Hotel Prince

Hotel Prince
Blood sweat & tears


__ADS_3

'Even my blood, sweat and tears


Even my body, heart and soul


I know that it's all yours


This is a spell that'll punish me


Peaches and cream


Sweeter than sweet


Chocolate cheeks


and chocolate wings


But your wings are wings of the devil


In front of your sweet is bitter bitter'


~BTS~


##########

__ADS_1


Luckas dan Edward memeriksa rekaman CCTV yang ada, beberapa rekaman CCTV tidak dapat menjadi bukti karena titik rekam tidak menunjukkan dengan jelas jika Lidya tidak bersalah. Lidya merasa bersalah pada Luckas dan juga Edward yang menghabiskan waktu semalam untuk membantunya "Luckas..Edward..stop it!! aku sudah pasrah.. jangan memforsir diri kalian..beristirahatlah" pinta Lidya dengan lirih.


Luckas dan Edward memeriksa rekaman CCTV yang ada, beberapa rekaman CCTV tidak dapat menjadi bukti karena titik rekam tidak menunjukkan dengan jelas jika Lidya tidak bersalah. Lidya merasa bersalah pada Luckas dan juga Edward yang menghabiskan waktu semalam untuk membantunya "Luckas..Edward..stop it!! aku sudah pasrah.. jangan memforsir diri kalian..beristirahatlah" pinta Lidya dengan lirih.


Luckas melirik ke arah Lidya sambil menyeruput segelas kopi hangat "tidak!! tidak akan!! Kamu istirahatlah dulu,Lidya.. kamu pasti lelah hari ini". Memikirkan Freya pasti tengah menikmati 'hasil' atas dramanya,membuat Luckas semakin berapi-api. Semua netizen mengasihaninya, mendukungnya bahkan membuat namanya semakin terkenal,berbanding terbalik dengan Lidya.. semua berlomba-lomba menghujatnya. Seperti inilah dunia,tidak ada yang benar-benar memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.. hanya mendengar satu pihak dan berlomba ikut menghujat orang lain.


Lidya bahkan tidak ingin melihat semua komentar yang menghina dirinya, dari makian hingga kata-kata kasar tertuju pada dirinya, dia tidak ingin melawan Freya tanpa ada 'senjata' sebab hal itu bisa menjadi Boomerang baginya bahkan..Luckas. Tapi disisi lain,melihat Luckas dan Edward yang kelelahan..Lidya merasa tidak tega dan memilih menyerah.


"a-" ucapan Lidya terpotong oleh jeritan Edward yang terdengar begitu antusias.


"Sir!! aku mendapatkannya!!" seru Edward refleks bangkit berdiri dari kursinya. Refleks semua berkumpul di depan laptop Edward. Luckas tersenyum melihat video yang tengah berputar di layar. CCTV yang ini berhasil menunjukkan jika Lidya tidak bersalah.


~Banyaknya wartawan yang mulai mendekati Freya dan perlahan mendorong Lidya yang awalnya berada di belakang Freya,akhirnya mulai menjauh dari Freya. Dan tidak lama setelah itu,terlihat Freya terjatuh dari tangga tanpa ada yang mendorongnya~


Luckas hanya membisu "benar,tapi aku membutuhkan rekaman lain yang dapat mendukung benarnya rekaman ini"


Suara dering handphone memecahkan keheningan di ruangan itu, Edward menatap handphonenya dan melirik kearah Luckas "sir.. sebenarnya saya ada mengenal salah satu wartawan dan saya meminta bantuannya, apakah sir keberatan?". Diam-diam Edward meminta bantuan dari salah satu wartawan kenalannya tanpa memberitahu Luckas,sebab dia tahu Luckas akan menentang idenya. Luckas bukanlah tipe orang yang mudah percaya pada orang lain.


Lamanya berkecimbung dalam dunia bisnis, Luckas belajar jika tidak ada yang gratis dalam dunia ini. Jika ada yang menyodorkan bantuan,dia tidak akan menerima begitu saja. Dia tidak ingin kelak akan menjadi 'benalu' yang diam-diam bisa menggerogotinya.


"sir.. anda bisa mempercayainya. Dia adalah sahabatku,dan aku bisa menjadi jaminannya!" lanjut Edward seakan mengerti apa yang ada dipikiran bosnya. Luckas akhirnya mengangguk dan mempercayakan pada Edward.


"Terima kasih,sir.." sahut Edward,sambil langsung segera menerima panggilan telepon dari sahabatnya.

__ADS_1


"Halo.. ya..baiklah! kirimkan langsung padaku..dan terima kasih banyak,sobat! aku akan menaktirmu makan.." ucap Edward sambil tersenyum dan menutup teleponnya.


"teman saya mendapatkan info jika ada salah satu wartawan yang berada di lokasi dan tanpa sengaja merekam Miss Green yang jatuh sendiri" jelas Edward.


Luckas menatapnya dengan pandangan tajam "jadi..mengapa dia diam saja dengan semua berita hari ini??"


"Dia telah mencobanya,sir.. tapi semua memusatkan tentang Miss Lidya.. sehingga atasannya tidak mengindahkan kata-katanya" lanjut Edward.


Luckas menghela nafas berat "tentu saja.. mereka tidak ingin mengambil resiko hanya mengandalkan rekaman satu wartawan itu saja.. Apakah temanmu itu bisa mengirim rekaman itu?"


Edward mengangguk "tentu saja,Sir!! dan sudah masuk di emailku sejak tadi"


"perlihatkan padaku!!"


Edward membuka file yang berisi video rekaman itu, mereka bertiga bersama-sama menatap layar laptop Edward. Dan rekaman kali ini lebih jelas adanya jika tidak ada seorangpun yang mendorong Freya, rekaman yang lebih dekat membuat bukti pegangan mereka semakin kuat.


Sekujur tubuh Lidya gemetar hebat,dia merasa marah dan juga lega. Marah karena Freya telah memfitnahnya, lega karena sekarang mereka telah memiliki bukti untuk membersihkan namanya.


"apa tindakan kita selanjutnya, sir?" tanya Edward.


Keheningan kembali menyelimuti seluruh ruangan, nemulai perang dengan Freya berarti sama saja menyerang keluarga Green. Dan keluarga Green sendiri merupakan keluarga terpandang di Inggris, yang mana mengusik keluarga mereka,bukanlah sesuatu hal yang bagus bagi Luckas. Ditambah Dora yang mendukung Freya, Luckas tidak ingin jika kelak akan menjadi senjata makan tuan yang akan menyakiti Lidya kembali.


__ADS_1


__ADS_2