
I've been waiting
All this time to finally say it
But now I see your heart's been taken
And nothing could be worse
Baby, I loved you first.
•One Direction•
"Kamu kerja disini juga?!" seru Louis dengan antusias, Louis merasa senang bertemu dengan Ruby..setidaknya ada seseorang yang dia kenal, ya walaupun belum mengenal nama.. tapi membuat Louis sedikit merasa lega karena ada seseorang yang dia kenal diantara semua manusia kaku yang dari tadi tidak ada yang menggubrisnya.
Ruby Lee mengangguk "dan ini hari pertamaku.." bisik Ruby.
"Wow..benarkah?!" seru Louis "begitu juga denganku!!".
Ruby tertawa melihat wajah antusias Louis, sejak pertemuan pertamanya dia merasa Louis begitu ceria dan sangat menarik baginya. Dimana selama ini,orang-orang selalu mendekatinya hanya karena dirinya seorang putri dari pengusaha sukses Simon Lee..bukan sebagai dirinya apa adanya.
Louis mendekati Ruby Lee perlahan sambil berbisik "tapi.. sepertinya orang-orang disini begitu kaku.. Aura ruangan ini begitu dingin.." bisiknya.
Ruby kembali tertawa, dia menoleh sekeliling dan matanya melihat kearah kepala admin yang tengah duduk menatap meja kerjanya tanpa memperhatikan sekelilingnya. Ruby menarik Louis mendekati kepala admin tersebut "mmm... selamat pagi,Mr.Zhang.." sapa Ruby.
Zhang Wen Li atau sering disapa Mr.Zhang,tuan Zhang.. apapun itu. Beliau telah berumur hampir pertengahan kepala lima, dan beliau adalah kenalan baik dari ayah Ruby Lee, yaitu Simon Lee. Mr.Zhang sebelumnya tinggal di Beijing dan hidup penuh kesusahan bersama ibunya,karenanya Simon Lee membujuknya untuk bekerja bersamanya di New York. Mr.Zhang sangat bersyukur mengikuti Simon Lee saat itu,jika tidak mungkin hingga sekarang dia akan mati kelaparan di pinggir jalan bersama ibunya. Sekarang beliau bahkan telah memiliki keluarga, seorang istri yang begitu menyayanginya dan ibunya, dan juga tiga orang putranya yang telah beranjak dewasa.
Mr.Zhang menatap Ruby sesaat dan terkejut, dengan cepat Ruby memberinya kode supaya berpura-pura tidak mengenalnya. Simon Lee sebelumnya juga telah memberitahu pada Mr.Zhang tentang Ruby yang akan bekerja di bagiannya. Awalnya Mr.Zhang menolaknya "Lee... kamu tahu aku begitu menyanyangi Ruby layaknya putriku sendiri. Jika dia bekerja di bagianku,aku akan kesulitan untuk mendidiknya.." sahut Mr.Zhang waktu bertemu dengan Simon Lee.
__ADS_1
Simon Lee tertawa "karenanya aku membuatnya di bagianmu,Zhang. Aku yakin kamu akan mendidiknya dan membimbingnya layak putrimu sendiri.." sahut Simon.
"Ah..ya..ya.." dengan cepat Mr.Zhang menenangkan dirinya "kalian anak baru,bukan?" tanyanya.
Ruby mengangguk "benar sekali Mr.Zhang.. saya Ruby dan ini--".
Louis tersenyum kaku "--Louis,sir..Louis Claristo" sahutnya kaku.
"Kamu dapat memanggilku Mr.Zhang,Louis.." sahut Mr.Zhang.
Louis mengangguk kaku,sejak tadi dia menatap Mr.Zhang dengan gugup dan akhirnya Mr.Zhang membalas menatapnya dengan bingung. Keduanya saling menatap satu sama lain "Mr.Zhang.. anu..itu.." sahut Louis dengan suara pelan sambil menunjuk daerah mulutnya sendiri.
Mr.Zhang dan Ruby sama-sama kebingungan. Mr.Zhang menatap mulut Louis dengan seksama "kenapa mulutmu?" tanya Ruby.
Ruby menatap Mr.Zhang dengan bingung karena Mr.Zhang terlihat baik-baik saja "ada apa dengan beliau?" tanya Ruby.
Louis menggaruk kepalanya "Mr.Zhang... anu.. itu.. di gigi anda ada cabe.." sahutnya.
Refleks Mr.Zhang menutup mulutnya dan berlari ke kamar mandi. Sedangkan Ruby, dia tertawa terpingkal-pingkal dan menjadi sorotan semua orang yang ada di ruangan itu, beberapa pegawai yang berada di dekat mereka juga menahan tawa saat mendengar ucapan Louis. Louis sendiri masih menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Selang beberapa lama,Mr.Zhang kembali dengan wajah yang seperti kepiting rebus karena menahan malu. Dia berjalan sambil sedikit menundukkan kepalanya. Setelah mendaratkan badannya di kursi kerjanya, "ehem!! Vanya!!" serunya.
__ADS_1
Tidak jauh dari mereka terlihat seorang wanita berdiri dan berjalan mendekati mereka, Louis tersenyum saat melihat wanita itu.
"yes,Mr.Zhang.." sahut Vanya.
"Kedua orang ini adalah pegawai baru yang akan bergabung dengan kita.. dan aku ingin kamu bisa membantu mereka nantinya.. bimbinglah mereka" perintah Mr.Zhang pada asistennya lalu melihat kearah Ruby dan Louis "kalian.. ini adalah Vanya,asistenku dan tangan kananku. Dia hampir sebaya dengan kalian tapi dia sangat berkompeten, jadi aku harap kalian berdua bisa belajar banyak padanya".
Ruby dan Louis mengangguk.
"Dan jika kalian ingin bertanya tentang pekerjaan,kalian bisa bertanya padanya.." lanjut Mr.Zhang "Vanya.. anggap mereka berdua adalah asistenmu,sehingga mereka bisa belajar sambil bekerja".
Vanya mengangguk "baik,Mr.Zhang..".
Tanpa mengulur-ulur waktu,Louis bergegas mengulurkan tangannya "hai..saya Louis..", Ruby sedikit kesal dengan tatapan mata Louis,dia pun segera mengulurkan tangannya juga "dan saya Ruby!! Ruby Lee!!".
Vanya menatap tangan keduanya dengan tatapan dingin, dia membalas uluran tangan Ruby "Vanya..Vanya Rosanne" sahutnya dengan dingin tanpa membalas ataupun melirik ke arah Louis "saya harap kalian berdua dapat langsung bekerja dan..bekerjalah dengan sungguh-sungguh.. Aku bukan guru TK yang penuh kesabaran menghadapi orang yang kekanak-kanakan" sahutnya dingin.
Louis mematung "keren.." gumamnya tanpa sadar.
curcol author : Loha~~
T.T maaf.. author upload satu bab dulu ya..
jangan di marah..huhu..
Anggota kerjaku tiba-tiba resign,sehingga aku harus turun tangan ngurus jualanku (dari pagi sampe malam plus sambil jaga bocil), jadi sangat minim waktu, hiks..
dan akan tetap aku usahain buat upload sebisanya sebanyak mungkin! Ini saja nulis malam-malam sambil di ganggu bocil 🤸
__ADS_1
last..tetap dong.. makasih atas dukungannya semua dan banyak yang ngasih komen dukungan buatku (nyes banget bacanya.. hangat gitu..)❤️
moga tetap di hati ya si Louis ini. Stay safe..love you back,readersku!!😍