Hotel Prince

Hotel Prince
Hotel Prince S2 (New part)


__ADS_3

Hello reader❤️


are you ready?


season dua lebih tentang si Louis ya🤗


Hope you enjoy too🙏



"Maaf anda belum bisa kami terima bekerja disini.."



Louis melangkah keluar dari salah satu perusahaan ternama,dan ini sudah perusahaan yang ke lima kalinya yang menolaknya. Louis menatap perusahaan tersebut dari atas hingga bawah. Dia mengeluarkan tangan kanannya dengan wajah sendu,salah satu sekuriti yang ada di perusahaan tersebut menatap Louis dengan bingung.



"KARENA KUALITASKU YANG TERLALU TINGGI HINGGA TIDAK COCOK BEKERJA DI PERUSAHAAN KALIAN YANG LEBIH RENDAH DARI AKU!!" serunya sambil mengacungkan jari tengahnya tiba-tiba. Sekuriti terebut hampir terpeleset saat melihat Louis yang tiba-tiba mengacungkan jari tengahnya.



Dia menggeleng-gelengkan kepalanya "ganteng-ganteng kog sinting.." bisiknya.



"Siapa yang anda maksud,sir?" suara wanita dari belakangnya membuat sekuriti tersebut terperanjat.

__ADS_1



Sekuriti tersebut menoleh kebelakang dan tersenyum "Selamat pagi,Miss Vanya .. itu ada pria yang marah-marah sendiri di depan perusahaan kita.. lebih tepatnya maki-maki..".



Vanya melirik arah pria yang di tunjuk sekuriti perusahaan tempatnya bekerja itu. Namun,Vanya tidak melihat dengan jelas wajah Louis karena telah berbalik meninggalkan perusahaannya. Vanya memilih kembali masuk ke dalam perusahaannya,namun sebelumnya dia memberi sebuah sandwich pada sekuriti tersebut.



"Miss Vanya.. kamu selalu memberi kami makanan seperti ini.." sahut sekuriti tersebut dengan wajah sangat gembira.



Vanya Rosanne seorang gadis muda yang baik hati. Tidak jarang dia membagikan cemilan ringan buatannya sendiri pada sekuriti perusahaannya bekerja ataupun orang tunawisma yang dia temui dijalan. Vanya hanyalah seorang gadis sebatang kara yang hanya menjalani aktivitasnya sehari-hari, sepeninggalan kedua orang tuanya. Vanya mau tidak mau,harus lebih mandiri dan berusaha keras untuk tidak mengeluh seberapa keras dan susahnya hidup ini. Sekilas Vanya hanyalah gadis biasa saja, wajahnya tidaklah terlalu cantik tapi dia sangat manis. Rambut panjangnya yang berwarna coklat terang selalu dia ikat rapi saat bekerja. Vanya selalu bekerja keras dan berusaha menghindari kesalahan, "hidupku sudah penuh liku.. menambah kesalahan sama saja mencari masalah yang menambah batu besar di jalanku yang berliku" itu yang dia katakan pada dirinya sendiri.




"Kebetulan ada lebih kog buatnya.." jawab Vanya pelan sambil tersenyum.



Sekuriti tersebut tersenyum dan mengangguk berterima kasih pada Vanya, hanya dia satu-satunya pegawai yang selalu menyapanya.


__ADS_1


Di sisi lain,Louis berjalan menuju tempat parkir mobilnya dengan raut wajah yang muram. Dia tidak menyangka jika dia akan gagal lagi kali ini,dan pastinya Luckas akan menertawakannya..lagi.


Luckas pernah menawarkannya untuk bekerja dengannya, Luckas sendiri sekarang semakin disibukkan karena harus mengurus hotelnya sendiri, hotel Kingdom dan juga hotel Ryans. Sedangkan Lidya, Elena telah mengangkat Lidya sebagai direktur di hotelnya dan mempercayakan sepenuhnya di tangan Lidya. Dan tidak jarang Lidya juga membantu Luckas mengurus hotel-hotelnya. Dan sekarang mereka ingin melebarkan sayap mereka, Luckas berencana membuka cabang lainnya yaitu di Bali,Indonesia. Karenanya,Luckas menginginkan Louis untuk membantunya. Namun,Louis selalu menolaknya. Dia ingin berdiri sendiri dengan kemampuannya sendiri, setidaknya untuk saat ini. Dia tidak ingin mendapatkan jabatan tinggi karena status hubungan keluarga. Dan Lidya menghormati keputusan adiknya, "biarkan dia,Luckas.. Biarkan dia merasakan kerasnya hidup terlebih dahulu.." itu yang Lidya katakan pada Luckas.


Pikiran yang melayang-layang membuat Louis tidak memperhatikan jalanan, sebuah mobil mini berwarna putih tidak sengaja menyenggolnya. Pemilik mobil tersebut keluar dengan tergesa-gesa.


"aduh.. maafkan saya,tuan.." lirih wanita itu.


Louis meringis kesakitan, 'sudah jatuh tertimpa tangga pula..' lirihnya dalam hati. Louis mencoba bangkit berdiri,dia ingin memarahi pemilik mobil tersebut.


"kau--!!!" kalimatnya terhenti saat melihat seorang gadis muda yang tengah menatapnya dengan wajah penuh penyesalan. Louis menghela nafas "sudahlah..pergilah nona muda!"


"ta..tapi.. bagaimana dengan anda? lebih baik jika saya membawa anda menuju rumah sakit.."


Louis mencoba berdiri tegak "luka sedikit begini tidak berarti apa-apa pada seorang gentleman seperti saya,nona.." sahutnya sambil menahan rasa sakit.


"an..anda yakin?"


Louis mengerutkan keningnya "atau anda lebih menyukai jika aku meminta pertanggungjawaban sebesar sepuluh juta dollar pada anda?"


Wanita tersebut terkejut lalu berlari kecil menuju mobilnya dan meraih sesuatu dari dalam tasnya, dan menyodorkannya pada Louis. Louis terperangah saat melihat sodoran cek dari wanita mungil itu, dia pun tertawa terbahak-bahak.


"kamu sungguh imut sekali,nona.." sahut Louis yang sontak membuat gadis itu tersipu malu "aku tidak serius akan hal itu,ambil kembali uang anda dan pergilah.. aku tidak akan mempermasalahkan hal itu. Kamu bisa mempercayaiku!! karena aku adalah.." Louis membuat tanda V dengan ibu jari dan jari telunjuknya di dagunya "..gentleman!".


Gadis tersebut hanya melongo melihat Louis.


__ADS_1


__ADS_2