
You know I know how
To make 'em stop and stare as I zone out
The club can't even handle me right now
Watchin' you watchin' me I go all out
The club can't even handle me right now
•Flo Rida•
Akhirnya setelah penuh perdebatan panjang, Ruby memutuskan memesan sebuah ruangan VVIP di salah satu club terkenal di New York. Ruangan besar yang sanggup memenuhi dua puluh rekan kerja Ruby.
Semua orang bergegas duduk di sofa besar berwarna merah, meja besar di kelilingi sofa yang telah dipenuhi oleh rekan kerja Ruby telah diisi penuh oleh berbagai makanan yang sangat menggugah semua orang, ditambah beberapa minuman keras yang harganya bahkan tidak akan sanggup mereka bayangkan. Hanya Mr.Zhang dan Louis yang mengetahui jika harga sebotol minuman beralkohol yang dipesan Ruby itu sangatlah mahal. Tapi,rekan kerja yang lain tentunya tidak mengetahui hal itu.
"Kalian bebas memesan apapun!! Hari ini aku akan menaktir kalian semua!!" seru Ruby yang kembali diiringi sorakan oleh rekan kerjanya.
"Hidup Ruby Lee!!!" sorak mereka.
Ruby merasa begitu puas saat melihat mereka memanggil namanya,dia melirik Louis yang duduk di samping Vanya?!
"*What*???!!" pekik Ruby dalam hati. Dia yang disibukkan dengan mengurus pesanan makanan dan minuman untuk semua orang hingga tidak memperhatikan Louis yang telah duduk di samping Vanya.
Beberapa menit yang lalu, saat semua orang yang langsung sibuk menempati sofa besar tersebut hingga tanpa disengajai Vanya malah diharuskan duduk disamping Louis. Dan keduanya yang disudutkan oleh yang lain,hingga mau tidak mau mereka harus menerima posisi duduk mereka tanpa bisa pindah lagi.
Wajah Ruby terlihat sedikit cemberut, tapi satu menit kemudian...Ruby akhirnya mendapat ide untuk membuat Vanya pulang terlebih dahulu.
"Semuanya... aku sangat senang bekerja bersama kalian semua dan aku sangat berharap jika kita tetap bisa bekerja sama dan selalu membimbingku.. dan selama ini..aku sangat ingin berterima kasih pada.." Ruby mengisi dua gelas kosong dengan minuman beralkohol, tentunya Ruby sengaja memilih kandungan alkohol yang tidak sedikit tentunya "Miss Vanya.. yang telah menyadarkanku untuk lebih serius dan fokus dengan pekerjaanku.. berkat Miss Vanya,aku sangat banyak belajar.." sahut Ruby.
__ADS_1
Vanya sedikit terperanjat,dia tidak mengerti maksud perkataan Ruby, tapi Ruby telah menyodorkan gelas yang berisi minuman beralkohol tersebut, "a..aku..aku tidak minum..."
Ruby tertawa kecil "jangan melukai niat baikku,Miss Vanya.." sahutnya dengan wajah terlihat sedih.
"Ayo minum!!"
"Ayo minum!!"
Sorakan rekan lainnya mulai terdengar, mendukung Vanya untuk segera menghabiskan minuman yang disodorkan Ruby.
"Ta..tapi--" Vanya mulai gelisah,dirinya sangat jarang minum minuman beralkohol dan dia takut jika dia tidak bisa mentolerirnya.
Perlahan Vanya meraih gelas tersebut dan meneguknya, seulas senyuman menghiasi wajah Ruby. Dia pun meneguk isi gelas miliknya. Bagi Ruby, minuman tersebut tidak berarti apa-apa baginya. Seminggu sekali,Ruby selalu mengajak teman-temannya berkumpul bersama dan minuman beralkohol adalah keseharusan bagi mereka.
Ruby lalu melanjutkan berterima kasih pada Miss Jessica,Mr.Zhang dan juga beberapa rekan lainnya,tanpa mengajak mereka untuk minum seperti Vanya. Ruby melirik Vanya yang terlihat mulai gelisah.
"Bagaimana jika bermain sedikit permainan?!! Seperti Truth or Dare?!" seru Ruby kembali dan semua orang menyetujuinya "dan jika kalian tidak mau menjawab atau tidak mau melakukannya maka sebagai hukumannya kalian harus minum!!" seru Ruby kembali "dan aku akan memulainya dari Miss Vanya!!"
Semua mata kembali menatap Vanya sambil bersorak.
"Nah..Miss Vanya..Truth or Dare?!" tanya Ruby sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
Vanya melirik Ruby sambil memicingkan matanya, di pandangan mata Vanya, Ruby yang dilihatnya bagaikan lebih dari satu Ruby, "Truth.." jawab Vanya dengan pelan.
"Baiklah..Jika begitu.. maka saya akan bertanya.. Miss Vanya, sebutkan warna pakaian dalammu dan tentunya jawaban anda harus disertai bukti!" sahut Ruby dengan puas.
Para lelaki sontak bersorak saat mendengar pertanyaan Ruby, sedangkan Louis hanya menatap Ruby dengan tajam. Louis merasa Ruby telah melewati batas.
"Jika anda tidak bisa menjawabnya,maka anda harus minum ini.." sahut Ruby sambil kembali menyodorkan segelas penuh minuman keras.
Vanya mengapai gelas tersebut dan kembali meneguknya, para lelaki terlihat kecewa akan Vanya.
Setelahnya,Ruby menatap Louis lalu tersenyum "nah..berikutnya..Louis.." sahut Ruby "truth or dare?!"
"Dare" jawab Louis.
Ruby kembali tersenyum puas "cium aku selama lima menit tanpa berhenti dan didepan mereka semua!!"
Semua orang tercengang mendengar perkataan Ruby termasuk Mr.Zhang.
"Menarik.. tapi apakah kamu tidak keberatan jika aku melakukan itu?? Bagaimanapun,aku tidak dirugikan akan hal itu namun sebaliknya..kamu akan merasa rugi.." sahut Louis datar.
Ruby menggeleng "aku tidak masalah akan hal itu!!" sahutnya sambil tersenyum. Dapat berci\*man dengan Louis, hal itu akan sangat membuat Ruby gembira. Dia begitu menginginkan Louis.
Louis tersenyum dan bangkit berdiri, perlahan dia melangkah mendekati Ruby yang telah berdiri menantinya sambil tersenyum. Jantung Ruby berdetak semakin kencang saat melihat wajah Louis semakin mendekati dirinya.
__ADS_1