
Kamar 808,hotel Ryans.
Lantai yang hanya memiliki beberapa kamar yang super mewah dan sangat besar dari ukuran kamar hotel biasanya. Perlahan Lidya mengetuk pintu kamar dimana Freya berada "Lidya disini.."
Pintu kamar tersebut perlahan terbuka memperlihatkan sosok Freya yang membuat Lidya merasa 'mengecil'. Freya begitu manis dan cantik, dengan balutan dress model sabrina berwarna putih dengan ornamen pita di belakang pinggangnya menambah kesan feminim pada Freya.
'Okay Lidya..Bagaimana kamu merasa sanggup bersaing dengan wanita yang didepanmu ini. Dia terlihat begitu... sempurna!' lirih Lidya dalam hati.
Tidak jauh dari mereka, Pretina bersembunyi mengintip mereka berdua.. ternyata dia diam-diam mengikuti Lidya dan tentu tanpa diketahui Lidya.
Freya menatap Lidya dari kepala hingga ujung kaki sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya "masuk" tukasnya.
Lidya berjalan masuk kedalam kamar,dan tiba-tiba sebuah tamparan keras mendarat di pipi Lidya, tamparan yang tiba-tiba dan begitu kuat hingga membuatnya terjatuh dilantai, rasa panas mulai merambah di bekas tamparan Freya. Freya tertawa sinis, senyum lembut feminim diwajahnya telah berubah. Sejak dia bertemu Lidya,dia tidak tahu jika pilihan wanita Luckas begitu cantik dan anggun. Dia menyangka Lidya hanyalah sekedar perempuan biasa yang matre yang hanya terpikat akan kekayaan Luckas tapi saat bertemu Lidya,dia tau Lidya merupakan saingan yang sangat berat dan satu-satu caranya adalah membuat wanita ini menyerah dengan sendirinya "itu pantas untukmu!! Dasar *******!!" tukas Freya.
"apa?!!"
__ADS_1
Freya tertawa "tidakkah kamu mendengar ucapanku?? dasar *******!!"
Lidya menahan emosi yang meluap di dirinya,belum pernah dia dihina seperti ini, memikirkan dirinya yang tengah berada di lingkungan kerja dan juga di jam kerja..Lidya tidak bisa berbuat apa-apa,hanya bisa menahan geram "kata-kata anda keterlaluan,Miss Green!!"
Freya tertawa terbahak-bahak "keterlaluan?? Bukankah kamu yang telah menggoda tunangankuh dengan wajah polosmu itu?" bentak Freya "atau mungkin saja kamu telah menggodanya dengan tubuhmu itu?!" tukas Freya sambil menatap Lidya dengan pandangan jijik.
Sebenarnya jauh dalam hati Freya telah menyadari kekalahannya tepat saat dia bertemu dengan Lidya. Tapi rasa ego dirinya yang begitu kuat,membuatnya tidak ingin kalah sebelum 'berperang', bagaimanapun dia ingin tetap maju apapun itu!
Lidya bangkit berdiri sambil menarik nafas panjang seakan membuatnya tegar dan sabar "Sebegitu takutnya kamu jika Luckas akan memilihku??!!" sergah Lidya,pancaran matanya tidak lagi memancarkan keramahan. Freya telah salah memijak harga dirinya,dan Lidya tidak akan begitu baik hati membiarkan Freya menginjaknya kembali,tidak untuk yang kedua kalinya!!
Dari segi penampilan,Lidya lebih tinggi dari Freya dan tubuh Lidya jauh lebih proposional dari pada Freya. Jika saja nasib keduanya bertukar mungkin Lidya akan menjadi model yang jauh lebih terkenal daripada Freya. Karir Freya hanya semata karena status sosial keluarganyalah yang membuatnya bertahan hingga saat ini.
"Dan asalkan kamu tahu,Miss Claresta.. Luckas,tunanganku hanya sekedar bermain-main padamu. Aku hanya berbaik hati mengingatkanmu supaya tidak terlalu jauh menganggap serius hubungan kalian!"
"Jadi..apakah hubungan kalian berjalan mulus?!" sergah Lidya.
__ADS_1
Freya kembali terdiam,pertanyaan Lidya membungkamnya "sadarlah,nona!! Dia hanya bermain-main..jika sudah merasa bosan padamu,maka dia akan meninggalkanmu begitu saja!! Asal kamu tahu,dia bahkan diam-diam menemuiku saat berada di New York baru-baru ini. Bahkan membooking seluruh restoran hanya untuk kami berdua saja!". Ya..Freya sedikit merubah cerita, dia tidak tahu harus berkata apa lagi untuk membuat Lidya menyerah.
Lidya terkejut mendengar ucapan Freya, Luckas tidak memberitahu tentang pertemuannya dengan Freya!!
Menyadari raut wajah Lidya yang berubah,Freya tersenyum penuh rasa puas,dia tahu Lidya pasti tidak tahu akan pertemuannya dengan Luckas "Lihatlah!! aku hanya membiarkannya bermain-main denganmu sebelum kami menikah dan kamu dengan bodoh menganggap hubungan kalian serius!!" ucap Freya sambil tertawa keras.
Lidya menatap Freya penuh amarah seakan siap menerkamnya kapan saja. Tatapan Lidya yang tajam membuat Freya sedikit menciut dan pura-pura mengalihkan pandangannya kearah jendela. Perasaan Lidya sekarang bercampur aduk,dia tidak ingin mempercayai ucapan Freya,tapi ucapannya sedikit mengoyahkannya.
"sudah puas?? tamparan dan penghinaan ini akan ku simpan,Miss Green. Asalkan anda tahu aku termasuk orang yang pendendam!! Dan walau keluargaku termasuk miskin dimata kalian,tapi tata krama kesopanan dan harga diri tetap ada dalam diriku.. tidak seperti anda, berasal dari keluarga kolongmerat tapi tata krama kesopanan jauh dibawah saya yang berasal keluarga miskin!!!"
Freya mematung mendengar kata-kata Lidya yang begitu menusuk dirinya.
"Oh ya satu hal lagi... Saya tahu kedatangan anda untuk menemuiku dan mencoba menghancurkanku karena Luckas memilihku daripada anda. Dan perkataan-perkataan anda seakan berusaha supaya aku dapat mundur dengan sendirinya tapi maaf nona muda.. jika anda merasa aku akan menangis tersedu-sedu dan akan dengan suka rela menerima penghinaan anda sambil meninggalkan Luckas maka ANDA TELAH SALAH BESAR!!!"
Suara Lidya begitu tegas dan menekan Freya hingga terdiam membisu, perkataan Lidya benar adanya. Jika bukan karena Luckas memutuskan pertunangan ini,maka tidak mungkin dia akan datang kesini menemui Lidya,dan bahkan harus menerima balasan penghinaan kembali yang bahkan tidak pernah dia bayangkan.
__ADS_1