
(What goes around, comes around
What goes up, must come down)
Now who's cryin, desirin' to come back
•Alicia Keys•
Martha masuk ke dalam kamar Dora perlahan, pecahan kaca dan barang terlihat berserakan dimana-mana, Martha berbalik menatap Steward yang berubah menjadi batu hanya bisa mematung menatap mereka semua.
"Steward.."
Steward masih diam tidak bergeming,Martha mendekatinya dan mengguncang tubuh kurus Steward "Steward!!!" panggil Martha dengan suara keras.
"akhh..oh..maaf,madam.." jawab Steward refleks yang terkejut karena kerasnya suara Martha.
"apa lagi yang kau lamunkan? Segera bereskan kamar ini" sahut Martha, Steward mengangguk dan segera keluar dari kamar Dora,tidak lupa dia langsung memerintahkan dua pelayan untuk segera membersihkan kamar Dora.
Martha melangkah perlahan dengan hati-hati mendekati Dora "mom?" panggilnya pelan.
Dora menatap Martha dengan tubuh yang masih gemetaran "Martha.." isaknya "Luckas.. Luckas begitu mengerikan.."
Martha memandang Arthur yang hanya membisu "istirahatlah,mom.."
"semua..semua karena wanita itu!! Karena dia,Luckas berubah drastis!!" tukas Dora dengan suara masih bergetar.
Arthur segera menghentikan ibunya "sudah,mom..istirahatlah..mom terlalu syok malam ini"
"aku harus mem..beri wanita busuk itu pelajaran!!!" pekik Dora.
"Mom--" Arthur menatap ibunya dengan putus asa.
"Sudahlah,mom. Mau sampai kapan mom menyalahkan Lidya terus menerus??" tukas Martha yang langsung mendapatkan lototan mata dari suaminya. Martha sama sekali tidak menghiraukannya.
__ADS_1
Dora menatap Martha dengan tajam "lihatlah!! bahkan kamu sendiri juga sudah di hasutnya!!"
"Mom!!" pekik Martha "cukup sudah!! Aku lelah melihat mom seperti ini.. Apakah mom tidak bisa diam menerima segalanya saja?!"
"Bisa!! jika hal itu baik untuk keluargaku!!" balas Dora tidak kalah besar suaranya.
"Lidya lebih dari 'baik',mom. Jika saja sejak dulu mom menerimanya dan menerima keadaan ini apa adanya,maka kejadian hari ini tidak akan pernah terjadi!!!" pekik Martha.
Dora menatap Arthur dengan mata memelas "Arthur..lihatlah..bahkan istrimu sekarang sudah berani membentak mommy"
"Mom--"
"Aku tidak membentakmu,mom!! Aku hanya menyadarkanmu. Mau sampai kapan kita harus seperti ini?? Tidak bisakah mom sebagai nenek dari Luckas, melihat cucu mom begitu menderita hanya karena mom?? Dia kehilangan Lidya dan juga anaknya..sama artinya dia telah kehilangan jiwanya"
Dora membisu, "keluar!!" bentaknya.
"Keluar kalian semua!!" bentak Dora kembali.
"Mom?" lirih Arthur.
"KELUAR!!! jika kalian ingin menasehatiku, keluar dari ruangan ini!!!" pekik Dora dengan suara meninggi.
Martha menatap Dora dengan geram,tanpa basa basi langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar Dora, tidak lama kemudian Arthur pun menyusul Martha. Dia menarik Martha masuk ke dalam kamar mereka.
"Jika kau ingin memarahiku karena aku menasehati ibumu.. maka hentikan!! Aku tidak memiliki tenaga untuk bertengkar padamu" sahut Martha begitu mereka masuk ke dalam kamar mereka.
Arthur hanya membisu dan memeluk Martha dari belakang.
"Arthur?" Martha terkejut karena tidak menyangka Arthur malah akan memeluknya.
__ADS_1
"Aku lelah,Martha.. Kamar ini dan rumah ini terasa begitu hampa tanpa dirimu.." bisik Arthur.
Hati Martha tersentuh saat mendengar ucapan Arthur,dia membalikkan tubuhnya dan membenamkan dirinya dalam pelukan suaminya "maafkan aku.."
Arthur mengelus lembut punggung istrinya "apa aku ikut kamu untuk keluar dari rumah ini?" bisiknya kembali.
Martha terkejut, langsung menatap Arthur "kamu serius?"
"Rumah ini terlalu besar dan sangat dingin,Martha"
"Bagaimana dengan ibumu?"
Arthur kembali membisu dan menarik Martha dalam pelukannya. Keegoisan ibunya membuat rumah besar mereka yang awalnya begitu hangat menjadi dingin dan menusuk.
Di dalam kamar Dora,
Dalan keheningan dan gelapnya Dora,terdengar suara isakan yang begitu memilukan. Air mata Dora mengalir,dia sangat sakit hati atas perlakuan Luckas dan perkataan Martha padanya.
"Mengapa kalian begitu membenciku? apakah karena aku sudah tua dan tidak berguna?" isaknya dalam kesendirian.
Tubuhnya masih bergetar dan merinding jika mengingat perlakuan Luckas padanya. Jika saja Arthur terlambat sedikit saja menahan Luckas,Dora tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.
"Apa kamu akan sungguh-sungguh melukaiku,Luckas?" isak Dora "padahal grandma begitu menyayangimu,tapi..hanya karena Lidya,kamu bahkan mau melukai grandma..".
Dora bangkit berdiri,berjalan perlahan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamarnya. Matanya terlihat sedikit membengkak karena menangis,kepalanya bahkan berdenyut hebat. Dia duduk perlahan di dudukan klosetnya.
Setelah selesai, perlahan dia bangkit berdiri berjalan ingin kembali ke tempat tidurnya.. tidak sampai akhirnya dia terpeleset dan tersungkur di lantai kamar mandinya yang dingin. Kepalanya terbentur dinding kamar mandi,walau tidak begitu kuat namun untuk seusia Dora..hal itu bisa berakibat fatal.
Dora merasakan sakit di sekujur tubuhnya,dengan sisa tenaganya..dia berusaha memanggil Arthur atau siapapun yang bisa mendengarnya namun..semua sia-sia...tidak ada yang menyadari Dora yang tersungkur di kamar mandinya yang dingin itu.
author: hei guys.. author mau minta pendapat..
jadi..author lg mikir next project,jd aku pengen voting..
kalian lebih sukanya cerita romantis yang mengandung bawang (alias menyedihkan bikin mewek) atau suka romantis komedi yang bisa geli2in kalian?
mohon bantu aku dgn ksh komentar ya🙏
love you readers ✌️
__ADS_1