebar kencang..hanya melihat secarik kertas itu,Luckas mulai merasa lemas.. Perlahan Luckas menarik kertas kecil itu dan terlihat tulisan Lidya diatas kertas itu.
"Luckas..terima kasih atas segalanya.. aku sungguh mencintaimu, tapi aku mohon padamu..jangan pernah mencariku, hanya itu satu-satunya permintaanku"
__ADS_1