Hotel Prince

Hotel Prince
S2 : Pandora


__ADS_3

"Kyaaa!! Apa yang kamu lakukan??!" pekik Vanya sambil menutup kedua matanya saat melihat Chandra yang tengah bertelanjang dada. Lo


Lima menit sebelumnya, Chandra dan Louis tengah berada di ruangan Louis untuk memeriksa data furniture hotel yang di pesan dari New York dan dalam perencanaan akan dikirim ke Bali. Dan Louis tidak sengaja menyenggol secangkir penuh air putih yang ada di mejanya, akibatnya baju kemeja Chandra basah kuyup akan air tersebut.


"Ya ampun!! Maafkan aku,Chandra!" seru Louis.


"Tidak apa-apa,sir.." sahut Chandra sambil refleks berdiri dan mencoba mengeringkan kemejanya dengan beberapa lembar tisu kering.


"Kamu memiliki baju ganti?" tanya Louis.


Chandra menggeleng, "tidak..tapi tidak usah dipikirkan,sir.. nanti juga akan kering dengan sendirinya.." sahut Chandra.


Louis menghela nafas, dia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah baju kemeja baru, lengkap masih dengan label harganya. Louis memang baru saja membeli baju tersebut, dia menyodorkan baju tersebut pada Chandra, "pakailah!"


Dengan bingung Chandra menerima baju itu sambil menatap Louis, dan matanya tertuju pada label harga baju yang masih bertengger manis di baju itu. Kedua mata Chandra seakan mencuat keluar, "s..sir..aku tidak bisa menerima ini!" sahutnya. Baju yang hampir setara dengan gaji tiga bulannya membuatnya gemetar seketika.


"Pakailah! Aku tidak ingin kamu bertemu klienku dengan pakaian basah seperti itu!"


"Ta..tapi.."


"Anggap aku meminjamkannya padamu! Kamu bisa mengembalikannya padaku nanti!" tukas Louis, "gantilah dan temui aku segera di lobby bawah secepatnya!" sahut Louis sambil berjalan keluar dari kantornya.


Chandra menggaruk kepalanya, kelakuan atasan barunya sungguh membingungkannya. Dia pun bergegas melepaskan bajunya, dia memilih menggantinya di ruangan Louis langsung dan tidak lama kemudian pintu kantor terbuka membuat Chandra terkejut, "ka..kamu??!!"


"Kyaaa!! Apa yang kamu lakukan??!" pekik Vanya sambil menutup kedua matanya saat melihat Chandra yang tengah bertelanjang dada.


Chandra berlari dan menutup mulut Vanya, dia tidak ingin ada yang mendengarnya dan menjadi salah paham yang akan sulit untuk di kelarkan. Chandra menatap Vanya dengan dingin, "asal kamu berjanji untuk tidak menjerit lagi maka aku akan melepaskan tanganku,Miss Rose!"


Vanya membalas menatap Chandra dengan kesal lalu mengangguk,dia tidak punya pilihan lain bukan?. Chandra melepaskan tangannya lalu bergegas meraih baju ganti pemberian Louis dan memakainya.


"Apa yang kamu lakukan disini?!" tukas Vanya.


"Pertanyaan yang sama untuk anda,Miss Rose"


"Manajer mencariku!!" tukas Vanya kesal,sejak bekerja disini..dia selalu bersitegang dengan Chandra.


Chandra terdiam sejenak, dia baru teringat jika Louis memang mencari Vanya, "maka anda telat!. Manajer telah keluar.. Bagaimana mungkin anda begitu lama saat manajer memanggil anda?!"


Vanya mengumpatnya dengan bahasa inggris,dia mengira jika Chandra tidak akan mengertinya.


"Hey!! I know what are you talking about!! (aku tahu apa kamu katakan!)" sahut Chandra "apakah kamu lupa jika aku fasih berbahasa Inggris?!"

__ADS_1


"Sangat menyenangkan jika anda mengerti!" sahut Vanya lalu keluar dari ruangan itu.


Chandra menatap kepergian Vanya dengan seulas senyuman menghiasi wajahnya.



Chandra masuk ke dalam mobil Louis dimana Louis telah menunggunya, "maaf atas keterlambatan saya" sahut Chandra.



Louis melihatnya lalu kembali mengalihkan matanya diatas berkas, "segera berangkat!"



"Emmm..Sir,tadi Miss Rose telah datang ke kantor anda" sahut Chandra.



"Rose?"




Louis menutup berkasnya, "ahh..iya.. mengapa dia begitu lama??!! Aku bahkan telah melupakannya!"



"Se..sepertinya.. dia sedang mengurus sesuatu sebelum ke ruangan anda jadi dia sedikit telat,sir.." sahut Chandra dengan gugup.



"Begitu tidak profesional!" tukas Louis lalu kembali membuka berkasnya.



Ucapan yang membuat Chandra merasa sedikit sakit hati, "Miss Rose adalah pegawai yang sangat profesional,sir!!"



Jawaban yang membuat Louis terperanjat lalu tersenyum, "sepertinya ada yang menaruh hati pada Miss Rose"

__ADS_1



Seketika Chandra menjadi gugup, "a...aku..kita berangkat sekarang!" sahut Chandra sambil menghidupkan mobilnya.



Louis terkekeh melihat gerak gerik Chandra, "aku semakin penasaran akan Miss Rose ini.." gumam Louis sendiri.



"Maaf..apa yang anda katakan,sir?" tanya Chandra.



"Tidak.. hanya bergumam sendiri saja.. perhatikan jalan!" sahut Louis.



Suara dering ponsel Louis berbunyi, Louis bergegas memeriksanya.



"*Louis.. Aku berangkat ke Bali hari ini bersama Lidya!. Memeriksa keadaanmu dan juga pekerjaanmu tentunya!! Semoga tidak membuatku kecewa,pegawaiku*!!"



Pesan singkat dari Luckas kembali membuat Louis tertawa kecil.



"*Sayang sekali,hotel anda telah saya jual,kakak ipar.. dan uangnya akan menjadi milikku sepenuhnya.. terima kasih atas uang jajan ini, kakak iparku sayang*.." balas Louis.



Tidak lama, terdengar suara dering ponsel Louis kembali. Louis membukanya dan suara tawa sontak membuat Chandra terkejut.



Sebuah gambar yang menunjukkan jari tengah dikirimkan oleh Luckas untuknya.


__ADS_1


__ADS_2