Hotel Prince

Hotel Prince
Marvin Gaye


__ADS_3

Let's Marvin Gaye and get it on


You got the healing that I want


Just like they say it in the song


Until the dawn, let's Marvin Gaye and get it on


•Charlie Puth•



Setelah memastikan Ayles bermain dengan mainannya,Lidya berjalan menuju dapur mininya. Dia mencari bahan-bahan untuk membuat cookies Ayles,namun teleponnya yang berbunyi menghentikannya..Lidya segera mengangkat teleponnya saat melihat nama yang tertera di layarnya.



"Halo,sayang..gimana keadaanmu?"



"Luckas.. maafkan aku tidak menghubungimu semalam"



"tidak perlu memikirkan itu,Lidya..aku tidak mempermasalahkannya"



"terima kasih,Luckas.."



"Hari minggu ini,kamu dan Ayles pergi kemana?" tanya Luckas.



"di rumah saja.. Hari ini hujan begitu lebat,Luckas"



"pi..pilihan yang ba..bagus,Lidya.. se..sebab..brrr..aku..sedang berada di.. depan rumahmu" sahut Luckas dengan suara menggigil. Hujan di musim dingin sangatlah mengerikan. Dinginnya air hujan dengan angin di musim dingin,sangat menusuk tubuh jika langsung mengenai kita walaupun hanya sebentar saja.



"Ya ampun..Luckasssss..." pekik Lidya sambil berlari begitu cepat menuju pintu depannya.



Lidya syok melihat sosok Luckas yang tengah menggigil kedinginan "ha..halo sa..sayang..brrrrr.."

__ADS_1



"Ya Tuhan.." dengan cepat Lidya menarik Luckas masuk kedalam rumah dan segera menariknya masuk kedalam kamar Louis.



Ayles yang mendengar suara Luckas,mengintip dari balik pintu kamarnya "dee di??"



Luckas tersenyum kaku pada anaknya,Lidya melihat Ayles dan berkata lembut pada anaknya "Ayles sayang.. Ayles bisakan main-main di kamar Ayles sebentar? Daddy ingin mengganti bajunya terlebih dahulu.."



"Dee di..dingin ya,mami?"



Lidya mengangguk "iya..jadi Ayles baik-baik bermain sebentar ya.."



Ayles mengangguk.



Lidya masuk kedalam kamar Louis dan menguncinya. Dengan cepat dia mengambil handuk dan baju celana ganti untuk Luckas.



Luckas yang kedinginan,mencoba tersenyum dan menjawab Lidya "a..aku..brrr... han..hanya berjalan.. dari mo...bil..brrr... ke..pin..tu rumahmu. Han..ya ke..na..brrr..hujan..saat ber..ja..lan di..halaman..mu..brrrr"



Lidya menggelengkan kepalanya "itu bukan hal yang bisa kamu banggakan,sayang. Cepatlah ganti bajumu atau kamu akan demam..Aku akan membuat segelas susu hangat untukmu.." sahut Lidya sambil meninggalkan Luckas sebentar.



Ayles yang mendengar suara pintu kamar yang dibuka,segera berjalan menuju depan dan melihat ibunya yang terlihat tergesa-gesa "ma mi..deedi??deedi mana?" tanyanya.



"Daddy sedang sakit,sayang.. Mommy harus menjaga daddy sebentar" Lidya melihat Ayles yang mulai mengucek-ucek matanya dan menguap "Ayles mau bobok?"



Ayles mengangguk, Lidya segera menggendong Ayles dan mengayunkannya sebentar. Setelahnya,Lidya membaringkan Ayles di tempat tidurnya dan menyelimutinya. Lidya bergegas kembali ke dapur dan mengambil segelas susu hangat dari microwavenya dan mengantarkannya pada Luckas.


__ADS_1


Luckas yang telah berganti pakaian,meringkuk di balik selimut tebal milik Louis sambil menggigil kedinginan. Rasa dingin sedingin es menusuk seluruh tubuhnya. Dia mengutuk dirinya sendiri yang mengabaikan payung yang ada di dalam mobilnya. Dia merasa hanya sebentar saja dan merasa tidak akan apa-apa.



Lidya menyodorkan susu hangat pada Luckas "minumlah,Luckas..setidaknya membantumu menghangatkan tubuhmu"



Tangan Luckas gemetar hebat mencoba mengambil segelas susu dari tangan Lidya dan meminumnya "Li...Lidya.. a..aku..sangat..ke..dingin..an..brr..."



Lidya berbalik dan mengunci pintu kamarnya kembali, dan segera melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuhnya,menyisakan pakaian dalamnya saja. Hal itu sontak membuat Luckas terkejut "a..apa..yang-"



Lidya menghempaskan selimut tebal yang membalut tubuh Luckas dan dengan cepat melepaskan semua pakaian Luckas juga "Li..Lidya..a..aku..ti..tidak bis-"



Lidya menyelimuti kembali tubuh Luckas dan masuk kedalamnya sambil memeluk tubuh Luckas yang begitu dingin.



"jangan berpikir yang tidak-tidak,Luckas..ini cara terbaik untuk menghangatkanmu.." bisik Lidya.



Kehangatan tubuh Lidya perlahan mengalir di tubuh Luckas. Luckas mulai merasa hangat,perlahan berbisik pada Lidya "ji..jika se..seperti ini.. ma..maka aku ti..dak akan ke..beratan jika..ha..rus kehu..janan tia..p hari"



Lidya mencubit perut Luckas,sehingga membuat Luckas meringis kesakitan dan tertawa setelahnya "sepertinya kamu sudah sembuh.." goda Lidya.



Dengan cepat,Luckas mempererat pelukannya "aku ma..masih ke..din..ginan.."



Lidya tertawa, diapun membalas pelukan Luckas. Selang beberapa lama kemudian,Lidya mulai merasakan tubuh Luckas yang perlahan mulai menghangat. Kali ini,Lidya perlahan mencoba melepaskan pelukannya. Namun,Luckas kembali menarik dan memeluk Lidya.



"Luckas!!" pekik Lidya.



"jangan lepaskan aku,Lidya..aku begitu merindukan masa-masa kita dulu..saat kamu aku memeluk seperti ini" bisik Luckas "atau..mungkin sudah saatnya kita menambah adik untuk Ayles??" goda Luckas.

__ADS_1



__ADS_2