
All of these new emotions
I let them out in the open
Oh mama, oh la, oh la, oh la
Oh, what do I do now?
•Clean Bandit•
Begitu masuk kedalam kediaman Luckas yang gelap gulita, Martha bergegas mencari-cari saklar lampu yang ada. Disaat seluruh ruangan berubah menjadi terang,nafas Martha tercekat.. "Ya Tuhan..ini rumah,kenapa bagaikan kapal pecah??" pekiknya saat melihat seisi rumah yang porak poranda dengan sampah dan barang berserakan dimana-mana.
Seketika Martha merasa cemas,dengan tergesa-gesa dia membuka pintu kamar Luckas dan mencari sosok Luckas. Saat ketika dia menemukan sosok Luckas yang tengah meringkuk di tempat tidurnya dengan beberapa botol minuman keras yang telah kosong di dekatnya, Martha sedikit bernafas lega.. Martha sempat panik mengira jika ada perampok yang masuk di kediaman anaknya. Dan sekarang dia merasa lega jika perampok yang dia kira ternyata adalah hanyalah perbuatan anaknya sendiri.
Perlahan Martha mendekati Luckas,mengelus wajahnya dan sambil mencoba membangunkannya. Namun,semua hanya sia-sia..Luckas telah tidak sadarkan diri akibat pengaruh minuman-minuman kerasnya. Martha menghela nafas,dia merasa sedih sambil menatap Luckas "dasar anak bodoh.." bisiknya.
Akhirnya,Martha memilih meninggalkan Luckas yang terlelap dan diapun membersihkan seisi rumah yang berantakan itu.
__ADS_1
Waktu telah menunjukkan hampir jam makan siang, Luckas terbangun sambil memegang kepalanya yang berdenyut,dengan cepat dia meraih gelas yang berisi air putih yang ada di meja kecil disamping tempat tidurnya. Rasa haus yang menyiksanya membuatnya meneguk habis seluruh isi gelas itu.
Luckas menatap sekeliling dan menyadari keadaan kamarnya yang terlihat rapi. Tidak lama kemudian,pintu kamarnya terbuka perlahan "kamu sudah sadar?" tanya Martha.
"Mom??"
Martha masuk sambil membawakan sup hangat untuk anaknya "makanlah ini terlebih dahulu..dan kamu akan segera merasa enakan.." sahut Martha.
Luckas mengangguk dan segera meraih sup hangat buatan ibunya itu,sesekali dia melirik ibunya "sejak kapan mom tiba disini?"
"sejak semalam dan semalaman itu juga,mom membersihkan kekacauan yang kau buat di rumahmu sendiri" sahut Martha sambil melirik anaknya dengan tatapan kesal.
Luckas tersenyum dan menundukkan kepalanya "maafkan aku,mom.."
Luckas menatap ibunya "aku..aku sangat bingung dan tidak tahu harus bagaimana lagi,mom.." lirihnya.
"Luckas.." sahut Martha dengan suara lembut "sebuah hubungan..apapun itu.. harus dilandaskan dengan rasa kepercayaan yang kuat..apa sedangkal itukah perasaanmu pada Lidya hingga begitu mudah digoyahkan??" tanya Martha.
"Mom sudah tahu semuanya??"
"tentu saja,anak bodoh" jawab Martha "bahkan mom bertengkar dengan grandma-mu itu!!!"
"mom?? dengan grandma?? benarkah?" tanya Luckas tidak percaya.
__ADS_1
"tentu saja!!!" Martha menggenggam tangan Luckas "Luckas.. mom sendiri saja tidak mempercayai ucapan Dora,mom percaya dengan Lidya!! Dia tidak mungkin membohongimu!"
Luckas menundukkan kepalanya,layaknya anak kecil yang sedang di nasehatin oleh ibunya.
"jika memang dia bermaksud jahat dan hanya mengincar status dan harta keluarga kita..Dia tidak akan meninggalkanmu saat dia tahu dia tengah hamil!! Dia pasti akan langsung memakai kehamilannya untuk menuntut pertanggungjawabanmu segera"
Luckas masih menunduk,ucapan Martha semua benar adanya..Luckas kini mengutuk dirinya sendiri yang begitu bodoh karena begitu mudah di perdayai oleh Dora.
"Malah Lidya lebih memilih meninggalkan kita, melahirkan dan membesarkan Ayles sendiri! Bahkan setelah dia pindah ke kota ini,dia bahkan tidak mencari keluarga kita untuk meminta pertanggungjawaban,bukankah begitu??!!"
Luckas mengangguk pelan.
"sayang..bukankah kamu sendiri yang mencarinya?? memintanya untuk kembali padamu?? Mengapa sekarang kamu kembali 'mendorongnya' kembali menjauh darimu?? kamu sungguh tidak akan menyesalinya jika dia dan Ayles kembali meninggalkanmu??" lanjut Martha.
Luckas masih menunduk,dia begitu malu akan dirinya sendiri yang begitu mudah terombang-ambing dengan perkataan Dora. Bahkan dia mendorong Ayles,darah dagingnya sendiri 'arrrgghhhh..ya Tuhan..apa yang telah aku lakukan' isaknya dalam hati.
"a..apa yang harus aku lakukan,mom??" lirih Luckas.
Martha tersenyum dan mengeluarkan sebuah cincin dari kantong bajunya, dia menyodorkannya pada Luckas "apa lagi yang kamu tunggu,Luckas?? pergilah..kejar dan temui Lidya sekarang. Jangan biarkan dia menunggumu terlalu lama.. mom tidak ingin kehilangan menantu mom yang begitu baik dan tentunya cucu imut mom juga!!"
Luckas mengangguk,dia bergegas bangkit dari tempat tidurnya dan segera membersihkan dirinya dan meraih kunci mobilnya. Dia harus menemui Lidya sekarang!!
Sebelum Luckas keluar dari kediamannya,Luckas memeluk ibunya "terima kasih,mom!" bisiknya.
Martha tersenyum dan mengelus punggung bidang anaknya yang sekarang lebih lebar darinya "pergilah,Luckas.. bawa dia kembali!!"
__ADS_1
Luckas mengangguk dan bergegas berjalan keluar. Martha yang tidak melepaskan tatapannya pada anaknya hingga menghilang di balik pintu "semoga kamu berhasil,Luckas!!"