Hotel Prince

Hotel Prince
Marry me


__ADS_3

Lidya mengerang saat Luckas mulai bermain di area sensitifnya. Dia mencoba menahan Luckas,tapi Luckas malah menahan tangannya kembali. Lidya mendesah geli "st..stop Luckhasss..."


Luckas berhenti dan menatap wajah merah Lidya "Lidya..". Lidya menatapnya dengan wajah tersipu-sipu "aku mencintaimu..". Lidya tersenyum "aku juga mencintaimu,Luckas.." Lidya sekarang semakin yakin dan percaya pada Luckas "Besok..aku telah menyuruh Edward menghubungi awak media memberitakan mengenai pembatalan pertunanganku dengan Freya..".


"kamu yakin,Luckas? Bagaimana dengan keluargamu?" Hanya memikirkan wajah Dora saat mendengar berita pembatalan pertunangan ini saja cukup membuat Lidya merinding.


Luckaa tidak menjawab hanya tersenyum sambil mengapai tangan kiri Lidya "menikahlah denganku.." bisik Luckas dengan lembut.


Lidya membeku tidak mempercayai apa yang baru saja dikatakan oleh pria yang disampingnya sekarang,sampai dia merasakan ada sesuatu di sela jari manisnya. Lidya menatap tangan kirinya dan sebuah cincin telah terpasang manis di jari manisnya. Lidya terharu "kamu.. kamu yakin,Luckas? Banyak wanita lain yang lebih cocok un-."


Luckas mencium membungkam bibir Lidya "hanya kamu satu-satunya bagiku,kamu akan menjadi istri dan pasanganku sampai tua nanti. Jangan harap bisa lepas dariku sayang.." Luckas kembali mengecup bibir Lidya "dan.. kamu juga yang akan menjadi ibu dari tiga anak-anakku"


"tiga???"

__ADS_1


Luckas tertawa melihat Lidya yang terperanjat mendengar perkataannya,dia mendekatkan bibirnya di telinga Lidya "aku menginginkan tiga anak,calon istriku..bahkan jika lebih dari tiga aku tidak akan keberatan!"


Lidya tertawa "tapi..aku belum menyetujuimu"


Sontak Luckas menggapai kedua tangan Lidya dan menahannya diatas kepala Lidya "sepertinya anda membutuhkan sedikit paksaan,Miss Lidya.." tangan Luckas mengelus perut Lidya sehingga membuatnya geli.


"Luckas..stopp" pekik Lidya menahan rasa gelinya dan juga tawanya.


Luckas menghentikan tangannya dan menatapnya "aku sungguh mencintaimu,Lidya.. aku hanya menginginkanmu dan hanya membutuhkanmu! Hanya memikirkan kamu tidak berada disisiku saja, aku sudah bisa gila". Luckas sebenarnya ingin melamar Lidya dengan kejutan yang mewah,tapi dia tahu Lidya tidak akan menyukainya .


Luckas terkejut,dia duduk sambil menatap Lidya. Lidya duduk berhadapan dengan Luckas "apa maksudmu,Lidya? Kamu tidak mencintaiku?"


Lidya menggeleng "aku..mencintaimu..bahkan melebihi diriku,Luckas"

__ADS_1


"apakah kamu kecewa aku melamarmu dengan cara begini?"


Lidya tersenyum dan menggeleng "tentu tidak,Luckas sayang.. aku tidak keberatan jika harus menikahimu tanpa lamaran ataupun...cincin. Aku tidak membutuhkan pesta mewah. Aku hanya membutuhkanmu"


Luckas terkejut, belum pernah dia bertemu wanita yang tulus mencintainya. Semua wanita yang mendekatinya hanya sekedar mengincar kekayaannya ataupun semata-mata status keluarganya. Saat itu juga dia merasa beruntung dan bersyukur bisa bertemu Lidya "jika kamu begitu mencintaiku,mengapa kamu membutuhkan waktu?"


kepala Lidya tertunduk menatap kain spreinya yang bermotif bunga lavender "keluargamu. Aku ingin mereka menerimaku dan juga mengakuiku terutama nenekmu", walau dia tahu hal itu sangatlah sulit. Tapi Lidya harus menghadapinya.. demi Luckas!


Luckas terharu,dia memegang kedua tangan Lidya dan menciumnya "apapun keputusan mereka,aku akan tetap bersamamu..apapun itu, Lidya!!". Dia menarik pinggang ramping Lidya hingga merapat ke badannya dan ******* bibir wanita itu. Dia begitu mencintainya, ciuman membara mulai semakin intens.


Tangan Luckas mengelus bagian punggung Lidya, tiba-tiba Lidya menahan dan menghentikan ciuman mereka "biarkan aku mandi sebentar" bisiknya.


Senyum nakal mulai kembali menghiasi wajah Luckas,dia turun dari tempat tidur Lidya dan menggendong Lidya dengan mudah. Lidya memekik,Luckas terkekeh "biarkan aku membantumu,my lady.." bisik Luckas sambil menggendong Lidya masuk ke dalam kamar mandi apartemennya yang mungil.

__ADS_1


Dibawah pancuran, Mereka saling memenuhi satu sama lain,tidak pernah menuntut apapun satu sama lain seakan mereka terlahir untuk mengisi satu sama lain.


(sorry..ada adegan sensor🙏😅)


__ADS_2