Hotel Prince

Hotel Prince
Enough!!


__ADS_3

Freya tersenyum sinis "tentu saja kamu harus minta maaf padaku!! Kamu hanya penata rias.. dan aku adalah Top Model!!"


"sepertinya anda melupakan sesuatu,Miss Green!! Aku..bukan bekerja untukmu!!" sahut penata rias itu menahan geram. Dia melirik kearah penanggung jawab pihak Swaskie yang baru saja masuk kedalam ruangan karena mendengar laporan mengenai pertengkaran Freya. "Raymond!! Aku menyanggupi permintaanmu karena kamu mengatakan penata rias dari Swaskie sedang kosong,tapi yang kamu berikan padaku hanyalah seorang model yang angkuh??!!! maaf..aku akan pergi!!" ucapnya ketus sambil merapikan semua perlengkapan make up miliknya. Dia menjinjing tasnya dan berjalan keluar "dan satu hal lagi,Raymond!! Jika Swaskie bersikeras menggunakan dia.." sahut penata rias itu sambil menunjuk kearah Freya "..maka Swaskie akan hancur!" lanjutnya sambil melangkah pergi.


Raymond mengejar penata rias itu, dia memohon untuk tetap melanjutkan merias Freya sebab tidak ada make up artis yang bisa merias Freya saat ini.


Freya masa bodoh dengan kepergian make up artist itu, dia mencoba menghapus bekas lipstik yang tercoreng di wajahnya. Bella yang sedari tadi menahan emosi akhirnya meledak "apa yang kamu lakukan!!" bentaknya.


Freya melotot kearahnya "kamu!! berani-beraninya membentakku??!! Dan seharusnya kamu membelaku bukan meminta maaf padanya,Belly!!!"


"Kamu menghancurkan dirimu sendiri,Freya!!" sahut Bella dengan suara yang semakin meninggi.


Freya menghempaskan kapas bekas lipstik yang dihapusnya "Beraninya kamu-"


"Seharusnya kamu tahu kapan saatnya kamu harus menunduk dan menahan mulut sialanmu itu!!!" bentak Freya "asal kamu tahu.. wanita tadi bukanlah penata rias sembarangan yang bisa kamu maki dan kamu perlakukan seenaknya!! Dia adalah penata rias ternama di kota New York dan karena permintaan Swaskie sajalah yang membuatnya mau meriasmu!! Dan setelah semua itu..kamu dengan seenaknya memarahinya dan bahkan..menghinanya??!!" kemarahan Bella akhirnya tidak lagi dibendungnya, dia telah lelah dengan kelakuan Freya.


"Kamu-" kata-kata Freya seakan tersangkut di tenggorokannya. "Lihat saja!! Kelak dialah yang akan memohon untuk meriasku setelah ini.. Aku.." Freya menepuk dadanya dengan tangan kanannya "..adalah top model,Belly!!!"

__ADS_1


Bella tertawa begitu kencang seakan mengejek ucapan Freya "top model???" Bella kembali tertawa "Freya..hanya karena status 'Green'mu yang membuatmu bertahan hingga saat ini. Diluar itu? You are nothing!!"


Wajah Freya berubah merah padam, dia tidak menyangka Bella yang biasanya pendiam dan selalu di ejeknya..hari ini mampu melawannya dan membentaknya!


"kamu..kamu kupecat!!!" bentak Freya.


"dengan senang hati!!" Bella melangkah pergi menuju kearah pintu,dia telah muak dengan Freya "oh ya.. sebelumnya aku ingatkan.. jangan lupa membayar dua bulan gajiku yang kamu tahan. Jangan coba-coba menahan atau tidak membayarku,Miss Freya Green. Atau anda lebih suka aku memakai jalur hukum dan media massa??"


"PERGI KAMU!!!" bentak Freya kembali.


"tidak perlu kamu usir!! Aku akan pergi!! aku telah muak melihatmu!!" Bella balas membentak dan melangkah keluar meninggalkan Freya. Jauh dalam hatinya terasa begitu lega,dia tidak menyangka selama ini bekerja dengan Freya begitu menyiksanya.


#########


New York,kediaman Ryans.


Martha akhirnya kembali ke New York setelah Luckas meyakinkannya jika masalah Lidya telah selesai. Setiba di rumahnya,para asisten rumah tangganya dengan sigap menyambutnya dan mengangkat koper-koper Nyonya mereka. Martha mencari handphonenya untuk menghubungi Luckas mengabarkan jika dirinya telah tiba di New York.

__ADS_1


"Mom? sudah sampai?" tanya Luckas begitu mengangkat telepon dari ibunya.


"sudah..bahkan sudah sampai dirumah.. bagaimana? Kalian baik-baik saja?"


"tentu saja..mom,aku telah membuat pernyataan mengenai hubunganku dengan Freya"


"benarkah?"


"yes.. tapi apakah grandma tidak mempermasalahkannya??"


Martha melirik kearah mertuanya yang terlihat santai menyeruput teh dan cemilan sorenya, seakan tidak ada masalah apapun. Dari salah satu asisten rumah tangganya mengatakan jika pihak keluarga Green ada menghubungi Dora. Tapi Dora dengan tegas mengatakan jika pertunangan Luckas dan Freya telah dibatalkan.


"itulah yang ingin mom katakan padamu.. Anehnya,grandma terlihat tenang dan bahkan dia menyampaikan pada keluarga Green jika pertunangan kalian dibatalkan" bisik Martha. Martha tahu betul jika pembatalan pertunangan ini yang sejak awal merupakan ide Dora,maka akan melukai hubungan keluarga Green dan Ryans. Tapi,Dora terlihat acuh dengan hal itu tanpa mengetahui jika Dora telah terluka karena perkataan Freya.


Dora tentu tidak ingin memberitahu siapapun mengenai apa yang telah didengarnya. Memberitahu orang lain,sama saja melukai harga dirinya. Dia telah dipermainkan oleh gadis muda,bagaimana mungkin dia bisa mengatakan pada orang lain,sekalipun itu adalah Arthur...tidak!! tidak akan pernah!!


Karenanya, dengan adanya kejadian ini. Dora langsung memutuskan hubungan pertunangan Freya dengan Luckas tanpa harus pusing memikirkan alasan lain. Bukankah pernyataan Luckas di media dan video-video yang beredar cukup membantunya membuat alasan untuk membatalkan pertunangan ini.

__ADS_1



__ADS_2