Hotel Prince

Hotel Prince
Pelipur Lidya


__ADS_3

Lidya berjalan keluar meninggalkan Freya, dia ingin menolak melayani Freya tapi dia tidak ingin Freya menertawakannya karena merasa menang. Emosi yang memuncak dalam dirinya belumlah reda,dia tidak mengerti mengapa ada manusia yang begitu picik dan bahkan dia seorang wanita mungil yang terlihat begitu lemah lembut.


Tiba-tiba ada tangan yang merangkul pundak Lidya, Pretina memeluk Lidya "apa yang kamu lakukan,Pretina?!!" pekik Lidya yang terkejut.


"Kamu begitu luar biasa,sayang!! andai kamu seorang pria,aku akan jatuh hati padamu" celetuk Pretina dengan mata berbinar-binar.


"apa maksudmu?" sahut Lidya heran.


"aku melihat semua yang terjadi.." bisik Pretina "maksudku..Freya Green"


Mata Lidya membesar "kamu mencuri dengar?" bisik Lidya.


"lebih tepatnya memata-mataimu,sayang" balas Pretina "tapi..dia memang seharusnya dimaki. Andai saja aku bisa mendekati kalian dan membantumu memberinya pelajaran" celetuk Pretina geram, Dia mendengar jelas semua pembicaraan Lidya dengan Freya,bahkan diam-diam merekam mereka,tanpa memberi tahu Lidya tentunya.


Lidya menghentikan langkahnya dan menatap Pretina dengan serius "janji padaku,Pretina... Rahasiakan apapun yang kamu lihat atau kamu dengar!!"

__ADS_1


"Believe me,darling!! Kamu bisa mempercayaiku"


###########


Apartemen Lidya,


Malam itu,Lidya duduk disamping tempat tidurnya yang menghadap jendela..posisi itu merupakan spot favoritnya. Memandang langit seakan tidak pernah membuatnya bosan,ditambah banyaknya bintang-bintang yang menemaninya.


Perkataan Freya mengenai pertemuannya dengan Luckas cukup mengusik pikirannya. Berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya, dia bingung mengapa Luckas tidak bercerita mengenai pertemuan mereka. Lidya mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang.


"I miss you.." lirih Lidya


Luckas langsung menutup teleponnya,tanpa menunggu lama, dia langsung mengendarai mobilnya menuju apartemen Lidya. Disisi lain Edward baru saja memberinya laporan mengenai kedatangan Freya dan Lidya yang melayaninya. Dan dari suara Lidya,Luckas tahu Freya telah memberinya hari yang berat.


Lidya buru-buru membuka pintunya saat mendengar suara Luckas,dengan cepat dia menarik Luckas dan langsung memeluk erat tubuh pria yang dicintainya itu. Tanpa menunggu lama,Lidya menghujani bibir Luckas dengan ciuman. Sontak membuat Luckas terkejut, ciuman Lidya bagaikan magnet yang langsung menariknya mendekat dan membalas ciuman agresif dari Lidya. Luckas mendorong Lidya hingga menempel di dinding,kedua tangan Lidya ditahannya diatas kepala Lidya dengan tangan kirinya. Lidya mendesah saat tangan kanan Luckas mulai mengelus seluruh lekukan tubuhnya.

__ADS_1


"Lu..ckass" lirih Lidya sambil menahan dirinya yang mulai menuntut lebih sentuhan-sentuhan tangan Luckas.


Luckas menghentikan ciumannya dan menatap Lidya. tanpa aba-aba, dia menggendong Lidya dan membawanya masuk kedalam kamar Lidya. Dia merebahkan wanita pujaan hatinya itu di tempat tidur Lidya. Luckas mengelus lembut wajah Lidya.


"Maafkan aku,Lidya.."


"mengapa kamu minta maaf?" tanya Lidya sambil menepuk sisi kosong tempat tidurnya.


Luckas mengerti maksud hati Lidya,diapun berbaring disamping Lidya sambil memeluk kekasihnya "seharian ini aku berada diluar kota dan disibukkan dengan semua jadwal meetingku, aku baru saja mendapat laporan dari Edward mengenai Freya.." Lidya hanya diam "dan juga mengenai kamu.." Luckas menatap Lidya "apakah dia mengganggumu? Aku yakin dia ke hotel karena sudah tahu tentangmu. Aku akan menyuruh Edward mengatur staf lain untuk menggantikanmu" Luckas merasa bersalah tidak berada di hotel Ryans hari ini,dia tidak menyangka Freya akan senekat itu datang ke hotel untuk menemui Lidya dan Luckas yakin Freya telah mengusik Lidya.


Lidya menggeleng "tidak perlu..aku tidak ingin dia merasa senang jika aku digantikan orang lain, dia pasti merasa menang karena mengira aku menghindarinya. Aku akan menghadapinya,Luckas!" Lidya membenamkan wajahnya di dada bidang kekasihnya seakan itu bisa memberinya tambahan tenaga untuk menghadapi Freya.


Luckas tersenyum,dia tidak salah memilih wanita..wanita yang dalam pelukannya ini begitu tangguh. Luckas mempererat pelukannya,dia mengecup kening Lidya..Lidya tersenyum. Dia membalas kecupan di pipi Luckas. Luckas tertawa dan membalas kecupan di bibir Lidya. Lidya terkekeh membalas kecupan di bibir Luckas kembali. Luckas merasa geram akan kelakuan Lidya yang begitu menggemaskan baginya,dia pun menahan Lidya di bawahnya dan memberi Lidya ciuman,ciuman yang begitu lembut penuh kasih sayang..dan begitu intens.


Tangan Lidya masuk kedalam baju kaos hitam Luckas hingga menemukan ****** dada Luckas dan bermain-main dengannya, Luckas mengerang menahan rasa geli dan nikmat akibat tangan Lidya. Lidya menahan kepala Luckas dengan tangan kanannya supaya tidak melepaskan ciuman mereka. Tangan kirinya dibiarkannya mengelus lekukan-lekukan perut Luckas yang atletis itu. Luckas kembali menahan geli "Li..Lidya..Stop"

__ADS_1


Melihat Lidya yang tertawa membuat Luckas akhirnya membalas Lidya. Tangan kanannya mulai bermain di balik baju loose style berwarna abu itu, Luckas dengan cepat menarik Lidya hingga berada diatasnya, ( *adegan sensor* ๐Ÿ˜)


__ADS_2