Hotel Prince

Hotel Prince
Shallow


__ADS_3

I'm off the deep end, watch as I dive in


I'll never meet the ground


Crash through the surface, where they can't hurt us


We're far from the shallow now


•Lady Gaga•


#######


Salah satu stasiun televisi berulang kali mencoba menghubungi pihak Luckas untuk mendapat kesempatan mewawancarai Luckas Ryans, setelah beberapa kali mencoba menghubungi pihak Luckas dan akhirnya mereka mendapat kesempatan emas itu.


Setelah mempertimbangkan begitu lama, akhirnya Luckas sendiri menyetujui mereka. Luckas sendiri menaruh harapan jika kehadirannya di televisi,bisa membuatnya menemukan Lidya.


" "The Hotel Prince"


Tidak salah lagi julukan tersebut dipegang oleh Luckas Ryans. Bukan hanya wajah tampannya tapi kepiawaiannya dalam mengubah sebuah hotel yang hampir bangkrut menjadi sebuah hotel terkenal seperti yang anda ketahui sekarang ini**"


Seorang wanita yang membawakan acara duduk berhadapan dengan Luckas memulai sesi tanya jawab mereka "Baiklah,sir Luckas Ryans.. terima kasih telah hadir di acara ini. Mungkin banyak yang penasaran,mengapa anda memilih meninggalkan hotel Ryans dan malah berdiri sendiri..diatas semua itu anda bahkan nekad memilih sebuah hotel kumuh menjadi pondasi anda untuk bangkit dengan kemampuan anda sendiri?"

__ADS_1


"aku hanya ingin menantang diriku sendiri untuk mencoba mengetahui batas kemampuan diriku sendiri..karena aku juga ingin mengetahui apakah tanpa dukungan status Ryans,aku bisa sanggup berdiri sendiri atau tidak" jawab Luckas dengan tegas,hal itu menambah aura wibawanya mencuat.


"dan ternyata anda berhasil..anda sungguh luar biasa. Aku sendiri sangat mengagumi anda.." sahut wanita tersebut, dia terlihat sungguh-sungguh dengan ucapannya.


"terima kasih..tapi aku hanyalah seorang yang biasa saja yang tidak pantas di kagumi" jawab Luckas.


"anda sungguh rendah hati,sir.. dan sepertinya semua orang telah tahu jika hotel anda di namakan "Hotel Kingdom".. Apakah ada alasan dibalik nama itu? dan mengapa tidak memakai nama Ryans?"


"hotel ini tidak ada sangkut paut dengan hotel Ryans,untuk itu aku tidak memakai nama Ryans didalamnya. Aku menamai Kingdom karena aku ingin membangun sebuah 'kerajaan' milikku sendiri"


Wanita itu membaca pertanyaan berikutnya,samar-samar terlihat sebuah senyuman menghiasi wajahnya "dan...pertanyaan kali ini, banyak sekali requestan masuk untuk pertanyaan satu ini supaya diajukan kepada anda"


Luckas tertawa menunjukkan lesung pipi yang samar di kedua pipinya, bahkan hampir melelehkan hati wanita yang dihadapannya..dan mungkin seluruh wanita yang berada di lokasi itu.


Luckas tersenyum "Aku tidak single..aku memiliki seorang kekasih.. dan aku sangat mencintainya.."


Sebuah jawaban yang mematahkan hati semua wanita lajang yang berkhayal menjadi kekasih Luckas,termasuk wanita yang tengah di depannya. Refleks wajah wanita itu berubah,dia terlihat kecewa saat mendengar jawaban Luckas.


"Tapi, sepertinya sangat jarang melihat anda bersamanya.. Banyak berasumsi jika semua hanya tipuan anda semata supaya menghindari para wanita yang ingin mendekati anda"


"hahaha...tentu saja tidak.. aku sungguh memiliki kekasih, hanya saja sekarang dia tidak berada disini. Aku yakin dia akan kembali padaku...tidak!! akulah yang akan menemukannya!!"

__ADS_1


"wah..sepertinya anda memiliki kisah asmara yang sangat membuat semua orang penasaran akan sosok wanita yang beruntung itu.."


Luckas tersenyum "akulah yang beruntung memilikinya,miss.. Dia sangat berharga bagiku, aku mencintainya melebihi siapapun!!"


"wah..wah..kami sungguh semakin penasaran dengannya,sir Luckas.. kami berharap di kesempatan berikutnya,kami dapat bertemu dengan pujaan hati anda.. terima kasih telah hadir di acara ini"


----------


Kehadiran Luckas di acara itu,membuatnya semakin terkenal dimana-mana layaknya seorang idola. Hotel Kingdom miliknya semakin ramai akan pengunjung, banyak diantaranya adalah para wanita muda yang hanya sekedar ingin bertemu ataupun melihat Luckas, tentunya mereka menaruh harapan jika saja dapat mengambil hati Luckas.


Sayangnya,Luckas sangat jarang terlihat di hotel Kingdom. Dia lebih menghabiskan waktu di kantornya ataupun pent housenya yang berada di lantai teratas di hotel Kingdom.


Selama tiga tahun,dia tidak sedikitpun berhenti mencari Lidya. Walau setiap kali harus merasakan pedih saat tidak mendapatkan hasil, Edward juga selalu mencoba membantu Luckas untuk menemukan Lidya.


Luckas memberikan Edward kepercayaan menjadi manager hotel yang membantunya mengurus hotel Kingdom, walau begitu.. Edward tetap setia selalu mendampingi Luckas layaknya seperti asistennya. Edward menolak saat Luckas menyuruhnya untuk mencari asisten penggantinya. "saya masih sanggup mengurusnya,sir" sahut Edward saat disuruh untuk mencari penggantinya sebagai asisten Luckas. Sejak Edward memilih tetap mengikutinya walaupun saat kondisi sulit,Luckas telah menganggapnya seperti saudaranya sendiri.


-----------


Suatu hari, Luckas mendapatkan undangan pernikahan dari kenalannya. Saat Edward menyodorkan undangan tersebut, Luckas langsung menyuruh Edward untuk mengirimkan hadiah pernikahan saja. Edward menolak menuruti perintah tuannya "Sir..pergilah..biarkan dirimu beristirahat sejenak" sahut Edward.


Edward tahu jika Luckas selalu memforsir dirinya untuk bekerja terus menerus supaya tidak memikirkan Lidya. Selama tiga tahun lamanya,kebanyakan waktu Luckas hanya dihabiskan di pekerjaan dan mencari Lidya. Edward sungguh khawatir akan keadaan Luckas.

__ADS_1



__ADS_2